
"Faysaa... " teriak seorang siswi sambil berlari menghampiri Fay.
"Siapa kak?" Tanya Elaina dengan tangan yang masih bergelayut manja pada Fay.
"Gatau?"
"Ihhh Faysa... gue panggil juga." Akhirnya Faysa dan Elaina pun menghentikan langkah kakinya dan menunggu perempuan itu datang ke arahnya.
"Hm..."
Siska menyodorkan satu kotak bekal, ternyata di dalamnya ada cheesecake, yap! Entah tau darimana siska bisa membawa makanan kesukaan Faysa.
Faysa pun mengambilnya dengan senang hati karena ia juga begitu menyukainya.
"Thanks."
"Sama-sama Fay... dimakan ya kalo bisa habisin."
Tanpa menjawab atau berbasa-basi lagi, Fay pun mengajak Elaina meninggalkan perempuan itu dengan wajah melongo tak percaya. Semudah itu kah dia di lupakan?
"Ayo sayang, tuh temen kakak di sebelah sana."
"Ayo, kak Siska kami permisi dulu ya..."
"Iya."
Setibanya di meja, Fay langsung membuka kotak bekal yang di berikan oleh Siska.
Matanya berbinar seperti mendapatkan emas 2 ton.
Suapan pertama baik-baik saja.
Suapan Kedua merasa ada yang salah dengan rasanya.
Suapan ketiga mata Faysa mulai memerah.
Faysa menjatuhkan cheesecake nya membuat para sahabat dan Elaina kebingungan. Tak lama kemudian, mereka yang merasakan ada hal aneh akan Faysa pun langsung membuka hoodie nya.
Terlihat wajah Fay yang memerah, mata melotot tajam, dengan nafas sesak dan tidak teratur seperti di cekik. Berjuang akan rasa sakit ia derita, hingga akhirnya Fay pun jatuh tersungkur kebawah sambil menggelinjang karena kesulitan bernafas.
"Kakak!!!"
"Kenapa nih??"
Elaina dengan segera melihat cheesecake yang dimakan oleh Faysa. Seketika matanya membulat.
STROBERI
Faysa alergi stroberi, ingat kan teman-teman???
Saat Fay dan Elaina makan dengan selai yang berbeda?
__ADS_1
Faysa semakin resah, nafasnya pun mulai terputus-putus. Siswa-siswi mulai berkerumun melihat keadaan Faysa yang menahan sakit.
"Mundur woyyy mundurrr! Lo kira ini tontonan apa? Cepet panggil ambulan!"
Selang waktu 10 menit ambulan datang, dengan cepat Faysa di beri selang oksigen dan beberapa penanganan darurat oleh petugas rumah sakitnya.
Elaina sudah menangis di pelukan Cloe. Ia begitu khawatir pada kakak kesayangannya itu, ia takut terjadi sesuatu pada kakaknya.
Dengan cepat, Elaina pun menghubungi Robert sang daddy.
"Dad .. hiks ...hiks."
"Hallo, ada apa sayang?"
"Kak Fay dad, hikss hiks.."
"Tenang sayang, jelaskan dengan benar ada apa ??"
"Kak Fay dad.. dad.. hikss.hikss al..al.. " Elaina sulit mengucapkannya hingga Cloe mengambil alih ponsel Elaina.
"Halo, saya Cloe teman Faysa, dia berada di rumah sakit sekarang."
"Teman? Kenapa bisa masuk rumah sakit?"
"Tadi sewaktu di kantin Faysa tidak sengaja memakan selai stroberi om."
"Apa???"
"Masih di tangani om."
"Saya kesana!"
Telepon pun dimatikan oleh daddy Faysa.
"Kenapa bisa begini? Jangan bikin gue khawatir Fay, please stay with me ." Batin seseorang seraya menatap ruangan dimana Faysa berada.
"Kak, jangan tinggalin aku, aku gamau kehilangan kakak." Batin Elaina pun ikut berdo'a.
Dari kejauhan ada yang melihat itu semua.
"Target 2 beres, sekarang hanya tersisa target pertama. Kita harus bergerak cepat sebelum target 2 sadar. "
"Lakukan sekarang!"
"Siap bos! "
Lelaki itu meninggalkan tempat persembunyiannya, ia tidak tau bahwa di belakangnya ada Siska yang sedang memegang buket bunga untuk menjenguk Fay.
"Apakah dia orang jahat?" pikir Siska namun dengan cepat ia menghapusnya. Itu bukan urusannya.
Larut dalam pikiran, akhirnya ia pun tersadar kembali dan melanjutkan langkahnya menuju ruangan Faysa.
__ADS_1
Saat hendak membuka pintu,
pintu dari dalam terbuka dan menampakkan seseorang yang di gosipkan sebagai
"Mau apa kesini?" Tanya Elaina dingin.
"Em.. gue .. gu.. gue .. mau jenguk Fay."
"Dia masih belum sadar, gara gara makanan dari kakak , kak Fay jadi begini!" teriak Elaina di depan wajah Siska.
"So s-ssorry... gue gak tau kalau Fay alergi stroberi , gue nyesel gue ga ada niat jahat sedikitpun buat bikin Fay kayak begini."
"...." tak ada jawaban dari Elaina namun tiba-tiba,
Brruugghhh
Elaina memeluk Siska.
"Aku takut.. aku takut kakak ninggalin aku lagi karena stroberi."
"Kita doakan semoga Fay cepat sadar ya."
Faysa kini masih tertidur pulas dengan selang oksigen di hidungnya dan juga jarum infus di sebelah kiri tangannya.
Teman-teman Fay masih menunggu Fay sadar.
Hingga saat dokter datang untuk memeriksa keadaan Faysa mereka keluar.
Rio hanya duduk termenung sendiri, ia sedih melihat Fay seperti ini . Akhirnya Rio bangkit dan saat akan melangkah tanganya di pegang oleh seseorang.
Cloe
"Mau kemana lo?"
"Kamar mandi. "
"Ohh kirain mau ke kantin, tadinya mau bareng."
"Yaudah lo duluan aja ntar gue nyusul." Ucap Rio.
"Okey!"
Rio pun pergi ke toilet.
"Target sendirian bos."
"lakukan."
"Siap!"
Setelah masuk ke bilik kamar mandi tiba-tiba....
__ADS_1