
Faysa bertekad akan masuk kuliah di USA dan itu tentu saja di ikuti oleh Ken, Faysa yakin , saat Ken di kampus akan menjadi dingin dan tak banyak bicara. Ken hanya berbicara banyak pada orang-orang yang selalu ada di sekelilingnya apalagi dengan Faysa. Dan Ken akan sangat manja pada Faysa.
"Sasa"
"Iya Will??"
"Sasa"
"Iya ada apa Will?" Faysa menjawab, namun ia masih sibuk dengan ponsel ditangannya.
"Sasa, lihat Will"
"Tunggu sebentar"
Semenjak Faysa berpacaran beberapa minggu ini dengan Joe , Faysa lebih banyak bermain ponsel dari pada keluar rumah bersama Ken. Itu yang membuat Kenn merasa cemburu dan dijauhi oleh Faysa.
"Iihhhh... Sasa kenapa sibuk terus sama ponsel nya sih??"
"Ini Sasa lagi hubungi dulu Joe Will,Sasa cuma mau ngasih tau kita berangkat kuliah hari ini"
"Huffttt.. iya cepet ya Sasa, Will serasa berangkat sendiri , karena Sasa sibuk di dunia Sasa sendiri"
"Sorry Will"
Sasa melupakan bahwa Will si anak manja saat bersama dengannya, Will yang selalu ingin bersamanya.
Mobil sport yang Ken kendarai kini sudah memasuki pelataran kampus baru mereka .
Mereka tentu saja menjadi pusat perhatian, karena jarang dari mereka mempunyai mobil mewah itu, kecuali orang-orang yang memang terkenal di kampusnya.
"Ayo kita keluar Sasa"
Faysa menjawab hanya dengan anggukan saja.
Faysa dan Ken keluar dengan tatapan dingin , walau mereka cantik dan tampan, suasana di sekitar mereka menjadi kaku , apalagi saat melihat mata Faysa. Mereka merasa masuk ke jurang yang dalam.
Setelan yang digunakan mereka untuk berkuliah sangat simple namun tetap menawan. Mampu menghipnotis siapa saja , karena begitu tampan dan cantiknya mereka.
Fay dan Ken sudah terbiasa menjadi pusat perhatian hanya bersikap cuek , kemudian mereka mulai melangkah menyusuri koridor kampus.
Mereka sekarang berkumpul dilapangan, Ken dan Faysa masih menempel , tidak! yang lebih tepat , Ken yang tak ingin dipisahkan dengan Fay.
"Will, lebih baik kamu mencari barisanmu sendiri"
"Tapi Will pengen sama Sasa"
"Jangan manja disini Will, Sasa tau itu mau Will, tapi sekarang bukan saatnya okey"
"Tapi...tapi"
Interaksi mereka diperhatikan oleh seseorang yang menatap mereka dengan intens.
Siapa??
Cuuppp, dengan cepat Faysa mencium pipi Ken.
"Dah ,, Will cari barisan sana"
"Okey" Ken berjalan dengan wajah ditekuk karena ia terpisah dengan Faysa
"Mereka ada hubungan??"
"Menakjubkan"
"Aku akan mendapatkanmu"
Senyum indah terukir dari wajah seseorang yang kini sedang berada di lorong lantai dua yang menghadap ke lapangan.
Upacara pembukaan telah selesai, mereka kini akan beristirahat di kantin kampus
Makanannya ternyata sangat higienis, karena sekolah ini mahal dan terkenal , jadi pasti makanan dan fasilitas sangat memadai kebutuhan masyarakat kampus
"Will, ayo makan"
"Ayo Sasa"
Dengan senang hati Ken merangkul pundak Faysa .
Faysa tersenyum ke arah Ken, karena ia juga merasa nyaman dengan apa yang Ken lakukan padanya.
Faysa senang saat Ken manja padanya.
Brruukk
Aawwwww
Jerit seorang perempuan yang menabrak Faysa.
"Kau?"
Kau???
Siapa memangnya??
__ADS_1
Dia adalah Nelda , teman sekelas Fay saat di SMA, ternyata ia juga bersekolah di USA.
"Lo kenal gue?"
"Ga" Faysa melupakan jika yang dikenal Nelda adalah Faysa sebagai laki-laki.
"Sasa , ayo kita pergi" ken menarik lengan Faysa pelan,
Saat sadar akan sosok laki-laki dihadapannya Nelda terpana, ia jatuh pada pesona mata hijau dari Ken.
"Hm" deheman Fay membuyarkan lamunannya.
"Lo gapapa?"
"Ah.. iya , gue gapapa"
"Yaudah gue cabut"
"Eh.. em. Emm... gue boleh bareng kalian ga? Gue dari Indonesia"
"Hm.. ayo"
Nelda terus menatap Ken, Ken yang merasa terus ditatap pun menengok ke sebelah kirinya dimana Nelda berada.
"Apa?" Ucap Ken dingin, berbeda intonasinya saat ia berbicara dengan Faysa.
"Ah.. ahhh.. e..ennggga"
Ken mendengus tak suka, ia berniat ingin manja manjaan pada Faysa , namun karena adanya Nelda, pasti dia tak akan leluasa.
Sesampainya di meja kantin.
"Sasa mau pesan apa??"
"emm.. apa aja deh Will" ucap Sasa tersenyum ke arah Ken.
"Yaudah, will pergi dulu"
"Ehh" ken berhenti seraya menaikkan halisnya.
"Ini? Gak di pesenin sekalian?"
Ken melirik ke arah Nelda dengan tatapan dinginnya.
Seolah tau , Nelda langsung menolak dan bangkit untuk memesan pesanannya sendiri.
"Dasarr . . . manjanya gak hilang hilang , huftt.. gimana caranya nyembuhin Ken?" Batin faysa
Hingga tak sadar makanan sudah ada di depannya, karena ke asikan melamun.
Ken mengecup pipi kanan Faysa, ia gemas melihat Faysa yang menurutnya lucu saat berfikir, apalagi dengan lesung pipi yang di keluarkannya.
"What are you doing will?"
"Tidak apa-apa, will gemas aja liat Sasa"
"Hm.."
"Ck.. mulai deh dinginnya , jangan dingin dingin lah sama Will ya Sasa"
"Hm"
"Tuh kan" mata ken berkaca- kaca.
Kemudian seseorang duduk di samping Ken.
Ya, Nelda
Ken masih menatap faysa yang masih sibuk dengan makannya.
"Sasa?" Ucap will pelan
"Hm?"
"Sasa?"
"....." tidak menjawab melainkan mendongakkan kepala melihat ken
Faysa membulat, kini ia tau kalo ken sedang menahan tangis
Faysa mendekat dan memeluk ken.
Grreepppp, Faysa membawa Ken dalam pelukannya.
"Udah , jangan nangis, nanti Sasa tambah marah loh sama Will"
"Jangan, jangan marah sama Will, Will gamau di tinggalin sama Sasa"
"Yaudah jangan nangis , kamu gak malu??" Faysa menunjuk Nelda.
Ken menengok ke arah Nelda , dengan segera ia menghapus air matanya. Namun apalah daya ia sudah ketahuan .
Ketahuan bahwa ia cowok yang manja.
__ADS_1
"Kenapa gue gak suka?"
"Kenapa gue sesek liat mereka berdua?"
"Cemburu?"
"Mungkinkah?"
"masa secepat itu"
Nelda yang telah selesai dengan pikirannya kini kembali fokus pada makanan dan dua orang yang dekat dengannya kini.
Makan telah selesai hingga Nelda memecah suaranya.
"Fay, gue boleh jadi temen lo?"
"...." tak ada jawaban.
Teman?? Lagi??
Cewek?
"Fay?"
"Emm. Gimana ya?"
"Ayolah, gue belum punya temen"
"Will juga mau kan?"
Ken menggeram marah, ingat? Panggilan itu hanya diperbolehkan untuk Faysa , tidak yang lain
"Emmm.. Nelda, kenalkan, dia Ken, dan jangan sembut nama Will"
"Kenapa? Kamu manggilnya will kan?"
"Jangan sebut nama will selain sasa , NGERTI??" ucap ken dengan penuh penekanan
"Okeyy, fine, Ken"
"Gimana?? Mau ya?" Nelda menatap faysa dengan harap bisa menjadi temannya.
Gimana kalo dia jadi incaran musuh?
Gimana kalo dia kena imbas masalah gue,,?
Pusing gue!!!!
Dad i'm sorry
Aku melanggarnya lagi
"Okey"
.
.
.
Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita "FAKE IDENTITY"
Novel telah tersedia dalam versi cetak , mohon maaf karena tidak bisa mempublikasikannya pada teman-teman sekalian.
Untuk pemesanan, kalian bisa menghubungi
contact : 089621632760
IG/DM : Siti Handriani
Sinopsis pendek Fake Identity :
Faysa Caroline Jack, seorang anak pembunuh bayaran yang paling keji bernama Black Jack mendapatkan sebuah misi untuk menjaga seseorang.
Orang itu adalah Rio , yang ternyata menjadi sahabat pertamanya. Faysa menjalani misi dengan mengubah penampilannya menjadi seorang remaja laki-laki.
Banyak rintangan yang ia lalui demi menjaga teman-temannya.
Hingga , terjadi penyerangan besar-besaran di sekolah mereka yang melibatkan Rio juga sang adik. Faysa rela mengorbankan dirinya demi orang yang ia sayangi.
Hingga...
Langsung pesan aja yuk novelnya... biar kalian puas 😉😉😉
Segitu dulu ya guys 😁😁
Jangan lupa untuk
VOTE
__ADS_1
COMMENT
SHARE