
"terimakasih atas tumpangan nya" ucap intan
"sama sama,apa kau tak akan menyuruhku masuk"
"em ah iya maaf hari ini aku ga bisa menyuruh mu masuk karna dirumah ku sedang tak ada siapa siapa"
"memang kenapa kalau tak ada siapa siapa" ucap revan
"takut terjadi fitnah jadi lebih baik kau pulang saja"
"cihh dasar tak tau terima kasih, kepedean ya kamu takut di apa apa in sama aku" goda revan
"tidak ko ,emm lain kali saja kalau ada mas rafa kamu boleh masuk"
"ya udah deh aku pulang dulu ya"
"hati hati revan" intan melambaikan tangan nya dengan senyuman yang manis menurut revan ."manis" ucap revan dalam hatinya.
ini gambaran revan yang cool😂.
setelah kepergian revan,dinda merasa kesepian lagi tidak ada yang mengajak nya ngobrol,ia merenungi nasib nya malam ini bahwa sang suaminya telah menjadi milik orang lain.
"hufft aku cape sekali lebih baik aku tidur saja, biarkan lah mas rafa berbahagia dengan istri barunya" dinda yang ingin menutup matanya namun tiba tiba ada yang memanggilnya.
"dinda"
"mas rafa kau sudah pulang" tiba tiba ada mira di belakang rafa
"hay intan" intan seketika terkejut dengan keberadaan mira,ia baru berpikir bahwa mira juga istrinya rafa.
"kenapa kamu tak menemuiku sebelum pulang"
"maaf mas ,aku lelah jadi aku memutuskan pulang tadinya aku mau menemui mu namun banyak tamu yang datang" keluh intan
"lain kali kau harus izin padaku apapun alasan nya,lalu kamu pulang dengan siapa"
"aku pulang dengan revan, ga sengaja ketemu dia di jalan tadi nya aku mau naik taksi tapi ga ada yang lewat"
"hemm ya sudahlah yang penting sekarang kamu sudah ada dirumah,aku sangat mengkhawatirkan mu"
"maaf mas"
"emm mas kamar ku dimana,apa kita akan tidur bertiga" ucap mira
"kau konyol sekali mira mana bisa aku tidur bertiga" ucap intan memelas.
"kamar mu bersebelahan dengan intan"ucap rafa
"oh yang disebelah sini ya mas,yaudah kalau gitu aku ke kamarku dulu mas, bye intan"
"ya" jawab intan singkat.
__ADS_1
"intan malam ini aku akan tidur bersama mira, kau harus mengerti tentang ini, aku akan membagi waktu"
"ya mas terserah kau saja aku mau tidur ngantuk"
"selamat tidur sayang" rafa mengecup kening intan. namun saat ini kecupan rafa berbeda tidak seperti dulu kecupan yang hangat.lalu rafa pergi dari kamar intan ia malam ini akan tidur dengan mira. tau kan kalau sudah menikah pasti akan malam pertamaan wkwkwk😂
jam 02.00 intan terbangun, ia merasakan haus. "tenggorokan ku rasanya kering, aku harus mengambil air hooaammm" lalu intan pergi menuju dapur
baru saja sampai depan pintu ia mendengar ******* mira.
"ah mas ini sakit"
"sedikit lagi sayang tahan"
deg jantung intan merasakan sakit yang amat dalam, ia seketika lemas lalu terduduk di lantai dan menangis.
"mas hiks hiks,kenapa rasanya sakit sakali mendengar kamu tidur dengan sahabatku,sakit ya tuhan" intan ingin berdiri namun kaki nya merasa lemas.
"mas ahh" desah mira
intan semakin menjadi mendengar ******* mira.
"tolong aku tuhan hiks" seketika haus pun hilang ia tak ingin melanjutkan untuk ke dapur.ia ingin kembali ke kamarnya namun kaki nya lemas. jadi ia berusaha pelan pelan untuk bangkit dan sampai akhirnya ia sudah berada di kamarnya.intan menangis sejadi jadi nya. "hiks hiks hiks sakit hati ini",ini lebih sakit dari perkataan ibu yang selalu memaki ku, rasanya ku ingin mengulang kembali,aku tidak ikhlas mas" hiks hiks
"punya mu kenapa nikmat sekali" ucap rafa,wajar saja ya karna masih virgin😄
"tapi aku perih mas"
"nanti juga terbiasa,terimakasih sayang"lalu rafa mengecup kening mira.
"aku harus kuat aku tak boleh menangis di depan mereka" huuh intan menarik nafasnya dengan panjang.
"mas jalanku agak susah ini"
"pelan pelan saja" intan yang sedang menyiapkan makanan di meja makan ia mendengar percakapan mira.
"kalian sudah bangun" ucap intan
"ya mira"
intan melihat banyak tanda merah di lehernya,seketika hatinya sakit lagi
"kamu sangat menikmatinya mas" ucap dalam hati intan.
"mari makan" ucap intan.
"makanan mu enak intan"
"ya tentu saja" intan selalu tersenyum di hadapan mereka seolah olah tidak ada masalah .
tingtong "siapa yang bertamu"ucap rafa
lalu bi surti membuka kan pintu nya ternyata revan lah yang bertamu pagi pagi sekali.
__ADS_1
"selamat pagi"
"revan,kenapa kau pagi sekali kesini"
"heheh maaf aku akan mengambil berkas mu,selama kamu libur ibumu menyuruhku untuk menghandle pekerjaan kantor"
"emm baguslah,kalau gitu mari ikut sarapan" kata rafa
"terima kasih kebetulan aku belum makan" lalu revan duduk bersebelahan dengan rafa .
revan seketika melihat leher mira yang penuh dengan tanda mera lalu ia melirik pada intan yang terlihat wajahnya sendu.
"dasar wanita bodoh,mau mau nya berbagi suami, so so an ceria lagi,udah tau wajahnya sangat tertekan" ucap revan dalam hatinya.
"rafa"ucap revan
"hem"
"kamu buas sekali"
"maksud mu"
"lihat istri muda mu penuh dengan gigitan drakula"
"kau" pletaakk rafa menjitak kening revan.
"sakit aw"ucap revan
"kau jangan macam macam apalagi mengatakan drakula, makanya kau harus segera menikah"
"cih menikah bukan perlombaan,santai saja lah.aku ingin mencari istri ya benar benar"
"jangan kelamaan nanti kamu terlalu tua"ucap rafa
"kau malah meledek ku" mira yang melihat perdebatan suaminya dengan keponakan nya ia malah cekikikan seperti tak ada rasa malu di depan revan. revan merasa tak suka dengan sikap mira.sementara intan hanya menunduk dan terus menghabiskan makanan nya,revan tau kalau intan sedang menahan rasa sakit di hati nya.
"aku sudah selesai,aku akan pergi ke kantor"
"terimakasih atas kerjasama mu revan"
"sama sama" revan melirik sekilas pada intan namun wajah intan masih menunduk ia tak bisa melihat matanya yang cantik serta bibirnya yang manis. "huh menunduk terus,ya udah lah aku pergi aja" ucap revan dalam hatinya.
"aku sudah selesai mas,aku akan pergi ke kamar ku, rasanya aku sedang tak enak badan"
"apa mau ku panggil kan dokter" ucap rafa
"tak perlu aku hanya ingin istirahat saja"
"ya sudah semoga cepat sembuh"
"ya mas". ucap intan lalu pergi dari hadapan mereka berdua.
"mas intan sepertinya ga suka sama aku" ucap mira
__ADS_1
"kamu ga boleh bilang begitu,mungkin intan masih belum menerima semuanya nanti juga dia terbiasa" ucap rafa. rafa egois ya dia belum saja merasakan kalau suatu saat istrinya di ambil orang.