
"argghh"
"mas kamu kenapa" ucap mira
"aku kesal pada intan" mira tersenyum senang setelah rafa mengatakan itu.
"mas sabar lah"
"aku tak menyangka intan punya sikap begini,aku menyesal menikahinya"
"mas kau tak boleh begitu, intan kan istri pertama mu mas"
"tapi aku tak menyukai intan yang sekarang,dulu ia tak seperti ini,ia istri yang baik dan pengertian tapi sekarang dia sudah berani melawan ku"
"sabar mas tenang dirimu,mungkin intan belum menerima mas menikah dengan ku"
"lalu aku harus gimana mira"
"mas bisa mencerai kan nya, sekarang ada aku disini mas"
"tapi aku belum bisa mira,harus ada alasan yang jelas"
"iya mas ya udah mas tenang dulu jangan emosi,emm mas pahami aja dulu sikap intan"
"ya sayang".
setelah intan di maki sama suaminya ia langsung segera turun kebawah ia mencuci piring,mengepel,membersihkan ruangan.semuanya ia lakukan hari ini juga walaupun sudah mau sore.
"non jangan non biar bibi saja"
"ga apa apa bi ini perintah" ucap intan
"tapi non ini tugas bibi"
"ga apa apa bi ,bibi diam saja"
"biarkan saja dia mengerjakan semuanya" ucap rafa yang baru turun kebawah
"tapi tuan,kasian nona intan"
"biarkan saja, ini tugas nya" intan sakit mendengar ucapan rafa.
"begini kah sikap mu pada ku mas" ucap dalam hati intan
"sudah bibi pergi saja " kata intan
"tapi non"
"ga apa apa bi ini perintah,bibi nyuci aja.ini biar aku yang membersihkan"
"ya sudah non bibi ke belakang dulu ya" intan tersenyum melihat bi surti yang menurutinya.
sementara di atas mira sedang tersenyum bahagia.
__ADS_1
rafa duduk di ruang tamu sambil memainkan jari jari nya di laptop ia sedang mengerjakan tugas kantor.
"mas mau bikin kan kopi" ucap mira dengan lembutnya
"boleh"
intan melihat rafa yang memperlakukan mira dengan baik .
lalu mira menuju dapur.
"lihat lah suami mu sudah jatuh cinta padaku" bisik mira pada intan
"kau jahat mira, kau bukan mira yang dulu" ucap intan.
"memang iya aku bukan mira yang dulu, aku mira yang sekarang tidak mau berbagi suami dengan mu maka aku akan menendang mi dari sini" semakin hari sikap mira semakin kelihatan oleh intan. intan mengeratkan tangan nya ia ingin menjambak rambut mira. tiba tiba mira sengaja memecahkan cangkir kopinya.
pranggg
rafa yang sedang fokus dengan layar laptop nya ia langsung mendekati istri istri nya .
"ada apa ini " ucap rafa
"mas intan sengaja memecahkan ini,intan ga suka sama aku karna sudah membuat kan kopi untuk mu" ucap mira yang memojokkan intan
"tidak mas,dia sendiri yang melakukan itu" namun rafa tak percaya pada omongan intan.
"kau sudah berani hah"
"bukan aku mas" ucap intan
"mas aku istrimu tapi kenapa sekarang kamu tak percaya lagi kepada ku mas"
revan melihat pertikaian mereka bertiga,revan hanya diam saja dan menyaksikan nya,sebenar nya ia tak tega pada intan namun ia tak ingin ikut campur urusan rumah tangganya.
"itu semua karna sikap mu yang egois intan,kenapa kau membenci mira,kau berani melakukan ini pada mira"
"mas ini ulah dia sendiri bukan aku mas"
"diam" teriak rafa,rafa ingin menampar nya namun mira segera menangkis nya.
"jangan mas,jangan lakukan ini pada intan hiks biarkan saja dia membenciku mas kau jangan menamparnya" mira pura pura menangis.
"lihat intan, mira melakukan ini karna ia sayang pada mu.kenapa kau malah tak menyukai dia intan"
"mas dia itu hanya akting, mira tak sebaik yang kau pikir" teriak intan
"diam,kau membuat ku pusing intan" ucap rafa "ayo mira" rafa menggandeng tangan mira menjauh pergi dari intan.
"hiks hiks hiks aku ga salah tapi kenapa mas rafa tega pada ku hiks" intan menangis dengan terduduk di lantai.
"nih" revan memberikan sebuah sapu tangan untuk intan.
lalu intan mengambilnya. "terima kasih"
__ADS_1
"sudah lah jangan menangis ,itu tak membuat rafa meminta maaf pada mu"
"memang benar apa kata mu, aku tak boleh menangis.tapi hati ini sakit revan" hiks hiks
"sudah sudah, sayang sekali air mata mu banyak yang keluar,sudah kau jangan menangis lagi.biarkan saja rafa begitu nanti juga dia akan tau sendiri akibat nya"
"terimakasih revan,kamu sudah ngertiin aku, aku di tuduh oleh mira,aku tak melakukan itu pada mira" ucap intan
"ya aku tahu" kata revan
"kau tahu dari mana"
"karna aku melihatnya"
"benarkah, terima kasih kau sudah percaya kepada ku revan,aku tak tau harus bercerita ke siapa lagi.aku tak punya siapa siapa disini."
"kau bisa bercerita kepada ku, aku akan mendengarkan nya"
"benar kah"
"tentu saja intan"
"terima kasih sudah mau berteman dengan ku revan"
"sama sama" revan menghapus air matanya intan,seketika intan gugup karna wajah revan yang terlalu dekat.
"jangan menangis lagi" ucap revan
"ya terima kasih revan"
"ya sudah kau cuci muka sekarang, mata mu sembab jelek sekali"
"kau meledek ku ya"
"tidak tapi memang kenyataan nya begitu"
"hemm ya udah aku akan pergi ke kamar ku dulu"
"ya, ingat jangan menangis lagi"
"baiklah" ucap intan lalu pergi dari hadapan revan "hemm kasihan sekali istri tua itu wkwk"
setelah sampai di depan kamar, intan mendengar ******* mira dan suaminya,ia tak menyangka di saat intan sedang bersedih mereka berdua malah menikmati tanpa mempedulikan intan.
"mas ah ini nikmat"
rafa semakin semangat...
"argggh" rafa mengeluarkan cairan nya di perut mira.
"terimakasih sayang" rafa laki laki yang setia,lembut dan selalu perhatian pada intan,kini sekarang telah berubah setelah keberadaan mira di sisinya.
"kalian jahat" ucap intan dalam hatinya
__ADS_1
"aku tak boleh menangis,revan yang mengajarkan ini padaku ,ya aku tak boleh menangis.aku wanita kuat" ucap intan namun tetap saja air matanya lolos dari pelupuk nya. namanya juga sakit hati pastilah tak nisa menahan air mata .