
hari ini pagi pagi intan sudah masak,dan membersihkan semuanya, karna bi surti mendadak izin pulang kampung .
"huh lelah nya" lirih intan
"ekhemm"
"revan, ada apa"
"kamu mengerjakan ini semua" ucap revan
"ya karna bi surti tadi pagi pagi banget pulang kampung"
"kenapa"
"katanya suami nya sakit"
"oh begitu,kalau begini sini aku bantu"revan mengambil sapu yang ada di tangan intan"
"ga usah revan ,biar aku saja.kamu kan mau ke kantor"
"ga apa apa sini aku bantu" revan terus menarik sapunya namun intan masih tidak memberikan nya.
"jangan revan ini tugas wanita,kau mandi saja sana"
"ga apa apa aku ingin membantu mu" lalu revan menarik nya dengan kencang dan intan menjadi ikut tertarik, wajah intan dan revan saling berdekatan, jantung revan berdebar saat di dekat intan, sedangkan intan merasakan nafas revan.
"emm ah maaf" intan langsung melepaskan sapunya
"nah gitu dong dari tadi ke"
"hehe maaf yah" intan menjadi canggung setelah kejadian ini
"ya udah sana kamu siapkan makanan aja ke meja makan.
"iya iya" mereka berdua sibuk sedangkan rafa dan mira masih melakukan hubungan pagi fi kamar nya. revan naik ke atas kamar ia akan membersih kan kamar atas namun apa yang terjadi ia mendengan ******* mira.
"sialan malah bermain main bukan nya masak" revan seketika berpikir,sepertinya ia akan menjahili mereka . tiba tiba revan memukul pintu kamar alex dan mira dengan keras. buughhh "hhaha"revan ketawa puas
"mas siapa tuh"mereka langsung terbangun dan menghentikan aktifitasnya karna kaget suara dari luar.
"yak siapa" teriak rafa
sedang kan revan terus ketawa bahagia😂"akhirnya mereka menyudahi pergumulan nya, huh udah tau ini udah siang"
"revan kau sedang apa" ucap rafa yang baru saja keluar dari kamarnya.
"maaf aku tak sengaja sedang bersih bersih dan sapu ku mengenai pintu mu"
"kau ini ada ada saja, memang nya kenapa kau bersih bersih"
"kasian intan membersihkan semua ini, sedang istri mudanya malah *** ***.ga tau diri"
"revan kau" rafa menunjuk revan karna tak duka dengan ucapan nya
"kenyataan nya begitu"ucap revan
"itu semua karna intan, kemarin mira yang mengerjakan ini semua"
"memang nya kamu melihat nya kalau mira kemarin mengerjakan semuanya"
"tidak"
"bisa saja dia bohong, kemarin itu ada bi surti.coba sekarang bi surti ga ada,intan lah yang ngerjain sendirian"
rafa tak menjawab nya ia menutup pintu nya lagi.
"mas kenapa"
"tak apa apa itu revan ga sengaja"
"oh apa kita lanjut lagi mas"
"aku mau mandi saja karna ini sudah siang, nanti kamu bawa makanan ke kantor saja"
"emm iya mas,aku mau ke dapur dulu" lalu mira pergi ke dapur ia berniat untuk memasak namun ia melihat sudah banyak makanan.
__ADS_1
"intan kamu yang masak semua ini"
"iya"
"emm nanti aku mau bekal ini ya buat rafa, aku disuruh nganterin ke kantor"
"memang nya mas rafa ga makan dulu"
"engga katanya ke siangan"
"huh ada pahlawan kesiangan"ucap revan yang baru saja datang
"revan apa maksud mu"ucap mira
"mana ada istri muda jam segini baru bangun"
"emm maaf semalam aku kecapean"
"memang nya sudah ngapain kamu"
"ah em engga ngapa ngapain" ucap mira sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"sayang" intan dan mira merasa di panggil oleh suaminya,namun ternyata rafa hanya memanggil mira.rafa memegang tangan mira.
sakit rasanya melihat suaminya yang tak adil pada istri tuanya .
"mas ada apa ucap mira"
"aku mau berangkat sekarang"
"mas sarapan dulu,intan sudah menyiapkan semuanya"
"nanti saja kamu yang anterin ke kantor,aku kesiangan" ucap rafa
mira tersenyum bahagia setelah rafa mengatakan nya.
"maaf ya intan mas rafa ga bisa makan disini"
"ga apa apa" ucap intan dengan senyum yang di paksakan.
"ya sudah biar aku saja yang makan" kata revan " ayo intan temani aku"
"ini revan kamu mau makan sama apa" tanya dinda
"aku pengen ikan sama sayurnya"
"baiklah"sementara mira sedang merapihkan dasi rafa
"emm ini enak intan"ucap rafa
"terimakasih"kata intan dengan tersenyum manis.
"senyum mu manis hihi"kata revan ,ia sengaja ingin membuat rafa cemburu.
ada rasa sakit di hati rafa sebenar nya ia juga sangat merindukan perhatian intan, namun egoisnya yang menguasai hatinya. ia gengsi ingin mendekati intan namun mira juga selaku menghalangi nya.
"aku berangkat dulu" ucap rafa
"hati hati mas" mira menyalami tangan rafa,sedangkan intan berpura pura tak peduli.rafa hanya melihat intan sekilas,ia ingin intan yang menyapa nya namun intan sama sekali tidak melirik nya.
"intan revan aku ke atas dulu ya" ucap mira
"ya" jawab intan. tiba tiba setetes air mata intan jatuh, dan revan menyaksikan nya .
"sudah lah jangan menangis, barusan akting mu bagus jadi pertahan kan lah" ucap revan
lalu intan mengusap air matanya.
"kamu jelek kalau nangis, jangan pernah nangis,kau harus bisa bersikap dingin seperti rafa bersikap padamu"
"hemm ya aku sedang mencoba nya, terima kasih kamu sudah mendukung ku"
"ya tentu saja aku akan selalu ada untuk mu"
"terimakasih revan"
__ADS_1
"ya sudah aku mau berangkat dulu,aku udah selesai makanya"
"baiklah,hati hati dijalan revan"
"apa kau tak ingin mengecup ku dulu"
"ih apa maksud mu"
"hehe aku hanya becanda"
"huh dasar,ya udah ah sana pergi nanti kesiangan loh"
"oke sayang hehe"
intan mencubit lengan revan "apa kamu bilang heh,aku tak suka kamu yang so so an ngegombal"
"yey pede amat lagian aku becanda"
"terserah kamu lah,sudah sana pergi"
"iya iya" lalu revan pergi meninggal kan intan.
"hemm dia memang buat ku tertawa terus" ucap intan.
intan kembali ke kamarnya.
"cie sudah nikah tapi ko deket sama pria lain" sindir mira pada intan
"apa maksud mu"
"kau sedang dekat sama revan ya"
"tidak,dia hanya teman ku"
"teman apa teman"
"terserah kamu saja" ucap intan dengan ketus
"kalau begitu kamu lebih cocok sama revan,jadi rafa bisa jadi milikku seutuhnya.
intan tak menjawab lagi ucapan mira,ia langsung ke kamar nya.
"nih bro berkas kemarin"
"terimakasih" ucap rafa
lalu revan duduk di depan rafa.
"yang ini belum di tandatangani semuanya.
"baik lah,eemm revan"
"ya"
"kau sekarang dekat dengan istriku ya"
"istri yang mana maksudmu"
"intan"
"aku sedang menunggu janda nya hehe"
"apa maksudmu"
"aku sedang menunggu janda intan"
"memang siapa yang ingin bercerai dengan nya"
"kamu lah bro, kau tau sendiri kau sedang tidak baik baik saja dengan intan, maka aku siap menampungnya"
brakk
rafa memukul mejanya.
"kau tak boleh dekat dekat dengan intan"
__ADS_1
"makanya kau harus memperlakukan intan seperti mira juga, sudah seminggu kau tidur terus bersama mira,itu namanya tidak adil..buat aku aja lah itu si intan" ucap revan tanpa rasa takut
"sialan,pergi kau Dari sini" rafa mengusir revan,dan revan pun tersenyum penuh kemenangan.