
tin tin tiba tiba tiba suara mobil disampingnya yang tak asing bagi intan ia lah revan .
"keu kenapa,kaki mu terluka" kata revan dengan penuh kekhawatiran pada intan ia melihat darah di kakinya,lalu revan menggendong intan kedalam mobil ia akan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Intan setengah sadar karna ia sudah lemas berlari jauh dari rumah rafa dan pada akhirnya revan tidak sengaja melihat intan yang berjalan sempoyongan.
"mas rafa" intan terus mengigau memanggil rafa mungkin karna cinta nya yang terlalu dalam untuk suaminya.
"suami mu tak ada disini intan" ucap revan yang sedang menenangkan intan "aku akan membawa mu kerumah sakit kita obati lukamu" kata revan
"tidak usah revan, aku tidak apa apa jangan pergi kesana" dengan suara yang lemah intan masih terus berbicara pada revan.
"tapi itu luka mu berdarah intan" kata revan yang memperhatikan kaki intan
"bawa aku ketempat yang sunyi,aku ingin menghirup udara segar" ucap intan
"baiklah aku akan membawamu ke villa paman ku disana kau bisa meluapkan kesedihan mu" ucap revan lalu ia memutar balik ke arah tujuan nya.
"terimakasih revan" ucap intan.
"sebenarnya kau ini kenapa, tiap hari kau selalu menangis memang nya tidak capek" ucap revan pada intan yang masih mengeluarkan air matanya.
"revan aku lah yang mengizinkan suami ku menikah lagi dan sekarang madu ku sedang mengandung anaknya, tapi kenapa pada kenyataannya hatiku sakit. Aku tak kuat melihat mereka yang selalu bermesraan di depan ku tanpa mempedulikan aku". uca intan ia menceritakan yang ada dalam hati nya saat ini pada revan.
"kau tau kau salah, kau tak rela suami mu menikah lagi tapi kau malah egois untuk memaksakan nya menikah lagi"
"iya itu salah ku revan, apakah bisa aku kembali seperti dulu sebelum ada Mira di kehidupan ku" ucap nya.
"nasi sudah menjadi bubur,terimalah dengan keadaan yang sekarang,percuma kau menyesal itu tidak akan mengembalikan seperti awal lagi"
"ya revan kau benar,aku lah yang membuat nya seperti ini"
"sudahlah kau jangan menangis lagi intan" ucap revan lalu ia mengusap air matanya intan.
"terimakasih"
"sebentar lagi kita akan sampai , kau bisa meluapkan masalah mu disana"
"apa tidak ada orang"
"hanya kita berdua" ucap Revan
intan terlihat bingung setelah revan mengucap kan tidak ada orang ia merasa tidak enak jika hanya ia berdua saja.
"kau tak perlu khawatir aku tak akan memperkosa mu" ucap revan
"kau ini ! memang siapa yang takut sama kamu. aku hanya tidak enak saja di villa hanya berdua" kata intan
__ADS_1
"ya Memangnya kenapa, Rafa juga tak akan tau kita ada disini"
"bukan begitu maksud ku,aku hanya tidak enak saja"
"tak apa apa aku tak akan deket deket dengan mu, aku hanya mengantarmu saja,villa itu luas ga mungkin aku nempel sama kamu terus kan"
"hehe iya juga sih" kata intan
"apa kamu sudah baikkan dengan badan mu"
"ya ini lumayan agak baikkan tidak seperti tadi yang membuatku lemah" ucap nya.
"itu karna kau terlalu memikirkan suami mu" ucap revan lalu ia memarkirkan mobilnya di depan villa yang cukup mewah namun hanya ada beberapa pengawal yang menjaga villa itu.
"kata kau tak ada orang,itu buktinya banyak pengawal huh" kesal intan yang merasa di bohongi oleh revan.
"pengawal memang ada dimana mana intan, kan beda pengawal sama orang dalem"
"sama aja sama sama manusia tau"
"sudah lah ayo turun kau ingin tau dengan villa ini kan"
"ya ini sangat mewah dan indah,emm paman mu orang kaya ya"
"ya biasa aja menurut ku, ayo masuk"
"terimakasih"
Mira dan rafa yang sedang berada dikamarnya,Rafa tak berhenti mengobrol dan mengusap perut mira yang masih rata.
"mas kau kelihatan nya sangat bahagia sekali"
"ya karna ini tujuanku menikah itu untuk memiliki anak" ucap Rafa "tolong jaga bayi kita demi aku mira"
"ya mas tenang saja aku pasti menjaganya dan menyayangi nya ini kan anak kita bersama mas"
"terimakasih"
"emm mas intan kemana ya, ko sedari tadi dia belum pulang"
"biarkan sajalah mungkin dia juga bosan dirumha terus"
"bukan itu maksudku mas ,aku takut intan punya pria lain di belakang kita mas" Mira mulai mempengaruhi suaminya .
"tidak mungkin,intan tidak akan melakukan seperti itu" ucap Rafa yang masih membela intan .
"mas kau ini kenapa, kau tau kan sikap intan yang sekarang" Mira terus meyakinkan Rafa "kau juga tau kan mas intan suka dekat dengan revan"
__ADS_1
setelah mira mengatakan itu sejenak Rafa berfikir intan lebih akrab dengan revan daripada dengan dirinya.
"gimana mas"
"sudah Mira jangan bahas dia,aku sedang tak mau memikirkan nya nanti akan ku tanya setelah ia pulang"
"hemm baiklah mas kau harus tegas pada istrimu"
"ya aku tau" ucap nya .
intan hari ini benar benar nyaman berdiam diri di villa paman nya revan dengan pemandangan yang indah dan udaranya yang sejuk.
"apa kau betah disini" tanya revan
"ya ini membuat pikiran ku tenang,rasanya aku ingin tinggal disini" ucap intan
"kau boleh tinggal disini kalau nanti kau menikha dengna ku"
"apa !! kau ini ada ada saja kalau bicara" intan tertawa cekikikan karna ia merasa lucu pada revan "mana ada pria yang mencintai wanita yang sudah menikah" ucap intan.
"ada ko"
"huh kau terlalu menghayal revan, di dunia ini laki laki itu menginginkan wanita yang masih di segel contohnya suami aku dia walaupun sudah menikah tetap saja masih ingin yang virgin" ucapnya.
"hemm itu suami mu bukan aku, aku tidak seperti suami mu itu"
"hah ada ada saja, apa lagi kau masih muda belum pernah menikah mana mungkin menginginkan wanita yang sudah menikah"
"kau tak percaya padaku" ucap revan pada intan.
"tidak"
"kau terlalu menilai pada seseorang padahal masih banyak laki laki diluar sana untuk kau nilai bahwa semua laki laki tak seperti suami mu"
"iya juga sih,tapi tetap saja aku merasa semua lelaki sama" ucap nya, revan masih ingin meyakinkan intan tentang nya namun ia masih belum berani mengatakan perasaan nya karna ia sadar bahwa intan bukan wanita single.
"kau masih muda dan tampan apalagi kaya raya, aku yakin kau memiliki banyak wanita" ucap intan
"aku tidak seperti itu, aku tidak memiliki wanita dan aku hanya pernah berpacaran satu kali dan itu pun membuat ku gagal"
"apa!! kau punya cerita tentang percintaan mu"
"ya aku lebih menyedihkan dari pada kau intan"
"benarkah,aku ingin mendengarnya"
lalu revan menarik nafas dengan panjang ia akan menceritakan nya pada revan.
__ADS_1