My Husband My Love

My Husband My Love
sakit


__ADS_3

setelah selesai dengan segala ritual nya di dalam kamar mandi, ana pun keluar dari toilet dan menghampiri alex yang sedang berdiri bersandar di tembok.


" dah, tq ya " ucapan ana yang keluar berdiri di depan alex


" hmmm " seperti biasa alex menjawab cuman berdehem


setelah sampai di kelas mereka yang sudah penuh akan teman teman kocak mereka.


" aduh deh ana, di depan kami berantem terus tapi kalo di belakang aduhai nempel terus kayak perangko " celutuk gibran salah satu siswa yang mulut ember


" hahhhahah pas itu ran, heran deh gue " dukung teman yang lainnya


' blush ' seketika membuat wajah ana merona berbeda dengan alex yang bisa menyembunyikan wajah nya itu


" sialan lo semua, eh ran mulut lo itu ember banget ya melebihkan emak emak yang lagi ngibah tahu ga lo " bentak ana blushing


" na, na mulut sama hati lo beda ya, buktinya itu muka lo merona tapi yang keluar bentakan, munafik lo ana " celutuk gilbran, dan membuat semua ketawa

__ADS_1


" ran, sekali lagi lo omong kek gitu, gue kawinin lo dengan si cici " cerotos ana


" ah, ogah. mending gue jadi istri kedua pak ojol " jawab sisil menolak yang tak lain adalah satpam sekolah mereka


" astaga ci, lo mending sama pak ojol? yang sudah punya anak 2 dari pada sama gilbran? ci ci gilbran itu lumayan ganteng dan kaya loh ci, ya meskipun mulutnya melebihi nyokap gue yang lagi arisan dan melebihi ember yang pecah " kata syari ntah memuji atau menghina gilbran


" eh na, kawin dulu baru nikah, emang gue kayak lo kawin dulu baru nikah " celutuk gilbran membawa bawa nama ana supaya jangan cuman dia seorang di bulli


" hahhahahhah kalo gitu pas deh ran, dah deh na kalian pacaran aja. biar bisa alex ketua dan lo bendahara nya kami angkat, kan pas nih cowok sebagai kepala, dan cewek sebagai bendahara yang selalu megang duit na " celutuk sekretaris mereka


" hahahhhah " ketawa ketiga sahabat ana pecah seketika mendengar penuturan dari sekretaris mereka, dan langsung di tatap tajam oleh ana


" hahahahahahahah sah kan aj " teriak teman mereka yang lainnya


" nyerah gue " dengan suara lemes gilbran angkat tangan dan duduk di kursi nya


" hmm, sudah ribut nya. kerjakan hal. 25 berhubung ada rapat guru " perintah alex menyudahi keributan kelas mereka, dan menarik tangan ana menuju kursi mereka menyuruh ana duduk di pojok dinding supaya dia nyaman.

__ADS_1


setekah 15 menit berlalu, alex yang serius mengerjakan soal yang di berikan gurunya, berbeda dengan ana yang diam menyandarkan kepala nya ke meja dan menyembunyikan muka nya yang pucat.


" lo kenapa na? " tanya alex yang melirik sekilas ana diam seribu bahasa dan tak bergerak sama sekali pun


" ga ada " jawab ana yang tidak tahu lagi harus bilang apa lagi sama alex


masa iya gue bilang nyeri haid? kan malu malu in -- batin ana menyeruak


tetapi alex yang tahu dia kenapa, langsung menaruh tangan nya ke bawah meja tepat nya di laci mereka, dan menggenggam tangan ana, memberikan kehangatan, ana yang tidak pernah mendapat perlakuan begitu dari lawan jenis nya membuat badannya menegang.


kenapa ni anak, kok tiba tiba dia tegang gini? apa jangan jangan gue yang pertama memperlakukan dia begini ya? batin alex tersenyum ntah mengapa dia senang dengan kesimpulan yang dia ambil sendiri


karena ana yang tak mau membuka suara, alex berinisiatif mengelus perut nya dari luar baju sekolah nya


" sakit banget ya? " kata alex khawatir tak tahu kenapa


mendengar pertanyaan dari alex, ana hanya menganggukkan kepanya pertanda iya

__ADS_1


" gue elus ya perut lo. hmm? " tanya alex yang padahal sudah mengelus perut ana duluan, mendengar itu ana hanya diam.


karena tak ada reaksi menolak dari ana, alex pun melanjutkan elusan nya diperut ana, yang membuat ana nyaman dan tertidur


__ADS_2