
mendengar kata lex membuat ana menoleh kesamping nya dan membuat ana dan alex sama sama terkejut
" alex "
" ana "
teriak mereka berdua bersamaan, yang membuat yang lainnya menatap mereka
" kalian saling kenal lex? " tanya papa alex yang duduk di hadapan papa ana
" emnh iya pa, sekelas alex " jawaban alex membuat ana semakin sakit hati
hahahahaha, sekelas benar tapi sakit, jadi selama ini aku yang menganggap dia lebih, dasar ana ga tahu malu sih lo
"baguslah kalian dah saling kenal, berarti bisa di percepat dong nikah nya " gagasan mama alex membuat ana semakin kalut
" iya betul tu li, bagaimana nikah nya minggu depan? " tanya mama ana memberikan usul
__ADS_1
" tapi ma, itu terlalu cepat " tolak ana, takut jika alex berpikir macam macam
" loh cepat sih sayang? tenang kalian hanya fitting baju dan yang lainnya beres " kata papa ana dengan semangat
" bagus itu ko, kita buat resepsi pernikahan megah " tambah papa alex membuat ana frustasi sedangkan alex memasang wajah datar
*kenapa di saat melupakan nya dia selalu datang? bagaimana kelak pernikahan ku dengan nya? gumam ana tak terdengar
setelah membahas pernikahan ana dan alex, ke dua orang tua mereka membahas yang lain sedangkan ana dan alex larut dalam kediaman*
" alex kamu mengantar ana ya " suruh mama alex membuat ana tambah kesal akan hari ini
" sudah sekalian ajak ana ke rumah nya supaya ana lebih kenal " tegur mama alex
" baiklah ma, ayo " ajak alex setelah bicara kepada mama nya dan berjalan di depan ana
" lex, kenapa aku harus di hadapkan sama mu, kenapa kau lebih memilih ke rumah luna dari pada mengantar ku " gumam ana kecil
__ADS_1
di dalam mobil, sepanjang perjalanan hanya ada keheningan yang melintasi suasana mobil itu, karena tidak ada yang bicara membuat ana memutar musik, dan yang lebih membuat ana kesal musik nya ialah lagu yang di nyanuikan pada saat perpisahan itu, reflek dia mematikan musiknya
" kenpa dimatikan " tanya alex enggan menoleh ana
" aku mmhh. ngantuk " jawab ana yang tidak tahu harus bilang apa
*hmmnh terkadang aku heran na melihat mu, kau menyukai pria yang ada di samping mu ini selama bertahun tahun, tetapi menoleh saja dia enggan apalagi melihat tidak mungkin na gumam ana kecil tak teras pelupuk matanya basah
kau tahu ana, semenjak kau menyanyikan lagu itu yang ku tahu itu adalah untuk ku, di setiap mobil ku hanya ada lagu menepi ku simpan di dalam mobil ku, agar aku tidak melupakan mu*
" loh kok kita kesini? " tanya ana heran mobil menepi di depan rumah yang tidak dia kenal sama sekali
" ke rumah luna dia sakit dan aku mau me.. "
" oh pergi lah aku menunggu mu di mobil " ana yang menyela perkataan alex, karena dia tahu jika perkataan alex akan membuat perasaan nya sakit
" ya udah " jawaban alex singkat dan keluar menuju rumah alea
__ADS_1
hahahahhhaah, ana cewek bodoh, kenapa kau harus merasakan sakit seperti ini, kau harus kuat na kuat . dimana ana yang selalu ceria dan selau bersemangat? kenapa gara gara alex kau langsung berubah na? padahal alex sudah memilih pergi tanpa meninggalkan salam atau kabar lainnya kenapa? teriak ana menangis