My Husband My Love

My Husband My Love
taman hiburan


__ADS_3

" vany? " gumam ana mengerutkan kening


" na, nanti malam keluar yok " ajak vany di dalam pesan tersebut


" kemana? " balas ana tanpa basa basi


" udah ayok aja, pasti lo nanti have fun kok, percaya deh sama gue " balasan pesan dari seberang


" ya udah serah deh, gue oke aja " balas ana


" ya udah, nanti jam 6 gue jemput lo " balasan dari seberang hanya di read ana yang malas membalas pesan sahabat nya itu


jam pun berlalu, dan tibalah jam menunjukkan anga 6, ana yang sudah bersiap siap menunggu kedatangan vany dan yang lain di ruang tengah bersama mommy nya


" emang mau kemana na? " tanya mommy ana memulai percakapan


" ntah lah ma " jawab ana acuh


mama ana, yang sudah mengerti keadaan putrinya itu yang sempat cerita setelah tepat keesokan kejadian tersebut, memilih untuk diam.


" mommy " teriak ketiga sahabat nya langsung memeluk mommy ana seperti kebiasaan mereka

__ADS_1


" anak mommy dah pada datang ni? emang kalian mau kemana sih? " tanya sang mommy yang pengen tahu


" momy pengen tahu nih.. kami mau ke.. " jawab vany yang belom sempat selesai bicara langsung di potong oleh ririn


" rahasia dong mom " dengan cepat ririn menyela perkataan vany


" okh jadi main rahasia nih sama mommy sekarang? ya udah " jawab momy ana dengan muka pura pura cemberut


" hahahahaha mommy ini, tenang aja mom ana aman kok " kata hana yang dari tadi diam menikmati minuman nya


" ya udah mom kami pergi dulu ya " kata ana pamit mencium tangan sang mommy


setelah melewati beberapa menit sampai lah mereka di taman hiburan


" wah pasti seru ini guys apalagi rame " celutuk ririn yang baru turun dari mobil


" iya apalagi ini malam mingu ya kan na " vany yang sengaja menyebut nama ana yang mulai dari tadi diam


" iya lo benar " dengan senyuman yang di paksakan ana tersenyum menutupi kesedihan hati nya


" udah ayok, kita nikmati semua wahana nya " ajak hana mengajak ketiga sahabat nya

__ADS_1


" heh, dulu tepat satu tahun yang lalu kami disini lah tempat kami bermesraan menikmati semua wahana ini layaknya sepasang kekasih, dan tempat ini juga lah tempat kami berantam dan berlanjut seperti orang asing yang saling mendiamkan. kau yang bilang cinta tetapi mengapa kau tidak berjuang kenapa ha? dengan sekali penolakan saja kau menyerah lex, kenapa? apakah cuman aku aja yang selalu merindukan mu? apakah kamu sudah lex sama ku? kenapa cinta datang jika akhirnya pergi meninggalkan luka yang tak akan pernah hilang? " batin ana menangis


" ayo dong na senyum, melo aja mulai dari tadi " goda hana agar sahabat nya itu tersenyum


" ntah, emang lo mau kek mana sih supaya loe tersenyum? harus kek gini? " tanya vany mempraktekkan monyet


" hahahhah lo ga cocok van, jadi monyet yang cocok itu noh si ririn " ketawa ana yang melihat vany menari nari seperti monyet


" diam salah ya na " kesal ririn dengan wajah di tekuk


" aduh cup cup sayang ku, kok di tekuk segala sih muka nya? kan jadi ga cantik ne? gue cuman bercanda kok " rayu ana mengusap ngusap pipi ririn yang ngambek itu


" aduh udah na, suruh aja badut sana cium dia " celutuk hana yang heran dengan drama ana dan ririn


" sial*n lo han " teriak ririn menyunggingkan senyuman nya


setelah perdebatan itu, mereka berempat tersenyum dan tertawa bahagia menaiki wahana dan menikmati nya, meskipun ana yang masih ingat kenangan nya bersama alex tapi dia lupakan agar hari ini dia dapat menikmati waktu bersama sahabat nya..


ana, ririn, vany, dan haan yang sedang berjalan tidak sengaja menabrak seseorang


" aw "

__ADS_1


__ADS_2