
mobil yang di kemudi kan alex berhenti di depan butik yang mewah..
" sudah sampai " kata alex membuka seltbet nya dan turun dari mobil nya itu
" ana, ayo turun kita sudah sampai " kata luna membuyarkan lamunan ana dan menyusul alex ke dalam butiq
sebenar nya yang mau nikah siapa sih? serasa mereka aja. dan gue jadi kayak pendamping mereka haisshhhh -- batin ana menggerutu
" okh ya. terima kasih luna " jawab ana memaksakan senyuman
ana turun dan menyusul alex beserta Luna di samping nya..
" silahkan masuk tuan dan nona " kata seorang waria yang tak lain adalah karyawan butiq tersebut.
" saya mau mencoba pesanan atas nama Alex Louis " kata alex langsung setelah mereka bertiga di dalam butiq
" baiklah, sebentar ya tuan " jawab waria tersebut, dan bergegas pergi mengambil pesanan yang sudah di persiapkan untuk mereka
" ini tua dan nona silahkan di coba " kata waria tersebut memberikan baju itu
" wah kalian sepasang kekasih yang serasi, lihat cewek nya cantik dan cowok nya ganteng. semoga langgeng ya sampai pernikahan " celutuk karyawan lainnya kepada teman nya menunjuk alex dan luna, yang membuat luna hanya tersenyum tanpa membantah
iya, sedang kan para karyawan saja sudah tahu bahwa gue ga cocok jadi pasangan dia, mereka benar alex dan luna bagai kan pasangan kekasih sedangkan gue hanya pembantu yang berada di samping mereka jika di butuhkan ---batin ana tidak terasa membuat mata nya basah
__ADS_1
" hahahah nikah juga rupanya kau alex? tante pikir kau akan jadi jomblo abadi " gurau seorang wanita yang seusia nya seerti mommy ana datang menghampiri mereka bertiga
" akh tante bisa aja, emang tante mau keponakan tante ini tidak menikah? " balas alex menggurau omongan wanita tersebut
" hahahah dasar kau, okh iya perkenalkan saya tante nya alex merlinda, dan kau pasti ana ya kan? " kata tante merlinda menebak luna sebagai ana dan memeluk nya
alex yang tante nya yang salah mengenali calon istri nya, membuat dia melirik ke arah ana yang hanya diam membisu tanpa mengucap kan sesuatu atau membantah
hahahahaha, dasar ana tante blnya aja salah mengenali mu, bagaimana tidak cowok berengsek yang akan menjadi suami mu itu berada di tengah tengah dan jarak nya dengan luna sajs yang dekat dan hampir bersentuhan sedangkan sama mu begitu jarak sekali. hahahahhahaha ana ana kenapa nasib mu seburuk ini hahahahaha ana ana -- batin ana ketawa untuk menutupi pedih nya hati nya saat ini
" ehm tante salah prediksi, calon istri ku ini " bantah alex memegang pundak calon istri nya itu
" astaga benar kah? maaf kan tante ya nak tante salah " kata tante merlinda menyesal, karna dia sudah tahu bahwa pernikahan ini barawal dari perjodohan dan dia salah prediksi siapa calon istri keponakan nya itu yang pasti akan membuat hati nya yang robek
ingin rasa nya aku lari ke bukit tinggi dan berteriak bahwa aku tidak baik baik saja saat ini, ingin aku menyerah atas pernikahan ini tapi ayah ku pasti kecewa, akhhhhhhhh -- teriak ana furustasi membatin
" ya udah ana ini gaun nya dan alex ini jas nya, pakailah " kata tante luna meunjukkan ruang ganti nya
" makasih tante " jawab ana menyunggingkan senyuman dan langsung pergi untuk menangid dalam diam, setidak nya dia bisa mengeluarkan keluh kedah nya di dalam ruang ganti itu
ana, pergi menuju ruang ganti dan masuk ke dalam ruang tersebut, seketika air mata nya jatuu tanpa di minta membasahi pipi nya yang halus, dia menangid tanpa mengeluarkan suara dan membuat bahu nya gemetar menahan suara agar tangisan nya tidak di ketahui oleh siapa pun..
setelah beberapa saat ana menangis dan merasa aga baikan dia menghapus air mata nya meskipun masih ada bekas air mata di pipi nya dan mata nya yang masih basah.. ana langsung memakai gaun nya dan setelah di pakai kan oleh nya.
__ADS_1
" wah wah ana kau cantik sekali " puji tante merlinda membuat ana blushing
" cantik " gumam alex yang bisa di dengar oleh ana
mendengar kata cantik keluar Dari mulut alex membuat ana salah tingkah
" ya ana kau sangat cantik " puji luna dengan muka yang berbeda
alex tidak pernah sekali pun pernah memuji apalagi mengatakan wanita cantik selama 5 tahun terakhir ini -- batin luna kesal dengan apa yang di kata kan oleh alex
" bagaimana ana? apakah cocok? " tanya tante merlinda meminta pendapat
" emnhh cocok tan dan nyaman " jawab ana tersenyum
" okh iya tan, makasih banyak ya tan untuk gaun nya " kata ana lagi
" sama sama istri keponakan ku " jawab tante merlinda membuat ana merona
apakah dia barusan menangis?? tapi kenapa?? kenapa dia tidak beri tahu aku? ya sudah lah kalo dia tidak menganggap ku apa boleh buat - tanya alex dalam hati nya yang melihat ada bekas air di pipi nya dan mata nya yang masih basah
" kalo gitu, kami permisi dulu ya tan " kata alex dengan ramah
" iya, kalo gitu hati hati ya sayang " kata tante merlinda
__ADS_1
mendengar itu alex dan lainnya pergi meninggalkan butiq