
" aduh maaf ya mbak, saya ga sengaja " kata ana yang kasihan melihat seorang cewek cantik, berrok di atas lutut tersungkur di depa nya
" heh, ga papa kok mbak saya yang salah ga lihat jalan " balas wanita tersebut dengan ramah
" siapa sayang " suara seorang cowok dari belakang yang mengejutkan mereka
" alex " teriak ketiga sahabat ana, berbeda dengan ana hanya diam menyaksikan betapa perhatian nya alex kepada wanita tersebut
alex? kok bisa disini? dan siapa wanita ini? apa jangan jangan kekasih nya? gumam ana
" ga papa kok yang tadi ga sengaja menabrak mereka " tutur luna lembut memegang lengan alex
" what sayang? " teriak ketiga sahabat nya lagi melihat adegan di depannya ini
ku tahu alex, kau hanya datang kepada ku di saat kau kesepian. dimana kata mu cinta setahun dulu? apakah sudah dimakan oleh hari? pantas kau mengasingkan diriku layaknya seperti penyakit yang menular, padahal kau sudah ada yang lebih baik dari ku -- gumam ana yang tidak dapat didengar oleh siapa pun
" emang kalian kenal sama alex? " tanya luna heran
" iya " jawab ririn singkat yang kesal dengan ulah alex
" okh gitu, perkenalkan aku luna " kata luna menyodorkan tangan nya
" saya ana, dan mereka teman saya vany, ririn, dan hana " balas ana mengulurkan tangan nya
__ADS_1
" lea, apakah masih sakit? " tanya alex tiba tiba
" sudah ga papa kok " tanya luna menahan sakit
" mohon maaf mbak luna, oh ya ini ada salep obat " kata ana memberikan sebuah saleb yang hanya di terima tanpa bilang terima kasih oleh alex
" terima kasih mbak ana maafkan atas sifat lex ya " kata luna menambah perih yang di rasakan ana
" ya udah kalo gitu kami pulang dulu ya " kata hana dengan cepat
" ok, hati hati " balas luna melambaikan tangan nya
mereka pun pergi dari hadapan alex dan alea menuju mobil mereka
" maaf ya na, gara gara kami loe jadi sedih lagi " kata vany membuka suara yang sudah berada di dalam mobil
alex, apakah ini yang ku dapat balasan mencintai mu? apakah sesakit ini untuk mencintai mu? ingin rasanya mundur dan menyerah setelah melihat mu dengan nya yang begitu perhatian tapi apalah daya ku, disaat aku memaksakan diri melupakan mu, disaat itulah cinta ku bertambah. dari pada aku sakit begini terus menerus mending aku diam di tempat saja --- batin ana membayang kan semua antara dirinya dengan alex
di dalam mobil, ana yang hanya diam tidak di ajak sahabat nya bicara karena tahu bahwa ana saat ini membutuhkan ketenangan dan tidak ingin di ganggu..
" makasih ya guys, ga mampir ni? " tanya ana yang sudah turun dari mobil yang berhenti di halaman rumah nya
" ga usah lah na, dah jam 10 lewat soalnya " jawab hana menjelaskan
__ADS_1
" ya udah, hati hati ya " kata ana melambaikan tangan nya
" ok bye " jawab mereka dan pergi meninggalkan halaman rumah sanjaya tersebut
setelah tidak melihat mobil sahabat nya, ana masuk ke rumah dan duduk di ruang tengah menjumpai abang sama mommy dan papa nya
" mommy, abang papa " kata ana dan duduk di samping papa nya
" kemana aja dek? " tanya sang abang
" cuman ke taman hiburan aja kok bang " jawab ana memaksakan senyumannya
" okh, abang pikir ke balapan lagi " goda samuel
" ini nih abang yang selalu berpikir negatif sama adek ny " celutuk ana dengan kesal
" ya udah lah, kalian ga capek apa, asal jumpa berantem mulu? " tanya mommy gemes dengan kedua anaknya
" hahahahaha itu supaya ada kekompakan ma " jawab samuel ketawa, yang hanya dibalas dengan gelengan kepala
" okh ya orang abang sama papa dah lama pulang? " tanya ana mengalihkan pembicaraan
" ga na, papa sama abang baru pulang kira kira jam setengah jam lalu " jawab papa ana
__ADS_1
" oh kalau gitu ana, ke kamar ya pa , mom, bang " kata ana mencium pipi mereka semua
ana berjalan dengan gontai ke kamar nya, dan langsung mengunci pintu kamar nya dan menghempaskan dirinya ke atas kasur nya itu, dan langsung mengambil ponsel nya dan membuka galeri membuka foto dirinya bersama alex saat di taman hiburan.