
Setelah Fay membujuk Ken untuk makan, akhirnya ia bisa melanjutkan lagi makan yang tadi sempat tertunda.
Tak selang berapa lama dering handphone Faysa berbunyi menandakan sebuah panggilan.
Bukan dari Joe
Bukan dari sahabatnya
Melainkan dari sang daddy, Ia tau, pasti akan ada misi .
Huffttt... kapan semua ini berakhir?? Tapi pasti takkan ada akhirnya.
gue cuma pengen kehidupan normal
Tapi disini gue gak bisa apa-apa.
Ikuti alur
Jalani
Hadapi
Hidup mati
"Hallo sayang??"
"Iya dad?"
"Sayang, kau masih di kampus?"
"Ya dad"
"Oh.. sayang, maaf, tapi kali ini ada misi untukmu"
"Baik dad, apa yang harus Fay lakukan?"
"Kamu harus.... bla bla bla"
Sang daddy menjelaskan pada fay apa yang akan menjadi tugasnya.
"Okey dad, fay bergerak sekarang"
"Selalu hati hati sayang"
"Iya dad, tenang saja"
"Okey, see you nak"
"Okey dad"
Ken yang sedari tadi memperhatikan Faysa sedang menelpon kini membuka suara.
"Daddy Sasa?"
"Ia will, Sasa harus pergi sekarang, ada tugas"
"Yaahhh... gak bisa bareng dong"
"Will tenang aja ya, nanti Sasa akan kabari Will"
"Okeyy, hati-hati Sasa" Ken memeluk leher Faysa dari belakang, seperti itulah kebiasaan Ken pada Faysa.
Faysa menepuk tangan Ken yang melingkar di lehernya dengan pelan.
"Sasa bakalan baik baik aja, Will gausah khawatir ya?"
"Hmm" jawab Will seraya menganggukkan kepalanya.
"Okeyy, bye Will, Nel"
"Bye" jawab Ken dan Nelda berbarengan.
Ken menatap Nelda sangar.
"Kenapa ngikutin ucapan Ken?"
"Ya kan tadi Faysa juga pamit sama gue"
"Ihhh Nelda" setelah itu ken pergi meninggalkan Nelda sendiri di kantin.
Ada apa dengan ken? Kok dia jadi manja gitu ngomong sama gue?
Diparkiran
"Ini nona kuncinya"
Anak buah Faysa memberikan kunci motor sportnya. Jangan ditanya bagaimana dengan mobilnya, yang pasti mobilnya akan di bawa oleh ken.
"Hm, siapa saja yang pergi?"
"Nona, dengan 5 anggota inti"
__ADS_1
"Lokasi?"
"Taman hiburan nona"
"Shit, dia sengaja memilih tempat ramai"
"Go!!"
Mereka pun segera melajukan kendaraannya menuju lokasi mereka akan membantai musuhnya.
1 orang
2 orang
3 orang
4
5
Dan bergerombol sekitar 7 orang
Untuk semua yang bergerombol akan mudah karena mereka berada di satu tempat yang sama, namun untuk yg 5 lagi, ia harus berfikir cepat, agar tidak mendapat kecurigaan jika temannya hilang.
Fay memberika aba-aba kepada anak buahnya untuk segera berpencar . Anak buah Fay akan one by one , dan dengan sangat terpaksa Faysa menangani tujuh orang lainnya.
Kasus apa yang mereka hadapi?
Penculikan
dan penjual organ dalam tubuh manusia.
Orang yang mereka culik tidak hanya orang dewasa, tapi remaja dan juga anak- anak . Mereka akan diculik setelah itu diambil organ dalamnya.
Faysa memakai atributnya setelan hitam dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Fay menggunakan topi secara terbalik.
Faysa mendekati mereka seolah ia sedang tersesat
"Hai, sorry ganggu"
"Eh, ya , ada apa cantik"
"Kalian tau dimana letak kamar mandi? Aku sudah berputar beberapa kali dan tidak menemukannya"
"Aah.. begitu" mereka saling lirik dan salah satu dari mereka ada yang mengangguk.
GOTCHA!!!
"Yaudah ayo kita antar"
"Tidak sama sekali, ayok"
Fay mengikuti mereka, Fay berada di antara mereka , meski tidak terlihat seperti di kekang namun Fay yakin ini adalah formasi penculikannya.
3 didepan
2 samping kiri 1 kanan 1
2 belakang
Seringai muncul dari bibir Fay saat mereka membawanya ke tempat sepi.
1
2
3
BRRUUKKKK
2 orang di belakang Fay ambruk
Kelima orang lainnya menatap teman mereka.
"Hallo guys, you wanna play with me?"
Seringai jelas tercetak di bibir Fay sambil memperlihatkan paku yang berada di sela sela tangan Fay.
Mereka yakin paku itu terdapat racun.
"Ckk... kita tertipu bos" bisik seseorang pada orang terdepannya.
"habisi"
Mereka saling mengangguk namun sebelum melangkah .
Brruuukkkk
Dua orang dari mereka kembali ambruk karena serangan paku Faysa.
Kini hanya tersisa tiga orang lagi
__ADS_1
Faysa akan menyisakan sang ketua .
Fay menggerakkan telunjuknya agar musuh mendekat.
Kedua orang itu mendekat dan
Brughh
Brugghh
Brrugghh
Ssrettt
Krrekkk
Aksi pukul pun tak terelakkan lagi sang bos yang melihat anak buahnya sudah mulai melemah kini ia berniat melarikan diri.
Faysa sadar akan itu
Bbrruugggg
Kkreekkk
Jurus andalannya memutarkan kepala hingga 180 derahat pada sang lawan hingga membuatnya tewas seketika.
Satu lagi
Dan
Kkrrrreekkk
Kepala itu berputar.
Fay segera berlari mengejar sang bos
Ia berlari menyusuri gang gang taman bermainĀ , hingga terlihat .
Musuh sudah berada diluar taman bermain.
Aksi kejar kejaranpun tak luput dari para pejalan kaki yang melintasi jalanan tersebut.
"Berhenti"
Sibos menyandra seorang anak muda seumuran faysa.
"ck , perut tambun ngajak lari lari , pasti kalah lah sama gue" batin Fay.
"Kalo kamu mendekat anak ini akan saya bunuh"
"Bunuh saja"
Sang sandera melotot tanda tak percaya, namun saat melihat manik mata Fay seolah menyiratkan sesuatu ia diam , mengikuti permainan.
"Dimana sandera lainnya?"
"Hahaha. . Kau kira kau siapa hah?"
"Beri tahu atau aku akan bertindak lebih kejam lagi?"
"Yang pasti tempat itu sepi tak berpenghuni, banyak benda mati dan tak ada makhluk hidup"
"Teka teki ini" batin fay
"Hahahaha.... untung aku pintar"
"Halahh... jangan sok pintar kau bocah"
Tanpa di duga , Fay sudah menghilang dari hadapan musuhnya.
Namun
Dibelakang
Kkrreeekkkkk
Faysa memutar kepalanya sang musuh.
"You loser"
Hihihi... gimana nih???
Masih mau lanjut???
JANGAN LUPA UNTUK
SELALU!!!!
VOTE
COMMENT
__ADS_1
SHARE
SALAM MANIS