My Husband My Love

My Husband My Love
jalan


__ADS_3

Alex sebagai ketua kelas disuruh mendata setiap siswa di kelas nya dan manuliskan nomor hp mereka yang aktif.


" saya akan membagi kertas biodata untuk setiap siswa, dan semua harus di isi dengan benar " kata alex dan membagi kertas yang ada di tangan nya


setelah semua mendapatkan kertas itu, alex pun kembali ke kursi nya untuk mengisi kertas biodata dia sendiri.


" jika sudah selesai oper ke depan agar saya kumpul " perintah alex setelah 20 mwnit pengisian biodata berlalu


mendengar perkataan alex, semua mereka mengoper kertas biodata itu ke depan mereka, guna agar ketua mereka lebih cepat mengumpul kertas tersebut.


ya begitulah alex, dia berbicara formal jika untuk mengatakan pengumuman dan suruhan guru.


" lex emana itu untuk apa? " tanya rio sang wakil ketua


" ntah gue juga gat tahu ri, gue cuman di suruh aja " jawab alex berbohong, yang padahal itu hanyalah akal akalan alex agar mendapatkan nomor ana tanpa dia minta.


" ooo " rio hanya ber o ria untuk membalas


" loh kok ga lo serahin lex ke guru? " tanya ana tiba tiba karena heran kertas yang mereka isi dia simpan ke dalam tas nya.


mendengar pertanyaan dari ana membuat alex berpikir keras mendapatkan alasan supaya mereka semua ga curiga


" iya benar juga, adek juga heran bang " celutuk cici menyesak alex agar menjawab mereka


" oh emm iitu. ya gini pak pabud bilang nanti gue kasih tunggu jam pelajaran kita selesai agar tidak menganggu proses belajar mengajar.. ya gitu " jawan alex yang sempat gugup mau bilang apa


mendengar kata pak pabud, teman sekelas alex hanya diam, karena mereka berpikir apa yang dikatakan alex benar

__ADS_1


setelah jam sekolah selesai ana dan the geng nya pulang, seperti biasa mereka nongkrong di kafe tempat biasa mereka


" na, gue heran beberapa ahri ini, gue lihat kayak nya ada yang aneh dh sama lo " ririn membuka suara sambil meminum juice yang dia pesan tadi


" aneh bagaimana si ri? " tanya ana balik


" iya soalnya kayak nya lo sama alex ada sesuat gitu deh, kalian meskipun terus berdebat tapi romantis gitu " perjelas ririn yang sangat kepo apa yang terjadi kepada sahabat nya ini


" iy na benar juga, loe kalo istirahat ga mau ke kantin, padahal biasanya lo yang sering ngajakin kita ke kantin kenapa? " tanya hana yang semakin penasaran melihat sahabat nya hanya diam


" apa jangan jangan lo jadian ya sama si alex? " tanya vani juga mulai curiga dengan ana


" itu emnh " dengan gugup ana menjawab


" dan pernah gue lihat si alex mengelus perut lo na, dan kalian duduk pelukan di taman sekolah " celutuk vany, membuat hana dan ririn menganga


" huh, baiklah gue jujur sebenarnya dia pernah nembak gue, tapi loe tahu prinsip gue, gue nolak dia makanya ya begitu lah " jelas ana yang membuat ketiga sahabat nya bingung


ana yang sedang berbaring di kamar kesayangan nya ityu, sambill memainkan ponsel nya, tiba tiba kening nya berkerut pesan masuk tanpa nama


"hy ana, mengganggu ga? " isi pesan yang masuk dari ponsel ana


" ini siapa ya? " balas ana menanyakan nomor baru yang ada di ponsel nya


" alex " balasan singkat membuat ana melototkan matanya


" ada apa " dengan ketus ana mengetik

__ADS_1


" selow judes banget sih " balas alex yang senyam senyum sendiri di seberang sana melihat pesannya dibalas


" lo dapat nomor gue dari mana? " tanya ana heran darimana dia mendapat nomor nya \


" rahasia honey " balasan singkat membuat jantung ana berdegup kencang


" honey? " ketik ana yang tesenyum di atas ranjang nya itu


" kan mulai lagi " balasan singkat mebuat ana terkekeh geli


" ya ya " balasan ana membuat alex juga gembira tak karuan di balon kamar nya


setelah momen pesan pesanan itu, membuat ana dan alex semakin dekat dan kompak, layaknya sepasang kekasih. mereka duduk bersama di taman sekolah sambil bercerita, pulang alex mengantar ana, dan masih banyak lagi, dan suatu ketika


" tring " suara pesan masuk ke ponsel ana


" na, nanti malam jalan yok " pesan yang masuk


" kemana? " balas ana heran


" pokok nya lo mau ya, nanti gue jemput " balas alex memaksa


" oke deh jam berapa? " tanya ana memastikan


" jam 7 " balas alex


setelah membaca pesan singkat itu, ana loncat loncat di atas ranjang nya tersenyum gembira, serta terlonjak kaget melihat jam menunjukkan jam 6:00 yang berarti dia hanya punya waktu satu jam untuk bersiap siap

__ADS_1


setelah selesai akan segala ritual nya bersiap siap, ana berdiri di depan cermin dan tersenyum melihat dirinya, dan terdengar suara panggilan


" non, ada nak alex di depan " panggil bi dem yang tak lain adalah pembantu mereka


__ADS_2