My Husband Remarriage

My Husband Remarriage
episode 23


__ADS_3

"Intan" ucap Rafa yang tiba tiba berada di kamar Intan


"Ada apa mas" tanya intan


"Aku ingin bicara dengan mu"


"Tentang apa mas" tanya intan lagi.


"Mira hamil" deg mendengar kata Mira hamil Intan merasa hatinya perih.


"Benarkah mas,aku senang kalau begitu "ucap Intan


"Ya jadi aku ingin bertanya padamu, apa kau ikhlas jika aku bersama mira tanpa ada kamu" ucap nya


"Maksud mu apa mas"


"Aku ingin bercerai" lirihnya dengan suara yang pelan karna ia juga sebenar nya tidak tega tapi ini kemauan Mira.


"Apa mas,kau ingin bercerai dengan ku, aku tidak mau mas, aku akan tetap jadi istri mu" ucap intan dengan tegas.


"Kenapa kau masih ingin dengan ku sedang kan aku selalu menyakitimu"


"Mas apa benar kau sudah tidak mencintai ku lagi, apa ini karna mira mas...kenapa kau ingin menceraikan ku mas sedang kan aku sudah mengizinkan mu menikah lagi tapi apa balasan mu ini mas" intan langsung mengeluarkan air matanya dan begitu pun dengan rafa ia langsung terdiam. Rafa merasa bersalah pada intan dulu intan lah yang mengizinkan nya menikah namun sekarang ia malah terbuai ucapan mira yang harus menceraikan intan.


"apa benar mas kau tak mencintaiku,kau tega mas" hiks hiks. lalu rafa langsung memeluk intan.


"maafkan aku intan, aku masih mencintai mu ,maafkan aku"


"kau tega mas hanya karna mira kau ingin membuang ku"


"maaf aku minta maaf intan"


"mas kau tau aku tak punya siapa siapa lagi mas hiks hiks"


"maaf kan aku intan,aku masih mencintaimu"


lalu intan tersenyum bahagia "aku harus mengambil hati mas Rafa lagi" ucapnya.


"ya sudah kalau gitu aku akan pergi dulu"


"iya mas" kemudian Rafa pergi meninggal kan intan karna hari ini Rafa akan mengajak Mira untuk memastikan kandungan nya.


"mira" panggil Rafa


"ya mas"


"ayo kita cek kandungan mu"


"iya mas ayo, emm tapi kamu barusan sudah dari mana mas" tanya mira


"hanya mengobrol dengan intan saja"


"emm gitu mas,ya udah ayo berangkat mas" mereka berdua pergi menuju rumah sakit yang akan di kunjungi.


"mas kamu ingat kan waktu semalam"


"iya aku ingat"ucap rafa

__ADS_1


"kamu serius kan mas mau menceraikan intan"


"beri aku waktu Mira,aku akan memikirkan nya lagi"


"mas ko gitu sih kamu kan sudah janji sama aku,apa kamu ga mau anak dikandunganku mas"


"bukan begitu mira,tolong beri aku waktu"


"ya mas tapi harus secepatnya,aku tak mau tahu mas"


"iya iya aku janji ko"


"makasih sayang" ucap Mira


rafa bingung harus memilih mana disisi lain ia tak mau meninggalkan intan karna intan cinta pertamanya dan karna intan juga ia bisa bersama dengan Mira tapi ia juga bingung pada mira yang memaksa untuk menceraikan intan tentu saja ia pasti akan menuruti kemauan Mira karna mira sedang mengandung anak nya. ini membuat rafa bingung.


"sudah sampai ,ayo kita temui dokter kandungan nya" ucap Rafa


"ya mas ayo"


dengan hati bahagia,Rafa sangat memanjakan Mira demi sang buah hatinya.


"sayang apa kau ingin naik roda biar tidak cape"


"aku bukan cacat mas,aku tidak mau" kata Mira


"ini bisa membuatmu nyaman, aku akan mendorong mu"


"tidak mas aku hanya ingin berjalan saja"


"mas yang ngandung nya aku, yang jalan juga aku, bayi kita tidak akan merasakan cape"


"emm begitulah,ya udah ayo masuk dokter kandungan nya ada di dalam " ucap Rafa


selamat siang tuan nona" ucap dokter lyly dokter kandungan yang akan memeriksa Mira.


"siang dok"


"silah kan berbaring nona" sebelumnya Rafa dengan dokter lyly sudah berkomunikasi jadi tidak banyak pertanyaan dari dokternya.


"usia kandungan nya mau menginjak 3 Minggu nona"


"akhirnya jadi aku benar hamil dok" ucap Mira dengan penuh kebahagiaan


"iya selamat nona"


"apa jenis kelaminnya sudah kelihatan" ucap Rafa


"maaf tuan nanti sekitar usia 24 Minggu sudah bisa kelihatan"


"ah aku harus menunggu kalau begitu" ucap Rafa


"iya tuan, tolong jaga kesehatan istri anda karna trisemester awal masih rentan"


"baiklah" ucap Rafa


"tolong di habiskan vitamin nya ya nona"

__ADS_1


"iya dok"


kemudian Rafa dan Mira pergi meninggalkan rumah sakit, Rafa terus mengecup kening mira ia benar benar bahagia dengan kehamilan Mira.


"mas sudah jangan terus terusan kecup kening aku" kata Mira


"aku hanya bahagia" ucap nya "terimakasih sudah mengandung anak ku"


"sama sama mas ,tapi ingat kau harus menuruti kemauanku mas"


"kau mau apa, aku akan siap dengan apa yang kamu mau"


"aku ingin kau menceraikan intan,itu saja mas"


"baiklah tolong beri aku waktu 3 bulan untuk memikirkan nya"


"mas kenapa lama sekali"


"Mira tolonglah"


"hemm baik mas hanya 3 bulan ya mas"


"iya sayang aku janji" ucap rafa namun di hatinya ia benar benar keberatan dengan kemauan istri mudanya ini.


"kalian sudah dari mana" ucap intan


"kami sudah memeriksa kandunganku,dan aku sedang mengandung" ucap Mira dengan bahagia untuk memanasi intan


"aku turut bahagia mira"


"ya harus dong,ini kan anak spesial" ucap Mira "oh iya aku belum lama menikah dengan mas rafa namun aku sudah bisa mengandung,itu karna rahim ku sehat" ucap nya


"ya selamat ya" kata intan dengan senyum terpaksa.


lalu mira menggandeng tangan rafa "mas makasih loh karna kamu yang besar dan kuat bisa membuatku hamil" ucap Mira di depan intan tanpa rasa malu.


intan hanya menunduk,ia merasakan bahwa dirinya tidak lah sempurna untuk suaminya .


"aku pamit dulu" ucap intan lalu intan pergi keluar namun rafa menghentikan nya.


"kau mau kemana" ucap nya


"aku ingin mencari udara segar" Kata intan


"aku ikut" ucap Rafa


"mas kau jangan ikut, anak mu ingin berada di dekat papa nya terus nih" ucap Mira dengan manjanya.


"emm maaf intan mas ga jadi"


"tidak apa apa mas,manjain saja istri muda mu itu" kata intan lalu ia pergi meninggalkan Rafa dan Mira.


intan berlari jauh dari rumah nya ia tak punya tujuan untuk pergi ia hanya berlari menjauhi mereka berdua.


"aku sakit hati mas" intan berlari dengan mengeluarkan airmata nya.


"hati ku sakit mas" bruk tiba tiba intan terjatuh namun ia tak merasakan sakit walaupun kakinya berdarah.ia hanya sedang merasakan sakit di hatinya. "aaaaaaaaaa" teriak intan yang ingin meluapkan isi hatinya.

__ADS_1


__ADS_2