
setelah menyanyikan lagu yang menurut ana adalah lagu untuk dia saat ini, ana turun dari panggung dan menghampiri meja dimana dia semula.
" wah ana, suara mu bagus " puji luna dengan senyum maksa
" terima kasih luna " jawab ana datar
sementara alex hanya diam tanpa melirik ke arah ana..
sabar ya na, punya calon suami yang ga peka nya ketulungan, calon istri nya datang di lirik aja ga, disapa aja tidak apalagi di lihat astga.. gumam ana merasa kecewa
setelay selesai makan mereka pergi dan mengantar kan luna pulang..
" makasih ya lex " kata luna setelah mobil yang mereka kendarai berhenti tepat di depan rumah nya
" sama sama " jawab alex se singkat mungkin
" ga mampir dulu nih " usul luna membuat ana ingin sekali melempar dia ke lubang buaya
aish dasar ini orang ya, dah di kasih jantung minta hati lagi.. dah tahu gue ga nyaman kalo ada dia -- batin ana emosi
" lain kali aja lun, soal nya ana nanti malam kerja, daat sift malam dia nya " tolak alex tidak berbohong
" ya udah deh. bye " kata luna dengan ramah dan senyum
mobil alex pun keluar dari pekarangan rumah luna, setelah di lihatnya mobil alex tidak terlihat lagi baru lah dia masuk ke dalam rumah nya itu.
..... sementara di dalam mobil yang di tempati ke dua sejoli ini, hanya ada keheningan yang melanda, yang satu sibuk dengan ponsel nya dan yang satu fokus menyetir...
__ADS_1
" tring " suara ponsel ana membuat alex melirik ke sebelah nya itu
" gue hanya mengingat kan dari vany besok jam 1 siang kita mgumpul di kafe vany, dan loe harus datang " isi pesan yang masuk ke dalam ponsel ana, dan membuat ana menghembuskan nafas nya karena tak tau harus bilang apa lagi
" ya ya ya.. hmm " balasan ana terkirim dan langsung menyimpan ponsel nya ke dalam tas nya*
sementara alex yang lagi dalam mood penasaran akan pesan yang masuk ke ponsel ana membuat dia tidak lagi fokus menyetir, dan membuat dia mengerem secara tiba tiba
" sret... " suara decitan ban mobil dengan aspal
" aw... dasar lo haish " bentak ana mengusap usap kening nya yang terbentur ke kaca mobil alex
" aish, sial*n " umpat alex kesal melihat mobil yang di depan nya tiba tiba berhenti dan ingin menghajar nya tapi dia urung kan melihat calon istri nya itu kesakitan
" ana lo kenapa? " tanya alex khawatir dan meleas seltbet ana langsung memegang pipi ana serta mengelus nya
jantung jantung tolong jangan begini, kau berdegup kencang jangan sampai alex tahu soal ini -- batin ana dengan panik
" apa nya ga papa ini jidat lo merah gini, harus buat perhitungan kayak nya gue sama orang itu " emosi alex yang melihat jidat ana memerah karena sakit
" udah lah lex ga papa kok " balas ana memegang tangan alex yang hendak keluar dari mobil yang mereka kendarai
" hmmnh kita ke rumah sakit " kata alex dengab tegas
" ga usah lex, lagian cuman sakit ringan aja kok okey? " tanya ana yang masih memegang tangan alex
" hmmnh oke lah, tapi kalo lo megang tangan gue, kayak mana gue nyetir nya anatasya " kata alex menggoda....
__ADS_1
ana yang mendengar perkataan alex itu sontak melepas kan pegangan nya dari tangan alex
" emnh maaf " kata ana yang merutuki diri nya
" sudah lah sini " kata alex menarik ana hingga jatuh ke dalam pelukan alex
" gue ga papa kok lex " kata ana yang hendak menjauh kan kepala nya dari dada alex tapi kalah cepat karena alex sudaj lebih dulu menahan ana hingga ana seperti memeluk alex
" ga papa kok, biar kalo ada kejadian kayak tadi lo ga kenapa napa, dan peluk aja gue, ya ga mungkin kan gue nyetir terus sampai ke rumah satu tangan, biar lo aman lo peluk gur aja kalo lo ngantuk tidur aja ya " kata alex memberikan pengarahan dan tersenyum senang melihat pujaan hati nya memeluk dia meskipun karena di paksa kan
...... hampir satu jam alex mengandarai mobil nya itu secara perlahan lahan dengan sengaja agar momen mereka saat ini dapat lebih lama, dan sampai lah alex di depan rumah sanjaya, sementara ana yang tertidur lelap sambil memeluk alex dengan erat seakan akan tidak ingin melepas kan pelukan nya..
tanpa pikir panjang alex langsung menggendong ana ke dalam rumah sanjaya tersebut.... berbedan dengan ana yang merasa ada yang bergerak, ana langsung membuka mata nya yanh masih samar samar itu...
" wah alex kau sangat tampan, aku sangat mencintai mu " kata ana yang berpikir bahwa dia sedang bermimpi dan langsung sajs mencium bibir alex dengan bebas dan mengalungkan tangan nya di leher nya, yang untung saja ketepatan orang tua ana tidak berada di dalam rumah, dan pembantu mereka sedang berada di belakang..
alex yang mendengar perkataan ana terkejut dan lebih terkejut lagi di karenakan ciuman tiba tiba dari ana meskipun membuat alex tersenyum senang..
dengan hati yang bahagia alex menggendong ana sampai ke dalam kamar ana, dan ana yang masih mencium serta menggigit bibir alex yang tiada henti henti nya..
" alex i love you " gumam ana yang masih di dengar oleh alex setelah alex meletakkan ana ke atas tempat tidur nya..
alex yang ingin pergi tiba tiba tangan nya ditarik oleh ana sehingga membuat alex hampir saja jatuh di atas tubuh ana beruntung alex menahan tubuh nya dengan kedua tangan nya.. melihat ana dari jarak dekat membuat gairah alex naik, dan membuat alex mengecup bibir ana dengan lembut berawal daru kecupan menjadi ******* yang panas serta memberi kecupan di leher mulus ana
" amnhhhh" desah ana yang lolos keluar dari mulut ana, membuat kejantanan alex memuncak
alex yang ga biasa bergairah itu, membuat dia frustrasi karena selama ini alex tidak pernah bernafsu seperti sekarang ini, karena tidak tahu berbuat apa alex menindih kan ana ke atas nya dan merenggang kan kaki ana, dan membuat ana naik turun di atas tubuh nya itu..
__ADS_1
" ahhhh emnh " desah alex menahan nya agar tidak membangun kan ana, tetapi nihil yang malahan membuat nafsu alex bertambah besar, dan di luar kesadaran nya alex mulai menarik kaos yang di pakai ana dan membuka pengait bra nya dan melihat itu membuat alex ingin menerkam pemandangan yang ada di depan nya itu..
" oh shitt " unpat alex yang seketika sadar akan perbuatannya dan pergi ke kamar mandi