
" ehem " deheman alex membuat mereka semua diam, dan ana pergi ke kursi nya
" geser " bentak ana agar alex menggeser meja nya
" astaga lo jadi cewek ga ada kalem kalem nya " decak alex heran
setelah memulai mata pelajaran pertama selesai dan istirahat tiba, guru bersangkutan pun keluar.
" na, ke kantin yok " ajak hana menyampiri ana ke meja nya
" klen aja dulu, gue malas.. gue nitip ya " jawab ana yang tidak tahu kenapa dia malas untuk bergerak
" ya udah kami pergi dulu ya " pamit mereka melengang pergi menuju kantin
aduh kenapa perut gue sakit amat ya, apa jangan jangan mag gue kambuh ya - batin ana
karena sakit perut ana yang seperti melilit itu, ana pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi tapi belum sempat ana melangkah dia sudah di tarik tangannya dan pun kembali duduk
" grep " suara hempasan bokong ana yang mendarat di kusi
" loe kenapa ha? main tarik gue aja loe pikir gue apaan ha? " bentak ana tak terima dengan kelakuan alex
" jangan pergi " dengan suara berat alex menahan ana
__ADS_1
" jangan pergi? maksud lo apa si lex? " dengan suara menahan sakit perut nya ana menanyakan alex
tanpa aba aba alex pun mendekati ana dan menepis jarak mereka, jika ada yang melihat mereka seperti yang ciuman
" lo lo ma mau ngapain lex " saking gugup nya ana mendorong alex, tapi kalah tenaga sehingga alex tak tergoyahkan
" jangan pergi, lo tembus " dengan suara menahan tawa alex menjawab ana
" maksud lo tembus apaan? " karena gugup nya ana otak nya pun tidak berjakan cepat
" huh, haid lo tembus ke rok lo, dan rok lo menjadi warna merah " jelas alex menahan ketawa nya
" apa? gue astaga " mendengar penuturan detail dari alex membuat muka nya pucat pasi, dan lemas
" alex, gue bi bisa mita tolong ga sama lo? " tanya ana menampilkan pulpy eyes nya
" apa " tidak tega alex mengabaikan cewek yang di sebelah nya itu
" tolong belikan pembalut lex, merk swings ya " pinta ana membuat alex melebarkan mata nya
" apa? tidak, buat malu lo na " tolakan alex tidak membuat ana putus asa
" tolong lah lex, masa lo tega lihat gue kek gini lex .. ya ya mau ya please " bujuk ana menggoyang goyang kan tangan alex
__ADS_1
" hm baiklah " pasrah alex harus menghadapi kesialan nya
" lex jangan lupa merk swing ya biasa " teriak ana tida tahu malu
setelah beberapa saat menunggu alex, alex pun datang dengan memegang kresek yang di yakini ana itu adalah pesanan nya
" nah pesanan lo " kata alex datar meletakkan kresek tersebut ke atas meja
" makasih honey " ucapan terima kasih dengan menggoda dan melupakan permasalahan mereka untuk sementara
apa kenapa dengan gue, cuman mendengar kata honey dari mulut nya saja gue merasa jantung gue berdetak kencang --- batin alex
aduh na, bodoh bodoh, lo kenapa bodoh sekali memanggil musuh lo sendiri honey astaga -- ana merutuki kebodohan nya itu
" ayo " ajak alex melipatkan jaket nya ke pinggang ana
" apa " jawab ana bodoh
" memang lo mau ke kamar mandi dengan keadaan gini? " tanya alex berdiri di samping ana
alex dan ana pun pergi ke toilet dengan jarak yang dekat sekali, seakan akan jiak ada yang melihat mereka berpikir sedang berpelukan
" aduh, mereka so sweet amat sih " kata junior mereka yang melihat adegan mereka
__ADS_1
" cowok nya tampan, dan si cewek cantik mereka serasi aduh iri adek bang " kata junior yang lain, dan amsih banyak lain lagi