
permisi bu, saya menemukan wanita ini bu " dengan lembut alex melapor ke guru yang sedang duduk mendengar perkenalan mereka semua
what the f*ck, dia bilang menemukan? emang dia pikir gue barang rongsokan apa? dasar cowok nyebelin -- batin ana kesal dengan apa yang dia dengar
" mungkin sebagian mereka semua sudah mengenal mu ana, tapi alangkah baiknya perkenalkan lah diri mu agar mereka lebih ingat kepada mu, nah untuk nak alex silahkan duduk " perintah bu ririn, sedangkan alex melenggang menuju kursi nya
" ok, nama saya anatasya, sekian dan thanks " perkenalan singkat yang hanya membuat alex mendengus kesal dengan kejadian hari ini.
" ok ana, silahkan duduk di samping alex " dengan wajah ditekuk ana, menuju meja yang akan di tempati dia itu
Alexander Louis, adalah anak tunggal pengusaha yang sangat terkenal dan di segani, ayah nya bernama Hendra Louis dan ibunya bernama Lili. Alexander orangnya datar, dingin, dan tegas. Mereka pindahan dari Inggris, dikarenakan sang ayah akan menua di tanah kelahiran nya
flashback on
__ADS_1
" nak, besok kita akan pindah ke negara kelahiran ayah dan mama mu " pemberitahuan dadakan disaat sedang makan malam bersama
" tapi pah, bagaimana sekolah alex " tanya alex yang berat untuk meninggalkan sekolah nya serta cewek yang dia taksir selama ini
" lex, semua sudah di urus oleh papah mu, kamu mengerti lah lex, mama sama papa mu, ingin menua di negara kelahiran kami, dan untuk masalah perusahaan semua bisa di atur " penjelasan yang di berikan oleh sang mama hanya bisa membuat alex mengangguk pasrah
" hm, yasudah baiklah " jawaban pasrah alex dengan anggukan berat
flashback off
setelah guru perkenalan sekaligus menjadi wali kelas mereka di IPS 3, ana hanya diam main ponsel
" ana....." teriak ketiga sahabat nya yang refleks membuat ana kesal dan ingin melampiaskan emosi nya kepada yang sudah ganggu kesenangan, tapi di urungkan nya karena melihat sahabat sahabat nya
__ADS_1
" ha? Vani, Ririn, Hana kok bisa klen disini? " mendengar pertanyaan ana, sontak saja mereka bertiga menghembuskan nafas kasar akan sahabat nya yang satu ini
" aduh, ana ku tersayang meskipun soplak, kita bertiga ini sekelas lo, makanya saat perkenalan loe lihat siapa saja sekelas lo " omel vany panjang kali lebar
" aduh van, omelan lo panjang kali lebar kayak rumus luas persegi panjang dah, cus kita ke kantin, lagi bete gue " ajak ana, menarik sahabat nya itu, menuju kantin.
setibanya di kantin, mereka berempat, menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak menjadi pusat perhatian ana adalah cewek tercantik, meskipun bar - bar tapi banyak senior maupun seangkatanya menyukai nya, yah meskipun di tolak.. begitu juga dengan tiga sahabat nya yang cantik, imut dan unyu oleh karena itu mereka menjadi pusat perhatian, apalagi mereka yang di dengar berada di kelas yang sama.
" bentar gue pesan, kayak biasakan " tawar ririn yang di iyakan oleh sahabatnya
" aduh, ana loe tahu ga cowok yang di samping loe tadi keren dan ganteng banget, loe tahu ga dia itu pindahan dari luar negeri tahu ga sih lo, dah ganteng, kulit putih dan bersih tajir lagi, mau dong gue simpananya " khayalan Hana yang langsung di toyor oleh ketiga sahabatnya itu
" heran gue han lihat loe, makin hari makin meningkat juga halu loe, mending halu keren ini jadi simpanan, ckckck mimpi apa gue punya sahabat kayak lo " dengan ekpresi menjijikkan yang dibuat buat oleh ana
__ADS_1
" tapi sih, anak baru itu memang ganteng banget sih na, tapi kelihatan dingin dan datar, muka nya aja ga terbaca bagaimana ekpresinya " jelas vani yang mendukung sahabat nya itu meskipun sempat dia toyor itu
" sok tahu lo " sontak mendengar itu keempat gadis itu melihat ke sumber suara