My Husband Remarriage

My Husband Remarriage
episode 25


__ADS_3

"aku sudah pacaran 8 tahun dengan mantan kekasih ku, aku dan dia sudah berniat akan ke jenjang pernikahan,dan orang tuanya dan juga orang tua sudah setuju dengan nya.akhirnya aku memutuskan untuk menikahinya pada tahun kemarin dan aku sudah mempersiapkan untuk pernikahan kami namun pas hari bahagia kami,kekasihku malah pergi dengan orang lain. aku tak tau kenapa ia tega meninggalkan ku dia tega mengkhianatimu. dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata mantan kekasihku sedang mengandung waktu itu" kata revan dengan raut muka yang sedih. intan pun tak kalah terkejut dengan cerita revan dan ia sangat iba pada revan.


"apa!! jadi kekasihmu selingkuh lagi" ucap intan


"ya begitulah, kamu tau kan sekarang alasanku"


"jadi sekarang kamu trauma pacaran lagi gitu"


"bukan, hemm aku tak peduli jika suatu saat mendapatkan janda yang penting dia setia" ucap revan


"emmh jadi begitu, kamu yang sabar ya" kata intan.


"ya tentu saja" tak terasa hari sudah gelap namun intan dan revan masih betah di villa. intan melihat jam di pergelangan tangan nya.


"revan pulang yuk" ajak intan.


"iya ayok"


"emm nanti rafa marah ga ya sama aku" tanya intan yang mulai khawatir


"aku tak tahu intan, gimana nanti aja lah yang sekarang kita pulang"


"iya,tapi hati ku mulai ga enak nih"


"tenang saja kan ada aku, aku bisa menjelaskan semuanya pada rafa".ucapnya


"mas udah jam 8 malam intan masih belum pulang" kata Mira.


"ya aku khawatir padanya" ucap Rafa


"bagaimana kalau dia pergi dengan seseorang mas"


"tidak mungkin, dia bukan wanita seperti itu" kata rafa.


"mas kau ini kenapa, bagaimana kalau intan mengkhianatimu mas"


"tolong diam mira,aku tak tenang kau jangan berbicara terus". Mira mulai kesal karna suaminya malah mengkhawatirkan intan, Mira tidak suka dengan sikap Rafa yang seolah-olah peduli pada intan.


rafa sedari tadi terus mondar mandir ia takut intan tiba tiba menghilang karna rafa sudah menghubungi intan namun tidak aktif dan ia semakin khawatir pada istri tuanya itu.


tin tin Rafa mendengar suara mobil ia langsung turun kebawah untuk membuka pintu dan ia berharap intan kembali.


dugaan nya memang benar intan lah yang berada di depan rumahnya. rafa melihat revan juga yang menggenggam tangan intan. rafa mulai tak enak hati ia ingin marah pada dua manusia itu

__ADS_1


"intan"


"mas rafa" intan langsung melepaskan diri tangan Revan .


"jadi kau sudah pergi dengan laki laki tanpa izin ku hah" tegas rafa


"ma maaf mas aku tidak meminta izin dulu karna ponsel ku mati" ucap intan sambil menunduk .


Tak lama kemudian revan mulai mengeluarkan suaranya.


"tadi pagi intan berlari dia jatuh kena aspal,aku melihatnya lalu aku menolongnya dan membawanya" ucap revan untuk memastikan Rafa.


"lalu kenapa jam segini kalian baru pulang hah" tegas rafa lagi.


"aku mampir ke villa paman ku,karna intan ingin mencari suasana yang sejuk"


"jadi kalian pergi ke villa berdua hah,apa yang kalian lakukan disana"


"aku tidak melakukan apa apa mas, aku hanya menghirup udara segar disana" ucap intan.


"kau bohong" tegas rafa, Rafa sudah tak bisa menahan amarah nya lalu ia menarik paksa tangan intan.


"sini kau" ucap Rafa dengan menarik tangan intan.


"diam kau revan jangan ikut campur urusan rumah tanggaku,pergi kau dari sini dan bawa baju baju mu dari sini,jangan pernah kau datang kesini menemui istriku lagi" Rafa terlanjur marah dan ia mengusir revan walau pun nanti sang ibu akan marah padanya."pergi kau"


"baiklah aku akan pergi,tapi jangan sakiti intan"


"apa peduli mu hah, cepat pergi dari sini sebelum kau marah" tegas rafa


"ya aku akan pergi tapi tolong jangan sakiti intan" ucap revan namun rafa tak menjawab ucapan revan ia langsung menarik intan dan akan membawanya ke kamar.


"mas lepas ini sakit"


"diam"


"mas tolong percaya padaku, apa yang di ucapkan revan itu benar mas"


"kau pintar berbohong intan" setelah sampai di kamar nya lalu intan di lempar nya ke tempat tidur.


"mas tolong maaf kan aku"


"diam,mana saja yang sudah di cicipi revan" tegas rafa

__ADS_1


"apa maksud mu mas,revan tidak menyentuh ku"


"kau bohong intan, apa karna aku tak pernah meniduri mu jadi kau tidur dengan pria lain. iya kan" teriak rafa


"tidak mas aku tidak melakukan itu,aku tau batasan mas"


"terserah kau , aku tak percaya revan tak mencicip mu apa lagi kalian di villa itu berdua iya kan"


"mas di villa tidak hanya kami berdua mas, ada pengawal dan juga pembantu disana"


"kau pikir aku bodoh hah, villa itu luas kau pasti bermesraan tanpa aku tahu. bagian mana yang sudah revan sentuh" teriak rafa lagi. kali ini intan menangis karna ia merasa di tuduh oleh rafa .


"hiks hiks aku tidak melakukan apa apa mas tolong percaya padaku"


"diam" Rafa sudah tak kuat lagi dengan amarah nya yang sudah berada di ubun-ubun,ia langsung merobet baju intan yang masih di kenakan.


"aku yakin kau pasti bermain main dengan revan iya kan"


"mana saja yang sudah revan sentuh,ini atau yang ini" Rafa menunjuk ke bagian sensitifnya intan.


"tidak mas aku tak melakukan apapun hiks hiks"


"kau bohong intan,dasar wanita murahan" tegas rafa.


"apa kata mu mas,kau menghina ku mas. aku bersumpah aku tak pernah melakukan hubungan dengan orang lain mas" intan terus menangis namun rafa tak mempedulikan nya. malam ini intan benar benar diperlakukan dengan kasar oleh rafa dan rafa melakukan hubungan tanpa kelembutan.


"aw sakit mas" rafa terus mendorongnya dengan kuat


"ini kan yang kau lakukan dengan revan"


"tidak mas,tolong hiks hiks ini sakit" intna merasakan perih dibagian intim nya karna sudah satu bulan lebih ia tak melakukannya dengan rafa.


"mas sakit" rafa tak peduli dengan teriakan intan ia terus melakukan nya dengan kasar karna yang ia bayangkan bahwa intna sudah di cicipi oleh revan jadi ia melakukan nya tanpa ampun"


"mas tolong hentikan"


"diam"


"sakit mas aw"


"diam" sudah satu jam permainan raga masih belum melepaskan pelepasan nya.


"mas hiks hiks" intan sudah kelelahan karna rafa tak memberi ampun.

__ADS_1


"aakkhh" rafa sangat menikmati permainan nya,sudah lama ia tak melakukan nya dengan intan. dan pada akhirnya rada terkulai lemas di atas tubuh intan,namun intan masih menangis dengan penghinaan dan perlakuan kasar padanya.


__ADS_2