
hari ini adalah hari libur rafa,ia ada janji dengan mira akan mengajak kerumahnya untuk bertemu dengan intan.
"intan"
"ya mas"
"aku akan menjemput mira,ia ingin bertemu dengan mu apakah kamu mengizinkanku" ucap rafa
"ya mas silahkan" intan sudah terlihat biasa biasa saja walaupun hatinya seperti ditusuk seribu jarum.
"terimakasih kamu sudah mengizinkan ku, aku mencintaimu" kata rafa lalu ia mengecup kening istrinya.
"mas aku menyerah mulai hari ini, terserah kau mau bagaimana, aku sudah tak kuat lagi mas,ini baru permulaan belum sampai menikah tapi sakit nya sudah sangat luar biasa" ucap dalam hati intan.
"nona"
"ya bibi"
"yang sabar ya" bi surti menggenggam lembut tangan intan
"terimakasih bi"
bi surti ikut merasakan rasa sakit hatinya intan.
"sekarang bibi siapkan makan siang yang enak ya bi,ini untuk tamu spesial kita" ucap intan
"baik nona" lalu bi surti pergi ke dapur dan mulai memotong sayuran
"nona hati anda terbuat dari apa,anda sangat lembut dan baik.saya kasihan padumu nona.tapi saya tak bisa berbuat apa apa".ucap dalam hati bi surti.
"mas kau sudah sampai" ucap mira
"ya aku secepatnya kesini "
"kamu merindukan ku ya mas"
"tentu saja hehe"
"masuk mas,ada ayah yang ingin bicara dengan mu"
"baiklah"ucap rafa
"ayah ini ada mas rafa"
"ah iya calon mantuku" ucap ayah mira
"apa kabar ayah"
"ayah baik baik saja,ayah senang kamu menyukai putri ayah satu satunya"
"tentu saja ayah putri mu baik dan juga cantik,aku mencintainya"
"terimakasih rafa,jagalah putriku nanti setelah kau menikah"
"tentu saja ayah"
"kamu memang menantu idaman saya" ucap ayah mira
"em ayah aku meminta izin akan pergi kerumah rafa,aku ingin menemui istrinya rafa"
"pergi lah nak, ingat kamu harus menghormati dia"
"ya ayah baik"
"kami pamit dulu ayah" ucap rafa lalu mereka pergi
"mas aku takut"
"kenapa mira"
"aku takut istrimu tak suka padaku"
"tidak, tenang saja intan adalah istri yang baik"
__ADS_1
"benarkah mas"
hati mira sudah tak karuan akan menemui intan. lalu rafa menggenggam tangan mira dan mencium tangan mira dengan lembut.
"tenanglah jangan takut,disini ada aku" ucap rafa
"ya mas"
"nah kita sudah sampai" ucap rafa
"emm rumah mu besar sekali mas"
"ini rumah ibuku"
"sama saja mas"
"ayo mari kita masuk"
mira menarik nafas panjang ia merasa deg deg an akan bertemu intan.
tingtong bel berbunyi.
"bi itu ada tamu,tolong bukain pintunya"
"baik nona,tapi nona sepertinya itu tuan muda"
"bukalah bi,aku akan menunggu di ruang tamu"
"baik nona" hati intan sudah tak karuan akan bertemu dengan madunya. "aku tak boleh mengeluarkan air mata,aku harus menahan nya.kuat kan aku tuhan" ucap dalam hati intan.
"silah kan tuan nona masuk" ucap bi Surti
"mana intan bi"
"nona ada diruang tamu sedang menunggu tuan"
"ayo" ucap nya pada mira dengan menggenggam tangan mira .
"intan"
"ya mas"
"intan kenapa diam saja kenalkan ini mira"
"mira" ucap intan dengan menitikkan air matanya. intan tak menyangka bahwa mira sahabat nya sejak kecil yang akan menjadi madunya.
"intan" mira pun tak menyangka bahwa intan istri dari rafa,ia merasa hatinya sakit karna ia harus menjadi madu sahabatnya sendiri.
"kalian saling kenal" ucap rafa
"mira sahabatku mas"
"apa dia sahabatmu, benarkah mira"
"ya mas"
lalu mira mendekati intan dan memeluk nya.
"intan ternyata kamu lah istrinya rafa,aku tak menyangka aku akan menjadi madu mu.jujur intan aku sakit hati,maaf kan aku"
"kamu tidak bersalah mira,menikah lah dengan suami ku" mereka saling berpelukan dan mengeluarkan air matanya.
"intan aku sakit hati mendengar nya, rasanya aku tak bisa menikahi rafa"
"tak bisa begitu mira, kamu tetap harus menikah demi aku,karna aku sudah lama tak memiliki keturunan"
"hiks hiks kamu membuat ku sakit intan,kau sahabatku.aku tak tega melakukan nya"
"tak apa apa,aku ikhlas mira, aku kira bukan kamu yang jadi maduku,ternyata sahabat aku lah yang jadi maduku.aku senang kau yang jadi madu ku"
"intan mira" panggil rafa
"mas berbahagialah dengan mira,dia sahabat kecilku"
__ADS_1
"intan tapi aku"
"tak apa mira,ini perintah ku"
"terimakasih intan, maafkan aku karna aku sudah mencintai suami mu"
intan hanya tersenyum menanggapi ucapan mira.
"kalian makan lah dulu,aku akan ke kamar ku dulu" ucap intan
"terimakasih intan"
"sama sama"
"duduklah disini sayang" ucap rafa pada mira
lalu intan pergi meninggalkan mereka berdua dan menuju ke kamar nya.
intan hanya ingin mengeluarkan tangisan nya."tuhan kenapa sahabatku" intan menangis dengan penuh air mata
"jujur ini lebih sakit tuhan,kenapa dia yang jadi maduku,aku ingin membenci nya tapi aku tak bisa,aku harus bagaimana?ðŸ˜ðŸ˜.hatiku perih dan sakit rasanya aku ingin mati saja" ucap intan dalam hatinya
intan memang paling bisa menyembunyikan perasaan nya ia seperti wanita yang kuat padahal ia benar benar lemah melihat suaminya akan menikah dengan sahabatnya.
"aku tak menyangka jalan hidupku akan seperti ini🥺"
"hati ku sakit"
"rasanya aku ingin mati"
"rasanya aku ingin pergi dari sini mas" hiks hiks hiks
Ho-oh
(Dekat denganku, peluk diriku) Oh-oh
(Berdiri tegak di depan aku)
(Cium keningku 'tuk) yang terakhir
Ku 'kan menghilang jauh darimu
Tak terlihat sehelai rambut pun
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu
"mas kenapa intan tak kesini lagi"
"emm aku akan menemuinya,kamu tunggu disini ya"ucap rafa
"iya mas"
"intan aku tau kamu pasti menangis disana,maafkan aku yang sudah membuatmu terluka, tapi aku tak bisa membatalkan pernikahan ini karna ini perintah ayahku" ucap mira dalam hatinya.
"intan"
intan kaget tiba tiba rafa sudah di dalam kamarnya, "emm ya mas ada apa"
"kamu menangis lagi"
"tidak mas"
"kamu berbohong padaku intan"
"maafkan aku mas,aku sudah tak kuat lagi menahan air mata ku"
"intan" lalu rafa memeluk intan dengan erat.
__ADS_1
"aku harus bagaimana intan, sekarang aku tak bisa membatalkan nya,aku mencintaimu dam aku juga mencintainya.maaf kan aku yang egois"
"tidak mas ,kamu tidak egois kamu sudah benar,kamu sudah berbakti pada ibu mu.. aku hanya ingin menangis saja disini karna aku tak menyangka ternyata madu ku adalah sahabatku" ucap intan