My Husband Remarriage

My Husband Remarriage
episode 9


__ADS_3

"mas aku mau pulang dulu ya"


"emm ya terimakasih makanan nya ya"


"sama sama mas"


"kamu pulang sama siapa"


"aku naik taksi mas" ucap mira


"apa perlu ku antar"


"tak usah mas terimakasih,lain kali aja"


"ya udah hati hati di jalan ya"


"iya mas, permisi"


tak lama kemudian jino masuk ke dalam ruangan rafa.


"bro apa itu calon mu"


"ya"


"cantik juga"


"kamu jangan naksir jin"


"tidak aku tidak naksir, tapi aku naksir sama istri tua mu"


"berani beraninya kamu naksir istriku"


"buat aku ajalah bro, kamu terlalu perhatian sama yang ini"


"ga tau kenapa,aku jadi nyaman sama mira"


"oh jadi namanya mira, kalau begitu itu namanya tidak adil bro kasian istri pertama dong"


"aku juga sayang sama intan,hanya saja mira berbeda sedikit dengan intan"


"ya jelas yang ini sexy, tapi aku lebih suka yang berpakaian sopan kaya istri tua mu"


"jangan berani beraninya kamu naksir intan"


"ye cuma becanda" ledek jino


dikediaman intan.


"mas rafa sekarang jarang ngabarin aku, apa aku sudah tak penting lagi" lirihnya.


"intan" tiba tiba ada yang memanggil nya.


"emm ibu sejak kapan ibu disini"


"barusan,ibu kesini hanya ingin melihat kamu"


"melihat aku, memang nya aku ini kenapa bu"


"semalam rafa bilang kamu tak enak badan"


"ah iya bu, tapi sekarang udah aga enakkan ko bu"


"emm syukurlah"ucap sang ibu.


"semalam rafa pulang jam berapa"


"kalau ga salah mas raf pulang jam 12 malaman bu, ada apa"


"ternyata rafa lama juga ya berkenalan dengan calon nya"


"memangnya ibu tak disana"


"ibu sudah pulang dari jam 9 malam, ga nyangka rafa cepat akrab dengan mira" ucap sang ibu.

__ADS_1


"ah iya bu"


"oh jadi mas rafa semalam berduaan dengan calon nya" ucap intan dalam hatinya.


"oh iya intan , hari minggu rafa akan menikah dengan mira"


"secepat ini ya bu" ucap dinda dengan raut sedih


"iya lebih cepat lebih baik kan ,jadi ibu minta kamu temenin mira nanti untuk fitting baju pengantinnya"


"baik bu"


"bagus kamu memang menantu yang baik" ucap sang ibu.


ibu mertuanya sangat tidak menghargai perasaan menantu nya.intan tidak bisa menolaknya ia selalu menuruti keinginan ibu mertuanya,ia sadar ia hanya orang paling bawah yang tak pantas di hargai.


rafa sudah pulang dari kantor, ia sedang tidak banyak pekerjaan kantor jadi ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


"mas rafa,tumben sudah pulang"


"ya pekerjaan ku sudah beres intan, em apakah ibu ada disini"


"ya mas ibu sedang di ruang tamu"


"aku akan menemuinya dulu"


"ya mas"


lalu rafa pergi menemui ibunya.


"ibu"


"rafa kau sudah pulang"


"ya bu"


"emm bagaimana dengan mira"


"dia wanita yang baik dan juga cantik bu"


"tentu saja bu,aku langsung jatuh cinta padanya karna sikap nya yang lembut"


"wah benarkah"


"menurutmu kamu lebih suka intan atau mira"


"emm aku ga bisa memilih bu" ucap rafa


"iya ga usah ga apa apa nak, kamu bisa memilihnya setelah kamu menikah.kamu bisa menilainya mana yang lebih baik"


"iya bu"


dibalik dinding ada seseorang yang sedang mendengarkan,siapa kah dia.tentu saja intan sang istri nya rafa.


intan hanya bisa menitikkan air matanya, sesakit ini rasanya melihat perubahan sikap suaminya. lalu intan pergi ke kamarnya ia tak kuat lagi menahan tangis nya.


"hari minggu kita akan melaksanakan pernikahan kamu, kamu harus menyiapkan nya dari sekarang rafa"


"baik bu"


"ibu melihat kamu semakin ceria, ada apa dengan mu"


"aku tak tau kenapa bu, aku ingin secepat nya menikah dengan mira"


"apakah karna mira masih gadis"


"tidak juga bu, aku merasa nyaman saja"


"kamu belum merasakan nya, ibu yakin kamu akan lebih memilih mira" ucap ibunya.


"ibu bisa aja, oh iya bu aku ke kamar dulu ya mau ganti baju nih"


"iya sayang"

__ADS_1


rafa pergi menuju kamarnya.


"intan"


"emm ya mas ada apa"


"apa kau menangis"


"tidak mas,aku baik baik saja"


"apa kau mendengar percakapan aku dan ibu"


"iya mas" ucap intan sambil tersenyum


"maaf,aku tak bermaksud begitu intan"


"tak apa apa mas aku mengerti,aku disini hanya debu yang bisa di hilang kan kapan saja"


"intan kamu kenapa bilang begitu" ucap rafa


"aku merasa kamu sudah tak mencintaiku lagi mas"


"aku mencintai mu intan ,sangat sangat mencintaimu"


"itu hanya di bibirmu saja mas"


"intan sayang" rafa mendekati intan lalu memeluknya. intan menangis sejadi jadinya di pelukan rafa.


"aku janji akan adil intan,percaya lah padaku"


"cintai saja maduku mas, aku hanyalah debu dan aku hanya lah orang miskin yang tak punya ayah dan juga ibu.berbahagialah kamu bersama maduku mas"


"intan tidak begitu,dengarkan aku"


"sudah mas semua nya sudah jelas,aku mendengarkan percakapan mu dengan ibu"


"aku hanya berbohong pada ibu, aku hanya ingin ibu senang"


"kamu juga berbohong padaku mas hanya ingin membuat ku tidak menangis lagi kan" lalu intan melepaskan pelukan rafa.


"menikah lah mas semoga kau berbahagia dengan nya,kau bisa membuang aku kapan saja.dan aku akan menerimanya" ucap intan dengan air mata yang terus mengalir


"intan maafkan aku" ucap


"aku sudah memaafkan mu mas,temuilah ibu.ibu sendirian di ruang tamu" ucap intan lalu intan pergi masuk ke kamar mandi dan ia mengunci kamar mandinya,intan ingin menangis sejadi jadi nya disana,ia sakit hati dengan ucapan suaminya dan juga ibu mertuanya,ia merasa tak di hargai dan hanya di anggap debu yang bisa di hilang kan kapan saja.


"rafa ada apa,kenapa kamu kusut sekali.apa kau ada masalah dengan intan"


"tidak ada bu,rafa hanya capek"


"oh gitu,jadi kapan kamu akan membawa mira kesini"


"besok bu,mira juga sudah menyetujuinya"


"bagus lah kalau begitu"


"iya bu"


ting pesan masuk pada ponsel rafa


📩mas lagi apa jangan lupa makan ya


rafa tersenyum bahagia karna mira selalu perhatian padanya.


"kenapa kamu tersenyum nak "ucap sang ibu


"ah tidak kenapa napa bu ,ini jino lucu sekali"


"oh begitu, hemm kalau gitu ibu mau pulang.ibu ada janji dengan teman arisan ibu"


"iya bu ,hati hati dijalan"


"mana istri mu sedari tadi ibu disini,ia tak muncul muncul.tidak sopan sekali jadi menantu".

__ADS_1


"maafkan intan ya bu,intan lagi tidak enak badan" ucap rafa berbohong


"huh sangat merepotkan" lalu ibunya pergi dari rumah rafa. sebenarnya sang ibu sudah tahu bahwa rafa dan intan ada masalah, mana ada istri menyuruh suami nikah lagi ia bahagia,yang ada itu akan membuat tertekan seperti intan sekarang. ibunya hanya pura pura tidak tau saja.memang ini rencana sang ibu untuk menyingkirkan intan dari rafa.karna intan bukan kriteria ibunya.


__ADS_2