
hari ini adalah hari pernikahan rafa dan almira.
intan sudah mempercantik diri, dan ia menahan kesedihan dihatinya juga menahan air matanya yang akan pecah.
"aku harus mengiklaskan nya". rasanya dinda tak kuat untuk menghadiri acara pernikahan suaminya itu namun ia juga tak ingin terlihat lemah di hadapan semua orang.
sang ibu sudah berada di rumah nya rafa,ia akan menjemput rafa dan juga intan.
"ibu" ucap intan
"ya intan di mana rafa"
"mas rafa lagi dikamar bu ia sedang bersiap siap"
"ah baik lah"
baru saja dibicarakan rafa sudah berada di dekat mereka.
"apa penampilan ku bagus" ucap rafa
"wah wah anak ibu tampan sekali kamu nak,walaupun usia mu sudah kepala tiga tapi kamu tetap tampan" puji sang ibu
"terimakasih ibu" namun intan hanya menunduk,ia tak ingin menangis melihat rafa yang akan menjadi milik orang lain.
"intan kau ini kenapa,suami mu bertanya malah menunduk"
"ah maaf bu,tentu saja suami ku selalu tampan" ucap intan dengan senyum yang di paksakan.
"ibu ga mau ya kalau sampai sana kamu menangis,jangan malu maluin ibu"
"ibu tenang saja, aku akan selalu tersenyum disana"
"bagus kalau begitu ayo kita berangkat"
mereka bertiga berangkat menuju hotel pernikahan rafa dan mira di kawal dengan ratusan mobil bawahan nya, benar benar pesta yang begitu meriah dibandingkan dengan pernikahan intan dulu hanya kerabat nya saja yang datang.
"mereka sudah datang" ucap wartawan yang menyambut mereka bertiga.
"wah istri pertamanya ga kalah cantik ya, dia wanita yang sangat baik, dia mengizinkan suaminya menikah lagi" bisik bisik para tamu undangan.
mira menuruni tangga dengan gaun putih yang mewah,ia sangat cantik hari ini begitu pun rafa sangat terpesona pada mira. "cantik" ucap rafa tanpa sadar intan mendengarnya.lalu intan menundukan kepala nya ia takut hatinya tak kuat menahan sakit.
"intan tegakkan kepalamu,dan tersenyumlah" bisik sang ibu mertua.lalu intan menuruti perintah sang ibu nya. tangan dan kaki intan bergetar ia merasa tak kuat lagi melihat suami dan sahabat nya akan menikah.
"tuhan tolong kuatkan aku" ucap intan dalam hati.
rafa dan mira sudah sah menjadi suami istri, rafa mengecup kening mira lalu mengecup bibir mira dengan lembut. intan menyaksikan semuanya ia sudah tak kuat lagi menahan sakit hati nya,air mata intan tiba tiba jatuh perlahan. "mas aku menahan sakit disini,cinta kita yang kita bangun sejak dulu kini hancur seketika,kau menikah lagi dengan wanita lain dan aku hanya bisa menerimanya sedangkan hatiku tak bisa" ucap intan dalam hatinya.
__ADS_1
sang ibu mertua tersenyum puas melihat intan menangis. "rafa dan mira sudah sah menjadi suami istri intan" bisik nya.
lalu intan izin pergi ke toilet,ia sedikit berlari karna ia takut orang lain melihat ia menangis.
"hiks hiks begini kah rasanya merelakan orang yang aku cintai"ðŸ˜
intan terus menangis di toilet,ia tak sanggup jika harus kembali melihat rafa yang sedang bahagia di pelaminan nya.
namun intan akan tetap berusaha tegar,ia menghapus air matanya lalu memoles lagi make up yang sedikit luntur karna air matanya.
"intan kenapa kau lama sekali di toilet"
"ah maaf ibu perut ku mules"
"dasar kau ada ada saja" ucap sang ibu. intan hanya tersenyum menanggapinya.
"kalau begitu ibu akan berkumpul di sana,apa kau mau ikut"
"tidak bu"
"ya sudah"
dari acara pagi sampai sore intan hanya duduk di kursi,ia tak punya teman mengobrol disana jadi ia menghabiskan waktunya dengan menikmati hidangan pesta nya.
begitu dengan raga setelah rafa sah menjadi suami mira ia mengabaikan intan sedari pagi ia tak mengingat intan,apa mungkin ini karna ia sibuk dengan tamu undangan nya. rafa benar benat tega pada istri nya.
"mas sekarang kamu melupakan ku, aku akan pulang saja" lalu intan pulang tanpa memberi tahu alex dan juga ibu mertuanya.
"baiklah aku akan berjalan saja,disini tak ada taksi" tiba tiba tin tin ada mobil berhenti di samping nya. intan bingung ia tak mengenali seseorang yang berada di mobil itu.
"masuk lah bentar lagi akan turun hujan"
"maaf anda siapa"
"masuk lah dulu, nanti aku akan memberitahu mu"
"kau bukan orang jahat kan"
"bukan percayalah padaku" intan pasrah karna ia sudah cukup jauh berjalan jadi ia terpaksa harus ikut dengan seseorang.
"maaf aku merepotkan mu"
"tidak apa apa aku akan mengantarmu pulang"
"memang nya kamu tahu alamat rumah ku"
"ya tentu saja tau lah"
"sebenarnya kamu ini siapa"
__ADS_1
"aku revanza panggil saja revan"
"ah iya salam kenal revan ,jadi kau kenal dengan suami ku"
"aku ini keponakan dia"
"apa !! jadi kau saudaranya rafa"
"ya,apa kau baru tahu"
"ya aku baru melihatmu"
"tentu saja,karna aku tak tinggal disini. aku tinggal di amerika sudah 15 tahun aku disana"
"emm kenapa kau bisa tau aku istri rafa"
"tentu saja aku tahu walau pun aku tak menghadiri pernikahan kalian"
"emm oh begitu"
"aku ingin bertanya padamu"
"ya apa" ucap intan
"kenapa kau mengizinkan suami mu menikah lagi, apa kau ini bodoh" ucap revan.
"ini karna kemauan ibu mertua ku,karna ini juga gara gara aku yang sudah 10 tahun menikah namun aku belum memiliki keturunan.jadi ibu menginginkan cucu lalu ia memintaku untuk menyetujuinya"
"jadi kau setuju rafa menikah lagi"
"ya aku terpaksa"
"bodoh sekali, kenapa kau tidak menolak keinginan mertua my itu"
"aku tidak bisa karna kalau aku menolaknya,ibu mengusir rafa dan juga aku"
"parah sekali, padahal ga apa apa di usir kalian masih muda masih bisa nyari kerja kan" ucap revan
"aku mengajak rafa pergi untuk hidup berdua dan berjuang dari nol,namun rafa menolak nya karna ia tak biasa hidup susah"
"itu namanya bukan cinta sejati, terus kamu ga menginginkan perceraian juga" tanya revan lagi.
"ya karena aku masih mencintai nya"
"ada ada saja kamu, kalau kamu masih gadis aku mau menikahimu,sayang nya kau istri orang. apalagi suami mu sekarang mendapatkan gadis apa kau tak cemburu kalau suatu hari nanti rafa berpaling". lalu intan menitikkan air matanya.
"kalau ia memang sudah tak mencintaiku lagi makan aku akan pergi dari kehidupan nya" ucap intan
revan merasa iba melihat intan yang menangis ,ia merasa kasihan pada intan lalu ia menggenggam tangan intan untuk menguatkan nya.
__ADS_1
"sabar ya semoga kamu kuat" ucap revan dan intan hanya menganggukkan kepalanya dengan senyum yang di paksakan