
" Anatasya " teriak cowok dengan keras
" kayak nya gue kenal deh, dengan suara itu deh van " bisik ana pelan yang diangguki vany
" aduh aduh, sakit woi " rintih ana mekihat siapa yang berani menjewer telinga nya
" apa ha? mau menyumpah serapahi abang ha? " dengan suara meninggi alex menjawab adek kesayangan nya itu
" ha a..abang " gelagapan ana menjawab dengan muka takut
ha mati gue mati, kalo sempat abang ngasih tahu sama papa dan mommy bisa bisa semua aset nya ditarik aduh bisa mati gue, atau gue pura pura pingsan aja ya deh - pikiran ana terus berputar putar mencari alasan apa yang cocok untuk megelabui abang nya itu
" apa? mau mencari alsan? mau pura pingsan lagi? mau sesak boker? apa lagi alasan loe dek? " dengan suara yang kesal samuel menebak pikiran ana
" hhheh ga lo abang ku yang ganteng, bang bisa ga lepas tangan nya dari kuping adek, emang abang mau kalo punya adek memiliki telinga panjang " jawab ana memelas
" abang heran lihat loe dek, bisa bisa nya lo ya, cewek balapan muka cantik, postur ok, tapi sifat astaga berbanding balik loh dek, astaga ngidam apaan sih mom punya anak gadis modelah kayak lo " frustasi samuel melihat tingkah adek nya itu
__ADS_1
" udah deh bang, dah siap ngehina adek mu ini bang, kalo ga sekalian aja bang pake toa biar semua tahu, hmph " jawab ana pura pura marah agar lepas dari omelan sang abang
" okh iya, alex thanks ya dah kasih tahu abang kalo si curut satu ini balapan, dan untuk lo dek pulang sekarang " perintah samuel tak terbantah kan
ha? kok bisa sih si alex kenal sama abang gue? kalo kek gini bisa bisa gue gila, terkekang batin ana frustasi
" iya bang, dan untuk loe, tunggu pembalasan dari gue, ayok van " kesal ana menghentakkan kaki nya dan pergi menuju mobil nya
flashback on
" perkenalkan saya Alexander Louis menggantikan ayah saya " jelas alex berjabat tangan dengan samuel
" perkenalkan saya samuel sanjaya " balas samuel tersenyum
mereka pun rapat, dan saling berdiskusi. Setelah selesai rapat dan mereka sama sama puas akan presntasi dari kedua belah pihak, Alex mengajak Samuel makan siang
" tuan samuel, kalau boleh kita dapat makan siang bersama " ajak alex
__ADS_1
" akh tuan alex, tak usah formal, panggil saja saya samuel " kata samuel kerena risih dengan panggilan alex
" bagaimana kalau abang, soalnya kalau saya langsung memanggil nama rasanya tidak pantas. Dan panggil saya alex saja bang " jawab alex dengan sopan
" ok, alex "
mereka berdua pun menuju restoran
" okh ya lex, kamu anak tunggal ya? " tanya samuel memastikan kabar yang dia dapat sambil memakan makanan yang sudah mereka pesan tadi
" iya bang sam, nah kalo abang anak keberapa? " tanya alex menyambung percakapan agar tidak hening
" kalo abang, anak pertama dan adek gue nama nya Anatasya dia sekolah di SMA Keceriaan
" benarkah bang? tadi juga ada anak gadis yang telat nama nya kalo ga salah anatasya juga bang, gue sekelas nya bang, di ips " jelas alex pengen cari tahu
" ya lex berarti dia itu adek gue, karena cuman adek gue namanya anatasya di sma itu, ya emang sih sifat dengan parasnya berbeda. kalo dari muka dan postur tubuh ok tetapi kalo sifat nya haish pusing gue lex " jelas samuel mengingat ingat tingkah laku adek semata wayang nya itu
__ADS_1