My Husband My Love

My Husband My Love
kerinduan


__ADS_3

" ehem, ana and the gens, boleh ga babang rio gabung? " tanya rio.


" serah lo de ri, ga ada yang larang kok " jawab ana, tanpa menoleh ke rio, sementara vani dan yang lain hanya diam seribu bahasa, tak tahu harus bilang apa lagi


*aduh mati kita, kok bisa sih si alex ikut sama rio? kan jadi ga seru nanti nya -- batin vany, yang melihat siapa teman rio


dah deh, ga mungkin juga di larang kan, dah terlanjur di iyakan si ana. lagian mereka juga dah biasa kok semeja ---- batin hana melirik sekilas ana


mending gue diam --- batin ririn*


" makasih dedek ana " balas rio dengan senyuman yang mengembang.


setelah, ana yang mempersilahkan rio dan alex duduk, rio pun duduk di sebelah vany sedangkan alex hanya diam berdiri, karena hanya tempat di samping ana lah yang kosong.


" lex, lo kok bengong aja, noh sana duduk " suruh rio menunjuk di sebelah ana yang kosong dengan mulut nya.


ha? lex? apa jangan jangan alex? -- batin ana, yang tidak tahu keberadaan alex tersebut


" iya ya bawel amat sih lo ri " balas alex, dan duduk di sebelah ana.

__ADS_1


rio sudah tahu apa yang terjadi antara alex dan ana karena rio dan alex lumayan dekat dan alex cerita ke rio, tetapi pada saat ke kantin dan semua meja terisi penuh, hanya meja ana dan kawan kawan lah yang masih longgar, dan tanpa pikir panjang rio langsung menarik tangan alex menuju meja ana.


" tumben, mulut lo na diam biasanya ribut aja loh tuh muncung " rio yang buka suara agar susana tidak sepi


" emang ya ri, diam salah ribut salah. apa sih mau lo ha? " taya ana menaikkan suara nya satu oktaf


" kalem aja napa dedek ana ku, kalo kek gini nanti lo cepat tua " canda rio yang mendapat cubitan dari vany


" awww " teria rio tiba tiba


" eh curut lo napa? " tanya ririn yang sudah mulai kesal dengan tingkah rio


" memang ya ri, ada gesrek gesrek nya otak lo " celutuk hana yang dibalas cengengesan oleh rio


di saat, ana yang mau mengambil saos, tetapi di urungkan dia karena saos bertepatan di depan alex.


" ni " sodor alex memberikan saos ke ana, yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik ana sampai matanya tertuju ke saos


" makasih " balas ana yang tidak di balas

__ADS_1


setelah makan dan memasuki ruang kelas, tidak ada perbincangan di meja ana, tidak seperti meja meja lainnya, tapi ana sudah biasa dengan keadaan nya saat ini.


" tit " suara klekson mobil ana yang baru pulang dari sekolah


setelah meletakkan mobilnya ke bagasi, ana menaiki tangga menuju kamar nya, seperti biasa setiap hari sabtu, papa sama abang nya yang belom pulang ngantor sedangkan mommy sedang arisan


" ah cape banget hari ini " gumam ana, yang merasa sedih akan kecuekan alex setiap hari nya


" lex, gue rindu sama lo hiks hiks " gumam ana menangis, akan kerinduan nya terhadap alex selama ini


demi menghapus rasa keriduan nya terhadap alex, ana meraih ponsel yang ada di tas nya dan membuka pesan ponsel nya, dan membuat ana tersenyum jika membaca semua pesan nya dengan alex satu tahun yang lalu


" kita dekat, tapi serasa jauh " gumam ana, yang membuat kristal air jatuh dari pelupuk matanya


sesaat ana, yang sedang melihat lihat pesan pesan yang sudah lama tiba tiba ponsel nya berbunyi


" ting " suara pesan masuk


nah menurut para readers kira kira itu siapa ya?

__ADS_1


__ADS_2