
" sudah selesai " kata alex dingin meletakkan kembali alat pengering ke meja rias
" makasih " kata ana tersenyum, yang hanya di balas anggukan oleh alex
setelah ana delesai bersiap siap mereka berdua turun menuju ruang tengah menghampiri mommy nya yang sedang menonton..
" mommy " kata ana lemah duduk di samping mommy nya
" ngpain duduk? noh langsung peri " usir mommy ana tanpa basa basi
" hmm, ana pergi dulu ya mom " pamit ana menyalim tangan sang mommya dan melenggang pergi meninggalkan alex yang berdiri geleng geleng kepala melihat tingkah calon istri nya itu..
" heh dasar anak itu, tungguin alex ana " teriak mommy ana geram
__ADS_1
" ya udah mom, ga papa kok. kalo gitu kami pamit dulu ya mom " pamit alex ramah dan menyalim tangan mertua nya itu.
alex menyusul ana ke dalam mobil dan duduk di samping ana dengan wajah dinginnya, yang tanpa disadari ana, alex mulai mendekat sehingga membuat jarak antara mereka berdua tipis.
" lo,. ma .. mau apa? " tanya ana gugup dan langsung menyilangkan tangan nya ke atas di depan dada nya, dan memjam kan matanya
" klek " suara seltbet terpasang dan seketika ana membuka mata nya
" kenapa? berpikir yang ga ga sama gue? tenang aja gue mesum kayak lo " kata alex sinis
mobil alex berjalan menelusuri setiap jalanan yang sedang ramai berlalu lalang. alex yang sedang fokue menyetir sedangkan ana yang melihat lihat ke luar jendela guna mengurangi rasa gugup nya tak beberapa lama ponsel alex berbunyi
"hay alex " sapa dari seberang yang ana dengar karena alex meloudspeakerkan panggilan nya
__ADS_1
" hay luna, ada apa? " tanya alex dengan lembut, dan sesekali melirik ana yang hanya diam melihat ke arah jendela mobil nya
" lex, apakah kamu repot? " tanya luna berbasa basi
" tidak, kenapa? " tanya alex langsung
" aku bosan, mau kah kau keluar dengan ku? " tanya luna dengan lembut yang membuat ana iri akan luna
" boleh, tapi kau tahu kan lun aku akan menikah dan kami sekarang akan ke butik untuk fitting baju " jelas alex detail
" tidak papa, aku bisa nunggu kok, dari pada berjamur didini " kekeh luna yang masih bisa di dengar oleh ana
" hahaha kau bisa saja. oke tunggu kami ya bye " jawab alex tertawa yang tanpa dia sadari bahwa ana yang mendengar itu merasakan pedih dan luka kembali
__ADS_1
" hahaha lagi dan lagi hanya ada luka yang akan bertambah di hati ku lex melihat kau dengan dia, padahal bersama ku saja kau tidak pernah tertawa selepas itu tersenyum pun tidak, kau pantas lex mendapat kan gelar aktor terbaik yang bisa menjalan kan peran mu di depan semua orang. apakah aku yang terlalu berharap? apakah salah jika aku mencintai mu? apakah di saat aku berjuang mendapat kan mu apakah kau dapat berbalik kepada ku lex? apakah tunggu aku menyerah agar kau tahua arti dari sikap ku selama ini kepada mu? bagaimana bisa lex kau mengajak wanita di saat pemilihan baju, sebenarnya kamu menganggap aku apa lex? ya ya kau benar aku selalu kalah seperti kau bilang aku defeat, aku kalah yang harus memendam rasa yang seharusnya telah sirna " gumam ana terisak dan mengeluarkan air mata nya.