
Hari ini Rafa pergi ke rumah Revan,ia ingin meminta bantuan revan.
Ting bel berbunyi
"Ya tunggu sebentar," ucap wanita dari dalam namun rafa seperti mengenali suara itu
"Siapa," ucap intan membuka pintunya
"Mas Rafa," intan terkejut dengan kedatangan Rafa.
"Kamu tinggal disini intan,"
"Em ah i iya mas," ucap nya terbata bata
"Siapa sayang," tiba tiba Revan memanggil intan
"Sayang," ucap Rafa
"Mas bisa aku jelaskan nanti,jadi silahkan masuk dulu mas,"
"Rafa kau kesini,"ucap revan
"Iya," Rafa sudah tak enak hati melihat revan dan intan satu rumah apalagi perut intan terlihat agak buncit.
POV Revan
lebih baik aku memberitahunya,ini waktu yang tepat untuk memberitahu rafa bahwa aku dan intan sudah menikah 5 bln yang lalu.
"Rafa ada apa kamu kesini,"
"Aku ingin menemui intan,tapi aku," Rafa menjeda kata katanya
"Ada apa," ucap ku
__ADS_1
"Aku ingin membawa intan kembali kerumah,"
"Bukan nya kau sudah resmi bercerai,"
"Ya, tapi aku menyesal dan aku sudah mencerai kan Mira,"
aku melihat intan yang terkejut dan ia juga melirik ku seperti tidak enak dengan ku,namun aku mengerti dengan apa yang di ucapkan Rafa.
"Aku ingin jujur padamu Rafa,kau harap kau tak akan marah,aku sudah menikah dengan intan 5 bulan yang lalu dan sebenarnya intan juga waktu itu bekerja di perusahaan mu sebagai cleaning service itu karena aku yang memperkerjakan nya dan pada akhir nya aku menaruh perasaan pada intan," Rafa sudah mulai berkaca kaca ia seperti tidak menerima namun ia juga tidak bisa berbuat apa apa.
"Apakah benar intan," tanya rafa pada intan
"Ya mas,maafkan aku tidak memberitahu mu karna memang kami menikah hanya berdua dan wali nikah saja,"
"Aku tak menyangka kalian bisa menghianati ku di belakang," kata Rafa,aku benar benar tak terima setelah rafa berbicara itu
"Maaf Rafa ,aku tak menghianatimu karna kamu sudah bercerai dengan intan dan itu hak ku jika aku ingin menikahi intan,"
"Ya aku juga minta maaf soal ini,karna memang aku benar benar mencintai intan apalagi sekarang intan sedang mengandung anak ku,"
Rafa melirik perut intan yang sedikit membuncit,aku tau ia pasti tidak menyangka intan bisa hamil karna dulu Rafa selalu bilang bahwa intan mandul tapi buktinya sekarang intan bisa hamil.mungkin karna ini semua rencana Tuhan.
POV Rafa
Aku tak menyangka bahwa intan bisa hamil,kenapa menikah denganku intan tak bisa hamil apakah aku mandul,apa mungkin memang aku yang tak bisa memberikan anak karna mira pun malah mengandung anak orang lain,jujur aku frustasi setelah mendengar intan hamil tapi aku harus bagaimana lagi intan sudah bahagia dengan revan dan aku mengikhlaskan mereka berdua untuk menjadi keluarga yang bahagia.
"Kalau begitu aku permisi dulu,semoga kalian langgeng," ucap ku pada intan dan juga Rafa.
"Terimakasih mas, maaf jika aku punya salah Sama kamu dan aku minta maaf juga pada ibu mu mas,"
"kamu tidak salah intan, seharusnya aku dan ibu yang meminta maaf pada mu, aku permisi," aku pamit pada intan dan revan,semoga mereka berdua bahagia walaupun hati aku benar benar sakit.laly aku mengendarai mobil lagi untuk pulang kerumah dan memberi tahu ibu.
"Rafa,bagaimana? mana intan,"
__ADS_1
"Nanti aku ceritakan di dalam Bu,"
"Tapi kenapa intan tidak ikut," ibu terus saja bertanya.
kemudian setelah sampai dalam aku mengajak ibu duduk di sofa dan aku menceritakan semua tentang intan dan juga Rendi,ibu menangis ibu merasa bersalah telah mengatur hidup ku dan ibu menyesal namun aku tetap menyayangi ibu hanya satu satunya aku memiliki ibu.
"Maafkan ibu Rafa," ibu hampir saja bersujud di kaki ku tapi aku langsung memeluk nya.
"Ibu tidak bersalah tolong jangan lakukan ini," ucap ku
lalu ibu menangis dipelukanku.
**
"Mas coba pegang perut ku,"
"mana sayang,"
"ini mas , gerak gerak kan dia,"
"Wah iya sayang,"
"kita kan sudah USG mas,kata dokter anak kita cowo,mas mau kasih nama siapa?
"Em aku mau kasih nama Devan aja biar sama kaya aku hehe,"
"Mas bisa aja, semoga bayiku sehat sehat mas,"
"Amin, intan aku mencintaimu," lalu Revan mengecup kening intan.
Terimakasih mas Revan yang sudah menemani ku sampai detik ini, mas Revan laki laki yang baik selama aku kenal,aku sangat mencintainya dan aku tak menyangka mas Revan menjadi bagian dari hidupku. Rencana Tuhan memang lebih indah, terimakasih ya tuhan kau sudah memberi suami yang penyayang.
@selesai
__ADS_1