My Husband Remarriage

My Husband Remarriage
episode 22


__ADS_3

hari ini mira berniat akan mengecek kehamilan karna ia sudah telat 2 Minggu.


"semoga saja aku hamil, biar intan keluar dari rumah ini" Mira merasa berdebar jantung nya karna ia ingin melihat hasilnya positif.


"aaaaaa" Mira melompat lompat kegirangan di kamar mandi lalu ia berteriak memanggil suaminya.


"mas rafa"


"ada apa mira" tanya rafa


"lihat ini mas" lalu mira memberikan hasil tespek nya pada rafa"


"kau benar hamil sayang"


"iya mas"


rafa benar benrmar terharu dan tak menyangka ia akan memiliki anak walaupun bukan dari rahim intan.


lalu rafa memeluk Mira dengan erat dan ia tak berhenti mengecup kening istrinya itu.


"apa kau bahagia mas" tanya mira.


"ya aku bahagia sekali, terimakasih" ucap nya.


"mari kita periksa sekarang"


"nanti lah mas besok aja ya"


"emm iya ya udah lah,sekarang kita tidur"


"iya mas" lalu Rafa mendekatkan bibir nya pada mira dan terjadilah malam yang indah bagi mereka yang melakukan nya. sedang kan intan setiap hari selalu mendengar kegiatan Mira dan juga suaminya. hatinya begitu sakit karna selama ini suaminya tidak pernah tidur dengan nya semenjak ada madunya ia merasa dirinya tak sempurna menjadi wanita apa lagi suaminya sudah mulai bosen padanya.


"aku ingin pergi dari sini tuhan" ucap intan dalam hatinya. ia hanya bisa pasrah dan menangis dengan keadaan yang sekarang.


"mas ah nikmat"


"haaah"


rafa terus memompa nya.


"punya mu sangat sempit dan aku sangat menyukainya mira"


"ah mas lebih cepat lagi"


sudah 1 jam mereka melakukan hubungan tanpa mempedulikan ada orang lain yang sedang bersedih.


"terimakasih sayang" ucap Rafa


"ya mas ,punya mu sangat nikmat mas"


"kau ini apa mau lagi"

__ADS_1


"tentu saja mas, aku masih menginginkan punya mu"


"baik lah nanti aku akan membuat mu lebih menjerit lagi"


"ah kau memang pintar dengan urusan ranjang mas, hemm sampai perut ini ada isi nya. kenapa dulu kamu tak menikah dengan ku mas mungkin anak mu sudah besar"


"ya ini lah kenapa, ya mungkin karna jodoh pertama ku intan"


"emm mas kau janji kan akan mencerai kan dia, aku sudah mengandung anak mu mas kau harus berjanji padaku"


"ya mira bersabar lah aku akan memilih waktu yang tepat untuk menceraikan intan"


"kenapa tidak sekarang aja sih mas"


"aku ingin mencari alasan nya dulu Mira, tak bisa dengan tiba tiba tanpa permasalahan aku cerai dengan nya. bagaimana nanti dengan teman teman ku apa lagi perusahaan ku".


"kau benar juga mas ,ya sudah perlahan saja mah kau harus janji padaku ya mas dan aku juga akan menjaga bayi ini demi kamu mas"


"aku janji sayang terimakasih sudah memberiku keturunan"


"sama sama mas,aku mencintai mu"


"mas juga mencintai mu,,hemm apa kau ingin melakukan nya lagi"


"boleh mas" lalu terjadi lagi malam panas yang sangat mereka nikmati.


intan yang sedang menangis di kamar ia di kaget kan oleh pesan masuk ke ponsel nya.


"kau sedang apa intan"


"aku sedang tiduran, ada apa revan"


"temani aku minum kopi,aku tak bisa tidur"


"hemm baik lah ,aku akan segera kebawah" kemudian intan mematikan ponsel nya lalu pergi meninggalkan kamarnya. walaupun ia masih mendengarkan permainan suami dan madunya ia mencoba mengabaikan nya lalu pergi kedapur menemui Rendi.


"hei melamun aja" ucap intan yang baru saja datang.


"kau mengagetkan ku intan"


"lagian kau malah melamun"


"hemm aku ga ada teman, mau kah kau menemani ku disini"


"tentu saja, aku akan bikin dulu kopinya"


"baik lah aku menunggu mu disini" revan merasa nyaman berada di dekat intan baru kali ini ia merasakan damai dihatinya di saat dekat dengan intan.


"intan kau tidak salah" ucap revan


"ya kenapa revan"

__ADS_1


"kau menyukai kopi hitam"


"ya aku sangat menyukainya"


"kenapa" tanya revan


"karna walaupun sudah memakai gula rasanya tetap pahit seperti kehidupan ku" kata intan.


"kamu tak boleh bicara seperti itu intan,ada masa nya nanti kau bahagia" ucap revan


"tapi kapan revan,aku sudah bosan dengan kehidupan ku yang sekarang rasanya aku ingin mati saja" ucap intan dengan senyum yang di paksakan


"sabar lah suatu saat kau pasti bahagia intan, hidup tak akan di bawah terus percayalah padaku,ada masanya kau harus hidup di atas"


"ya aku tau revan tapi hatiku sepertiny sudah tidak kuat lagi namun aku menahan nya dengan senyuman yang aku paksa kan".


lalu revan mencoba memberanikan menggenggam tangan intan.


"kau wanita kuat intan"


"tapi sekarang aku sudah tidak kuat, aku harus bagaimana"


"kau tenang saja ,kau tak akan selalu seperti ini, sekarang kau pokus saja "


"aku harus fokus kemana revan, anak tidak punya, pekerjaan juga tidak punya. aku hanya menghabiskan waktu dirumah ini".


"hemm benar juga kau memang wanita rumahan,aku salut padamu"


"biasa saja revan" ucap Nisa


"hemm jadi kalian sedang berpacaran disini" ucap Rafa


"apa maksudmu" kata revan


"kalian pura pura tidak tahu, lihat lah kalian sedang berpegangan tangan dengan erat" ucap Rafa.


lalu intan dan revan buru buru melepas kan genggaman nya. ada rasa tidak rela pas lepas tangan intan dari tangan Revan.


"aku masih ingin merangkulnya memberi semangat untuk nya." ucap revan dalam hatinya.


kemudian Mira sudah berada di belakang rafa.


"mas ternyata kau disini"


"emm iya ,ada apa mira" ucapnya


"aku hanya mencari mu mas"


"sebentar aku ingin mengambil minum dulu"


revan dan intan memperhatikan perlakuan rafa pada mira, intan tak menyangka bahwa mira di perlakukan dengan baik oleh suaminya sedang kan aku seperti sampah yang mengisi rumah ini.

__ADS_1


__ADS_2