
hari ini sang mertua datang ke rumah intan untuk membicarakan soal perceraian Rafa dan Intan.
"Ibu" panggil Mira yang tiba tiba datang dari belakang mertuanya.
"Ah mantu kesayangan ibu,bagaimana dengan kandunganmu" tanya ibu pada Mira dengan penuh kelembutan
"Cucu mu baik baik saja bu, tapi ibu janjikan dengan perkataanku semalam"
"Ya,ibu akan melakukan nya sekarang,dimana Intan "
"Intan masih dikamarnya Bu,ia selalu bermalas malasan , Intan tak pernah mengerjakan rumah sedangkan aku yang sedang mengandung malah di suruh suruh sama Intan" ucap Mira berbohong,padahal kebalikan nya ia yang selalu menjadi kan intan babu.
"sialan menantu kurang ngajar, dia harus cepat cepat pergi dari sini" ucap ibu dengan nada marah pada intan. "Cepat panggil intan,suruh dia menemuiku"
"Baik bu,aku akan membangunkan Intan dulu"lalu mira kembali ke atas menuju kamar Intan.
tok tok tok
"Intan " panggil Mira,namun masih belum ada sahutan dari intan
"ah kemana perempuan murahan ini,lebih baik aku masuk saja" lalu mira membuka pintu kamar Intan. Mira melihat Intan yang sedang tertidur dengan selimut yang menutupinya sepertinya intan sedang tidak enak badan.
"Intan " panggil Mira
"ya ada apa kau kesini" ucap intan dengan suara lemah
__ADS_1
"ibu ingin menemuimu di bawah,cepat temui dia " kata Mira
"aku malas kebawah,tolong beritahu ibu,aku sedang tidak enak badan"
"tidak bisa intan,cepat bangun temui ibu sekarang juga" lalu mira pergi meninggalkan intan
*haha liat saja Intan,kau akan tahu akibatnya* ucap Mira dalam hatinya.
Tak lama kemudian intan menuruni tangga untuk menemui sang mertuanya,ia memaksakan diri untuk menemuinya walaupun badan nya sedang merasakan sakit.
"Ibu" ucap intan,lalu sang mertua melirik intan dengan mata yang tajam
"bisa bisanya kau baru bangun jam segini intan" teriak ibu
"maaf Bu aku sedang tidak enak badan"
"Ya Bu ada apa"
"Tolong tandatangani surat ini juga sekarang" lalu sang ibu menyondorkan kertasnya pada intan
"ini apa bu"ucap intan
"malah nanya,ya di baca lah masa kau tidak becus membaca sih" ketus ibu
"Ini surat cerai untuk ku bu" ucap intan yang merasakan sakit di dadanya ia tidak percaya dengan surat yang berada di tangan nya
__ADS_1
"ya cepat tandatangani,ini kemauan Rafa "
"kalau begitu mana mas rafanya bu,?" Intan tak ingin dibodohi oleh mertuanya itu ia tetap saja ingin kejelasan dari Rafa
"ayo cepat tandatangani"
"aku ingin kejelasan dari mas Rafa dulu bu"
"kau tak percaya pada ku intan, lihat saja sebentar lagi rafa akan kesini" ucap nya dengan senyum yang tak bisa di artikan.
Tak lama kemudian mobil Rafa sudah sampai
"Akhirnya Rafa sudah datang" ucap sang ibu
"ibu" kata rafa yang baru saja masuk lalu mencium tangan ibu nya
"sini duduk dekat ibu,ibu sudah menjelaskan pada istri mu tapi dia tak percaya" ucap sang ibu dengan ketusnya sambil melirik intan
"apa benar mas apa yang di maksud dengan ibu" ucap intan dengan suara yang bergetar ia sudah tak tahan lagi dengan air matanya.
"ya intan,maafkan aku mungkin ini jalan terbaik untuk kita" kata rafa
"kamu jahat mas,kamu mengingkari janji mu" pada akhirnya intan menangis di depan rafa
"maafkan aku" ucap Rafa
__ADS_1
"heh intan kau bilang Rafa tidak menempati janji nya,makanya jadi istri itu harus bisa memberikan keturunan,ujung ujung nya kau di buang juga kan" ketus ibu dengan kata kata penghina an pada menantunya itu.