My Posessive Guy

My Posessive Guy
Diluar Dugaan


__ADS_3

Hari terasa begitu cepat berjalan, begitu pun dengan bulan yang terus berlalu berganti hingga akhirnya ujian kenaikan kelas selesai dilaksanakan.


Kami pun mendapatkan libur dua minggu ke depan.


Aahhh senangnya. But? getaran ponsel milik Faysa membuat gadis cantik yang kini menjadi sosok malaikat tampan pun mengalihkan perhatiannya.


"Hallo sayang."


"Ya dad?"


"Ada misi untuk kamu."


"Apa itu dad?"


"Penculikan anak dari trillioner USA."


"Jadi Fay harus ke USA? Kapan dad?"


"Hari ini."


"Bagaimana dengan Sasy?? Aku tidak mungkin meninggalkan dia sendirian di Bandung."


"Kamu tenang saja, mommy kalian akan ke Bandung untuk menemani adik tersayang mu."


"Baiklah kalo begitu."


"Segeralah bersiap sayang."


"Baik dad."


Fay tidak sadar bahwa sang adik mendengarkan percakapan sang kakak yang akan pergi meninggalkannya karena tugas dari sang daddy.


"Kakak," rengekan manja Elaina pada Fay.


"Sayang? Kamu disini?"


"Kakak akan meninggalkanku lagi?"


"Kakak akan secepatnya membereskan tugas itu sayang."


"Janji ya kak."


"Iya sayang." Fay pun mengecup dahi sang adik.


"Terus, Sasy sama siapa disini?"


"Mommy akan kesini untuk menemani kamu."


"Baiklah kalo begitu, ayo Sasy bantu beres-beres pakaian kakak."


"Kamu akan aman sayang, walaupun kakak jauh dari kamu, kamu akan selalu terawasi oleh kakak. Kakak janji akan hal itu." Batin Fay sambil melihat Elaina yang sedang memasukkan baju Fay ke dalam koper.


"Apakah kakak akan menyamar?"


"Tidak, kakak akan bertugas seperti biasa."


"Apa itu gak masalah kak?"


"Hm, bukan masalah besar saat misi. Karena gue akan langsung bunuh orang yang dengan berani liat wajah gue." Batinnya di akhir.


"Ohh baiklah."


"Kakak harus hati-hati ya... Sasy selalu takut kalo kakak sudah mendapat tugas dari daddy."


"Siap princess, dan tenang saja, kakak akan selalu menghubungimu."


"Aku sayang kakak."


Peluk sang adik kepada Fay dan dibalas dengan tak kalah erat nya seperti tak ingin kehilangan.


"Aku tidur dengan kakak ya."


"Baiklah sayang."


Mereka pun merebahkan tubuh di kasur king size milik Fay.


"Kak, apakah aku boleh meminta sesuatu?"


"Apa sayang?"


"Apakah kakak akan menurutinya?"


"Selama itu masuk akal dan tidak membahayakanmu akan aku lakukan." Tegas Fay seraya tersenyum.


"Bolehkah aku mencium mu?"


"Cium??"


"Iya!! Bolehkan?"


"Silahkan sayang." Tak apakan ? Toh dia adikku. Batin Fay.


Cuppp...


Dengan ******* sedikit demi sedikit Elaina mampu membuka bibir Fay yang masih sangat terkejut akan tindakan adiknya. Faysa fikir Elaina akan mencium dahi pipi atau apapun itu selain bibir, tapi ternyata ?


Shit!


Faysa menjauhkan wajahnya dari Elaina, Faysa menatap bingung sang adik dan juga ingin marah tapi ia tidak bisa marah pada kesayangannya.


"Kenapa?"


"Hah?"


"Kenapa kakak melepasnya?"


"Sasy, lips to lips tidak baik, siapa yang mengajarkanmu seperti itu?"

__ADS_1


"Bukankah itu sebagai bentuk kasih sayang juga?"


"Iya, tapi tidak untuk kita."


"Kakak tidak sayang Sasy lagi?" Tanya Elaina dengan wajah berkaca-kaca.


Faysa panik , ia akan menghukum dirinya sendiri karena membuat kesayangannya menangis.


"Baiklah baiklah, kali ini kakak maafkan. Tapi kakak mohon, jangan lakukan itu lagi sayang. Okey?!"


"Hmm...."


"Siapa yang mengajarimu?"


"Gak ada."


"Terus, darimana kamu tau—"


Faysa menghentikan ucapannya kala melihat Elaina kini tengah tertidur dalam pelukannya.



Fay pergi jam 1 dini hari, karena tidak ingin mengganggu tidur sang adik yang sudah terlelap, Faysa pun hanya meninggalkan secarik kertas pada Elaina.



Faysa pergi meninggalkan mansion yang tempati nya dengan helikopter pribadi milik keluarga Black Jack.



Faysa sungguh berat meninggalkan sang adik sendiri. Karena semua keluarga mereka tau bahwa Faysa begitu sangat menjaga Elaina.



Perjalanan panjang pun di tempuh Fay untuk sampai di USA hingga tiba siang hari di Sana, kedatangannya langsung di sambut hangat oleh daddy dan kakaknya Kevan.



Kevan begitu menyayangi Faysa di bandingkan dengan Elaina, entah itu dari sifat, paras, kelakuan, mereka berbanding terbalik antara Fay dan Elaina sehingga memudahkan sang kakak sulung ini menyukai sikap dewasa Faysa.



"I'm home."



"Sweetie... hug me please, i miss you so much."



"I miss you too brother." Ucap Faysa sambil membalas pelukan sang kakak.



"Kau tidak memeluk daddy sayang?"




"Daddy juga rindu sayang, apa kabarmu? Bagaimana dengan misimu di Bandung?"



"Semua aman dan pastinya akan baik-baik saja dad."



"Syukur kalo begitu, kamu segera ke kamar dan istirahat, setelah makan malam mari kita bicarakan misi kita kali ini."



"Baik dad."



"Sini aku bantu bawakan kopermu."



"Thank you."



"Kiss me please." Pinta Kevan pada Faysa seraya mendekatkan pipinya.



Cuupp



Faysa mengecup pipi kiri sang kakak.


Yang dikecup pun menyengir bahagia memperlihatkan gigi putih nya.



Setelah istirahat dengan tidur bersama Kevan. Kami berdua mempersiapkan diri untuk menemui sang ayah. Tapi sebelum itu, mereka akan makan malam terlebih dahulu untuk mengisi perut yang sedari tadi meminta diisi.



Tak selang berapa lama, makan malam pun selesai. Faysa dan Kevan berjalan berdampingan dengan tangan Kevan yang merangkul pundak Faysa dengan nyamannya. Keduanya memasuki ruang bawah tanah, tempat itu adalah tempat dimana kita menyusun strategi untuk melawan musuh.



"Okeyy, kali ini musuh kita tidak main-main, maka dari itu daddy akan menyuruh kalian berdua menyelesaikannya. Jika sebelumnya kalian bertugas masing-masing, tapi kali ini kalian harus kerja sama . Mengerti?"

__ADS_1



"Mengerti dad."



Pembicaraan tentang strategi penyerangan pun sangat berjalan serius.



Keesokan hari— "Sweetie, bangun sayang... ayo kita sarapan."



"Hmm baik kak."



"Morning kiss darling."



Cuppp



Fay langsung membelalakkan matanya karena tadinya ia mengarahkan bibirnya menuju pipi Kevan, namun karena terlalu mengantuk hingga tidak sadar bahwa Kevan memiringkan wajahnya hingga lips to lips pun terjadi.



"Ya elah... sebelumnya Sasy sekarang Kevan jadi gimana sih? Masa ia gue harus sabar tiap bibir gue dicium."


Batin Fay menggerutu kesal.



"Tidak apa-apa kan?? Sebagai tanda sayang."



"Oohhhh aku tau... jadi kakak yang mengajarkan Elaina seperti ini??"



"Hehe... maafkan kakak sayang, saat itu kakak asal bicara saja."



"Huh..  aku sangat terkejut, asal kakak tau aja ya, bahkan Elaina sampai \*\*\*\*\*\*\* bibirku."



"Kalo begitu aku juga akan melakukannya, agar melakukan yang sama persis."



"Tidak! Udah sana, Fay mau mandi."



Selesai itu sarapan dimulai dengan keadaan hening. Hingga—



"Aku selesai."



"Aki juga dad."



"Baiklah kalo begitu, hati-hati ya kalian anak anak daddy."



"Siap bos!" Sigap mereka kemudian memberikan hormat pada sang daddy.



Fay dan Kevan berangkat menggunakan satu mobil. Kevan menyetir dan Fay yang sedang mencoba menerobos sistem orang yang telah menculik anak trilioner tersebut.



"Yeeesss, dapat!"



"Mana dek?"



"Nih kak."



Sambil memperlihatkan laptopnya.



"Oke , kita kesana!"



"Baik kak."


__ADS_1


Jangan lupa untuk Vote dan comment nya ya teman-teman 😘😘😘


__ADS_2