
setelah mencoba gaun pengantin, alex beserta yang lain nya pergi menuju ke kafe...
🌹 beberapa menit kemudian mobil yang mereka bawa telah berhenti di sebuah kafe. ana, alex dan luna turun dan menuju ke dalam kafe. Seperti biasa tidak ada perkataan alex yang dia lontar kan kepada ana, sekedar mengajak pun tidak
" mau mesan apa tuan dan nona " kata pelayan kepada mereka yang duduk di meja dekat pojok
" nasi goreng ayam nya 2 dan juice mangga 2, kamu apa? " tanya alex yang sebenarnya tau kesukaan dari ana, tapi bisa aja kan dengan berubah nya waktu semua nya berubah??
iya ya aku bukan lah siapa siapa, jadi anatasya sanjaya yang terhormat jangan nangis karena cowok di samping mu ini tidak tahu apa kesukaan mu -- batin ana menggemuruh dengan dua orang di depan nya yang satu calon suami yang satu nya tak tahu harus bilang apa..
" emng bakso jumbo 1 dan juice orange satu ya mbak " pesab ana menyebut kan makanan kesukaan nya itu
" baik, silahkan di tunggu tuan, nona " pamit sang pelayan tadi meninggal kan meja mereka
bodoh kau alex bodoh, kenapa kau ga langsung memesan makanan gadis pujaan mu itu, haish ternyata gue yang salah selama ini -- batin alex merutuki kebodohan nya saat ini
" aku permisi sebentar ke toilet " kata ana dan langsung meninggal kan mereka dan pergi menuju toilet..
........ di dalam toilet, ntah sudah ke berapa kali nya ana menangis sehingga membuat ke dua mata nya memerah akan air mata yang selalu keluar dengan deras nya
" ana lo harus kuat, jangan lengah dan tunjuk kan tanpa dia pun lo selalu bahagia dan baik baik saja " gumam ana menyemangati diri nya sendiri yang sudah acak acakan dengan rambut yang tidak tertata dengan rapi dengan wajah sembab karena kebanyakan tangisab yang dia lakukan
setelah menyelesaikan ritual nya di kamar mandi, ana keluar dengan berjalan lemas karena tenaga nya sudah terkuras habis, dan tidak sengaja ana menabrak seseorang
" aish sialan banget sih gue " desis ana yang sungguh sial hari ini
" ana.. " pekik seorang wanita yang tak lain adalah vany
" ha vany? lo kok bisa disini? " tanya ana heran
" iya iyalah ini kan kafe gue yang gue rombak ulang serta desain nya " jelas vany membuat ana menganggukkan kepala nya
__ADS_1
" okh iya na, lo habis nangis ya? kok muka lo sembab gitu? " tanya vany yang melihat wajah sahabat nya itu sembab dan mata yang berair
" ga papa kok " elak ana tersenyum paksaan
" ana gue sahabat lo, besok lob harus cerita sama gue, hana dan ririn ga ada bantahan " kata vany seperti mamak mamak saja
" ya ya ya ya " jawab ana kesal
" okh iya lo mau ga nyanyi di kafe gue? ya hitung hitung melepas penat yang loe rasakan gimana? " tanya vany memberikan usulan
" ya ga masalah " jawab ana setuju dengan usul vany sahabat nya itu
ana dan vany pun berjalan ke atas panggung, vany meminta kepada mc kafe dia meminta waktu agar sahabat nya itu bernyanyi....
" silahkan sahabat ku " kata vany mempersilahkan ana naik ke atas panggung
ana meminta gitar, dan duduk di kursi yang sudah di persiapkan dibhadapan mik yang beridiri itu..
ana mulai memetik gitar dengan lembut, seakan akan menyalurkan perasaan nya saat ini..
" eh lex itu bukan nya ana? " tanya luna menunjuk arah panggung
alex yang tadi nya tenggelam dalam lamunan nya, ketika mendengar nama ana langsung saja melihat ke arah yang di tunjuka oleh luna
" iya lo benar, " jawab alex yang masih memperhatikan
*Kau yang pernah singgah di sini
Dan cerita yang dulu kau ingatkan kembali
Tak mampu aku 'tuk mengenang lagi
__ADS_1
Biarlah kenangan kita pupus di hati
Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu di awal dulu
'Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedihmu
Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?
Yang harus 'ku pendam dalam mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi
Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu di awal dulu
'Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedihmu
Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?
Yang harus 'ku pendam dalam mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya
__ADS_1
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi...
ana yang menyanyikan lagu itu menangis dan membuat yang mendengar juga terhipnotis dan ingin sekali menangis juga alex yang tak dia sadari telah menjatuhkan air mata nya yang masih memandang gadis pujaan nya itu*