My Posessive Guy

My Posessive Guy
Titik Terang


__ADS_3

"Yes!!! Akhirnya dapat juga!" Ia pun bergegas men-dial nomor di ponselnya.


"Hallo."


"Hallo boy."


"Dad, aku sudah menemukannya."


"Bagus!! Segera kabari adikmu."


"Baik dad."


Ia pun kembali mencari nama sang adik kemudian mulai menelponnya.


"Hallo?"


"Sweetie, kakak sudah menemukannya."


"Are you serrious?"


"Hm, aku akan ke Indonesia malam ini. Kita harus segera menyelesaikan misi nya."


"Baik, see you brother, miss you."


"Miss you too baby." Ia meletakkan kembali ponselnya kemudian bergegas untuk pergi menuju bandara.


"Akhirnya... aku bisa bertemu kembali dengan adikku. Aku tidak ingin terpisah lagi dengannya. Fay, kakak sayang kamu."


Dia adalah Kevan, kakak sulung dari Faysa dan juga Elaina. Kevan tahu rahasia sang daddy, namun ia lebih baik menyembunyikannya. Setelah menempuh perjalanan singkatnya, Kevan memesan tiket untuk pergi ke Indonesia.


Bruukk, seseorang membuat tubuh Kevan bergeser walau sedikit tapi itu sangat mengganggunya. Kalau jauh dari Faysa, ia akan sangat benci bersentuhan dengan orang lain.


"What are you doing, ha??"


Seseorang itu menunduk takut dan meminta maaf padanya berkali-kali.


Kevan dengan cepat meninggalkan lelaki tadi yang masih menundukkan kepalanya dengan tangan gemetar. Karena ia sungguh ketakutan akan emosi yang dikeluarkan oleh Kevan.


Akhirnya, pesawat yang di tumpangi oleh Kevan akan segera Take off. Tidak jauh dari tempat duduk Kevan, terdapat dua orang laki-laki yang tengah menatap nya dengan pandangan penuh tanya.


"Apakah ia salah satu anak dari Jack?" Dan jawabannya kalian pasti tau kan??


YA!


Kevan adalah keluarga Jack. Dua orang tersebut akan menghampiri Kevan namun terpaksa di urungkan karena pesawat akan lepas landas.


Selama berjam-jam Kevan duduk dengan gelisah karena tidak sabar bertemu sang adik, namun ia akan kembali tersenyum saat melihat foto yang ia genggam.


Foto Faysa dengan gaya yang sangat normal seperti anak perempuan lainnya.


Itu adalah foto dimana ia sedang mengganggu sang adik yang sedang bermain PSP, ia merebutnya dan dengan jahilnya Kevan memotret sang adik.


Namun setelah itu, Faysa mogok bicara pada Kevan dengan alasan karena dia begitu jahil pada nya.


Kevan tersenyum mengingat momen-momen kebersamaannya dengan Fay.


"Aaahhhh akhirnya sampai juga!!!"


"Sweetie, aku kembali."


Saat keluar dari bandara, Kevan masih di ikuti oleh dua orang lelaki itu.


Dan ia terus melangkah keluar bandara hingga tiba-tiba, Huppp!


Ada yang memeluk Kevan dari belakang, ia membalikkan tubuhnya dan terpampang lah wajah cantik sang adik yang selalu ia rindukan.


"Sweetie!!! Aaahhhh miss you so much."


"Miss you too brother." Kevan melabuhkan dua kecupan pada kening adiknya membuat Faysa tersenyum senang.


"Ayo kita pulang."


"Iya, ayo sayang." Kevan pun merangkul sang adik menuju mobil yang di bawa oleh Fay. Sedangkan dua laki-laki yang menatap kedekatan mereka pun ikut merasakan kerinduan dalam hatinya.


"Kak?"


"Apakah dia adik kita kak?"


"Mungkin?"


"Aku juga ingin memeluknya, dia sangat cantik kak."


"Hmm.. kamu benar. Dia sangat cantik."


"Ayo kita cari hotel terlebih dahulu kak."


"Aah iya ayo."


Setelah menempuh perjalanan dari bandara menuju rumahnya Fay langsung masuk ke ruang kerja sang daddy. Jika bertanya kemana Elaina?? Ia sedang tidur.


"Baik, kita sudah berkumpul, jadi informasi apa yang kamu dapatkan Kevan?"


"Aku sudah menemukan siapa dalang dari orang yang akan membunuh Rio."


"Siapa kak?" Tanya Faysa cepat, karena ia begitu khawatir akan keadaan sahabatnya.


"Pamannya sendiri."


"Apa?"


"Hm, aku berfikir karena Rio anak tunggal, dengan secara tidak langsung harta kekayaan yang dimiliki keluarga temanmu itu akan jatuh kepada Rio, namun jika Rio tidak ada, bisa saja kekayaan ayah Rio akan diberikan ke dia sebagai seorang kakak."


"Ohhh motif yang sangat menyebalkan." Ketus Fay mendengar alasan dari kakaknya.


"Baik kalau sudah seperti ini, ayo kita buat rencana nya."



Faysa masih dalam penyamaran, ia begitu lelah menggunakan hoodie nya, saat ke sekolah ia akan membuka hoodie nya dan memakai topi yang dibalikkan ke belakang



Bbrrumm bbrruuumm, seperti biasa motor Faysa yang sampai terlebih dahulu dan disusul oleh mobil Rio, Cloe, Morgan.



Mereka selalu menjadi pusat perhatian apalagi ditambah dengan Fay yang sekarang menampakkan wajahnya namun tetap dengan gaya cool nya memakai topi itu.

__ADS_1



"Uuhhhh Faysa makin ganteng."



"Fay... putus dari Elaina ke gue aja yaaa."



"Fay... cari selingkuhan napa?? Gue siap kok."



Elaina yang mendengar itu begitu takut akan keputusan sang kakak, bagaimanapun juga ia adalah adik perempuan nya. Mana bisa dirinya menolak keinginan sang kakak jika Faysa ingin memiliki kekasih.



"Ayo sayang kakak antar ke kelas kamu."



"Kita ikut Fay." Ucap Morgan di angguki kedua temannya yang lain.



"Hm."



"Sialan, bagian ke si imut ngomongnya panjang lebar, lah ke kita??"



"Heem.. emang kurang gula tuh si Fay."



"Bahasa baru, Yo?"



"Ia... bosen gue kurang asem mulu."



"Ohh bisa gitu ya?"



"Bisalah.. mulut gue ini yang ngomong."



Mereka menyusuri lantai dua yaitu kelas para adik kelas most wanted yaitu kelas XI, mau IPA ataupun IPS.



"Sampai deh."




"Yaahhh.. kemana kak? Jauh gak?"



"Gak sayang, masih di Indonesia."



"Yang penting kakak hati-hati ya nugas nya. Jangan sampai ada luka sedikit pun."



"Siap bos!" Fay tersenyum pada Elaina sambil memberi hormat.



Orang-orang yang melihat interaksi mereka pun begitu cemburu dan ingin sekali memiliki Faysa, karena bagi para wanita, sosok Faysa adalah sosok yang sempurna.



Romantis pada pasangan, melindungi, tampan, posessive, dan banyak lagi.



Setelah bel masuk jam pelajaran pertama Fay masih memikirkan bagaimana dengan strategi nya nanti saat melawan penjahat itu.



Hingga tak sadar, Ttrrinngg..



bunyi bel pulang?



Kenapa pulang?



"Ehh ada apa nih??"



"Kebakaran!!! Ada kebakaran!" Teriak beberapa siswa membuat semuanya ikut keluar. Banyak anak-anak yang berhamburan sambil berlari ke arah tangga untuk menyelamatkan diri mereka.



Ada satu hal yang membuat Faysa berdiri kaku di tempatnya.



Elaina!

__ADS_1



"Shit!" Fay melihat ketakutan pada sorot mata Elaina. Ia melihat semua siswa yang kini berkumpul di lapangan dengan raut wajah ketakutan. Dan— disanalah Elaina, tengah menjadi sandera seseorang yang berani menodongkan pisaunya ke leher adiknya.



Setelah Fay menerobos masuk ke lapangan, siswa-siswi lainnya malah menonton.



Fay berjalan dengan santai menuju orang yang menyandra sang adik.



"Lepasin dia."



"Gue gak bakalan lepasin dia sebelum ada yang bernama Rio maju kesini sebagai penggantinya."



"Lo ngapain cari sahabat gue?"



"Ohh jadi kamu sahabat anak ingusan itu? Hahahah."



"Bacot!"



"Okeyyy mana yang nama nya Rio disini dan bersahabat dengan anak lelaki didepan saya ini."



Rio pun maju dengan bingung.



"Ngapain nyari gue? Lo siapa?"



"Mau tuker tempat lo kesini atau cewe ini yang jadi korban?"



"Bangsat lo... dia adik gue!" Teriak Faysa tak terima saat sang adik dilakukan seperti itu.



"Haaahhhh????"



Semua orang yang mendengar teriakan Fay merasa syok. Ternyata, dugaan mereka pada Fay dan Elaina salah. Ternyata Elaina hanya adik Faysa.



Deg!



"Kenapa kak?? Hiks hiks... kenapa kakak membongkarnya." batin Elaina merasa kecewa akan apa yang Faysa ucapkan.



Fay melihat Elaina menangis pun langsung merebut Elaina dari sang musuh dan memeluk Elaina erat.



"Sayang. Kakak akan selalu ada dekat kamu."



Tanpa di sadari siapapun, penjahat itu telah menembak Rio dengan pistolnya.



Dor!



Tembakan menuju jantung teralihkan menuju bahu Fay.



Fay akan menjalani tugasnya.



"Semuanya! Pergi dari sekolah SEKARANG!" Teriak Faysa.



"Ada yang keluar dari lapangan ini! saya tak akan segan-segan untuk menembak kalian."



"Lo ya! Gue gak mau lo malu sendiri."



"Alahhh lo bocah tau apa tentang berantem."



Siswa-siswi yang melihat itu begitu takut akan aura Faysa dengan dead gleare nya.



Faysa maju, walau seragam putih nya kini berwarna merah, Fay tetap menantang musuh di hadapannya dengan berani.


__ADS_1


Up lagiiiii 😁😁😁 vote dan komentar dari kalian selalu aku tunggu loh. Semoga kalian suka yaaaa 🥰


__ADS_2