My Husband My Love

My Husband My Love
batin


__ADS_3

angin menerpa pipi halus ana yang basah itu menjadi kering dan hanya meninggalkan bekas luka perih yang tak dapat di obati oleh dokter sekali pun..


" sudah sampai " kata alex setelah menepikan mobil nya di depan rumah yang pernah mereka kunjungi sekali dan itu pasti adalah rumah luna


" ayo " ajak alex membuka seltbet nya


" tidak kau saja, aku malas bergerak " kata ana yang lemah dan tak tahu harus bilang apa.


" ya udah " kata alex singkat dan pergi meningglkan ana yang sedang diam menunduk


kenapa ini jalan hidup ku? kenapa aku harus menjalani kehidupan yang begini? di saat acara penjodohan kau juga datang kesini dengan alasan luna salit, dan saat pemilihan baju juga kau datang agar dia tidak bosan, memang lo brengsek lex. dimana hati lo mengajak dia bersama kita? apakah tidak ada harapan lagi lex? untuk memulai semuanya dari awal? sakit lex sakit .. hiks hiks kenapa aku harus mengalami ini? hahahaha mungkin jika aku sakit kau bahkan tidak akan menguru ku hahhaha, malang sekali nasib mu nak hahah hiks hiks --- gumam ana menangis dan menertawakan kehidupan nya yang seperti di permainkan


" ya udah deh, mending gue dengarin musik " gumam ana meraih handset dan mulai memutar lagu senang menutupi kesedihan hati nya saat ini

__ADS_1


ana yang sudah melihat kedatangan alex dan luna yang menghampiri mobil dimana ana berada, membuat ana ingin berteriak histeris bagaimana tidak mereka datang layaknya pasangan berjalan berdampingan padahal jika bersama dengan diri nya alex akan mendahului diri nya sehingga jika orang melihat sperti atasan dan bawahan. sungguh miris bukan? ya memang begitu.


" lun, kita ke butik dulu ya " tawar alex sambil mengemudi


" serah lo dah gue mah ok ok aja " jawab luna menepuk bahu alex sedangkan alex tidak keberatan..


selama di perjalanan alex dan luna bercerita layaknya sepasang kekasih yang saling tukar menukar cerita, sedangkan ana sama sekali diabaikan malahan dia tidak ada satu pun di antara mereka bertanya bagaimana keseharian mereka..


akhirnya aku tidak di abaikan lagi hiks hiks --- batin ana lega bercampur sedih mengingat kan dia akan kenangan dia dan alex


" iya luna " jawab ana singkat


" bdw dulu kalian sekelas kan? " tanya luna lagi membuat ana kesal akan sikap luna

__ADS_1


" iya " jawab singkat ana


" lo kalo ada yang ngajakin bicara ga usah cuek, sok cantik amat sih cih " alex berdecih yang melihat ana sama sekaki tidak berubah


" ga papa lex biasa aja kali, bdw na pasti seru lah ya sekelas dengan alex, apalagi dia orang nya humoris " kata luna membuat ana diam dan hampir meneteskan air mata nya


hahhahha, humoris kau bilang? dia hanya begitu hanya kepada mu, sedangkan melihat dia tersenyum saja tidak pernah ---- batin ana mengingat ingat bagaimana alex jika bersamadiri nya


" emh biasa aja luna " jawab ana datar tanpa menoleh ke belakang


*ana apakah perasaan mu sama ku sudah pupus dimakan hari? apakah begitu kejam nya aku sehingga kau tidak mau melihat aku bahkan melirik aku? apakah ada pria yang sudah ada di hati mu? sehingga kau berubah? ----- batin alex menatap lurus kedepan


bukan aku yang tidak ada perasaan terhadap mu, tapi melhat kau begitu berbedan dengan aku dan luna, lebih baik aku menutup kenangan kita yang dulu, dan aku ga salah setelah aku menolak mu kau bahkan enggan menatap ku melirik pun tidak --- batin ana menyeruak*

__ADS_1


__ADS_2