My Husband Remarriage

My Husband Remarriage
episode 11


__ADS_3

mira adalah sahabat intan sedari kecil,ayah dan ibunya mereka berdua bersahabat,namun mereka berdua harus berpisah karna mira berpindah rumah ke kota.sedangkan intan tinggal di pedesaan.


"intan sini" ucap mira


"ya maaf aku kelamaan"kata mira


"tidak apa apa intan,duduklah disini"


"ya" intan duduk di samping mira.


"mas kamu mau makan apa biar aku ambilkan" ucap mira


"emm aku mau ikan sama sayur saja"


"baik mas" mira mengambil kan makan untuk rafa sedangkan rafa melirik intan ia merasa bersalah pada intan.


"ini enak" ucap mira


"ya ini buatan intan" kata rafa


"emm tentu saja intan itu memang pintar memasak sedari kecil intan selalu serba bisa ,aku kagum padanya"ucap mira


"hehe biasa aja mira" kata intan dengan senyum yang di paksakan.


"oh iya intan nanti lusa aku ingin fitting baju bersamamu,seperti kamu paling bisa memilihkan gaun untuk ku" mira sebagai sahabat nya ia selalu berbicara lembut namun menyakitkan bagi intan.


"tentu saja aku akan mengantarku"


"terimakasih intan" rafa hanya mendengarkan mereka berdua mengobrol,namun rafa tetap memperhatikan mata intan yang masih ada sisa air mata.


setelah mereka selesai makan,rafa berbicara pada mira "emm mira apa kau mau pulang sekarang" ucap rafa pada mira.


"yah padahal aku masih betah disini sama intan,tapi kamu malah mengusirku mas"


"emm maaf aku bukan mengusirmu tapi setelah ini aku ada pekerjaan" ucap rafa berbohong


"yaudah lah aku mau pulang aja mas, nanti juga aku akan tinggal disini jadi aku bersabar aja dalam waktu 3 hari aku akan bersama intan disini".


tak tau kenapa berbicara mira selalu bikin intan sakit, padahal mira gadis yang baik menurut intan,namun sekarang ada rasa berbeda saat di dekat mira apa karna mira juga tak ingin rafa lebih memilih intan.


"intan aku pulang dulu"


"iya mira hati hati di jalan ya" ucap intan.


"jangan lupa nanti lusa antar aku ya intan, bye" intan hanya tersenyum setelah mendengarkan kata kata mira.


"kamu sangat berbeda dengan mira yang dulu, apa mungkin hanya perasaanku saja" ucap intan dalam hatinya. lalu ia kembali ke kamar nya.


"mas"


"emm ya ada apa"


"apa kamu mencintai intan"


"ya tentu saja mira,memang nya kenapa" tanya rafa

__ADS_1


"aku hanya bertanya saja mas, tapi kamu janji kan setelah kita menikah kamu akan adil kepadaku dan juga intan"


"tentu saja mira itu kan kewajiban ku"


rafa terus fokus mengemudi, ia memikirkan intan ia juga tak tega dengan tangisan nya intan tadi.


"mas main dulu ya"


"seperti nya hari ini tidak bisa karna aku ada janji" ucap rafa berbohong padahal ia hanya ingin bersama intan.


"emm baik lah lain kali saja mas"


setelah sampai di rumahnya, mira mempersilahkan rafa untuk masuk namun rafa berbohong ada urusan penting sekarang.


"ya sudah mas hati hati di jalan"


"iya" tiba tiba saja mengecup bibir rafa dengan lembut,mira belum melepas kan nya sebelum rafa memainkan nya. nama nya juga laki laki pasti ia akan tergoda apalagi menurut nya bibir mira memang manis.


mira tersenyum menang ia merasa senang karna rafa tergoda olehnya.


lalu rafa menyudahinya.


"mas kenapa, aku masih ingin"


"aku harus pergi sekarang"


"ouh ya udah mas hati hati ya" ucap mira.


"aku tau kamu khawatir sama intan mas,aku ga suka kamu dekat sama intan , intan memang sahabat ku tapi aku tak rela pria yang ku cintai lebih memilih sahabatku,aku akan membuatmu makin cinta sama aku mas"ucap nya dalam hati.


"iya"


"ko sebentar mas"


"emm buat apa memang nya lama lama"kata rafa


"ya siapa tau mas mau main dulu"


"intan aku tau kamu pasti cemburu, apa kamu tau hatiku sakit melihat mu menangis terus intan"


"apalagi aku mas, aku lebih sakit hati"


"intan aku harus bagaimana,aku juga tak bisa membatalkan pernikahan ini"


"ya itu karna kamu mencintai sahabatku mas"


"intan tapi cinta ku lebih banyak untuk kamu"


"kamu lucu mas, kalau cinta mu lebih banyak untuk aku,kamu tak akan menikah lagi sekalipun itu dijodohkan kamu pasti akan menolaknya"


"intan"


"sudah mas,kita jangan bahas lagi soal ini, bentar lagi kamu akan resmi menjadi suami mira jadi aku tak mau membahasnya lagi mas"


"maafkan aku soal ini intan, aku hanya menginginkan anak dari mira setelah itu kamu bisa menjadi seorang ibu"

__ADS_1


" anak orang lain dan anak dari rahim sendiri itu beda mas,tetap saja ibunya bukan aku"


"intan kamu jangan bilang begitu"


"sudah mas aku capek ,aku ga mau berdebat terus.


rafa mengalah,ia tak ingin membuat intan menangis lagi jadi rafa akan menurut apa yang di katakan intan.


"oh tuhan aku benar benar capek dengan keadaan yang seperti sekarang"


***


hari ini adalah hari rafa dan mira akan fitting baju pengantin, intan yang tadinya tidak ingin ikut namun ia harus ikut karna ia sudah janji pada mira.


"intan gimana ini bagus ga" ucap mira


"emm bagus kamu cantik kalau pakai ini"


"hehe tentu saja pasti rafa akan terpesona padaku "


"tentu saja mira"


"aku sudah tak sabar ingin tinggal bersama mu intan, kita bisa menghabiskan waktu bersama seperti di waktu kecil kita"


"haha iya mira aku pun begitu"


"tapi aku ga nyangka suami kita bakal sama ya , padahal dulu kamu pernah cerita kamu ga mau di poligami"ucap mira mengingat kan waktu kecil


"ternyata kamu masih ingat ya mira"


"tentu saja intan,aku tak akan lupa kalau soal dulu"


"emm mira aku udah lama tidak bertemu ibu mu, aku sangat ingin bertemu dengannya" ucap intan, namu mira malah diam ia tak menjawabnya.


"kenapa kau diam mira"


"ibu ku sudah meninggal intan"


"apa!! sejak kapan,maaf aku tidak tau mira" intan jadi merasa iba pada mira setelah mira mengatakan bahwa sang ibunya sudah meninggal.


"aku sedih tak punya ibu"


"kamu jangan sedih intan, aku pun sama tak punya ibu begitupun aku tak punya ayah"


"apa! ayah mu sudah ga ada intan"


"iya mir"


"ya tuhan intan kasihan sekali kamu" lalu mira memeluk intan "maaf kan aku,aku tak tau soal ini"


"aku juga minta maaf mira"


"hemm,udah yuk kita pulang jangan menangis disini intan ,kan ga lucu"


"hehe iya ayo pulang"

__ADS_1


mereka pulang bersama sama,intan selalu tersenyum pada mira walaupun ia harus menerima kenyataannya,bahwa sahabatnya akan resmi menjadi madunya.


__ADS_2