My Posessive Guy

My Posessive Guy
Masa Orientasi Siswa


__ADS_3

Saat tiba di bandara, Elaina dengan cepat berlari menghampiri sang kakak sambil merentangkan kedua tangannya.


"Kakak!" Teriaknya begitu keras dengan senyum ceria di wajahnya.


Fay mendekat sambil merentangkan tangannya pula, namun Fay tetap berjalan santai hingga— Brughh, Elaina mendekap erat Faysa tanpa menghiraukan orang-orang yang menatap interaksi keduanya.


"Miss you, i miss you...."


"Miss you too, sayang."


"Yuk kita pulang."


Elaina mengangguk kan kepalanya, tanda setuju.


"Kamu kemari dengan siapa sayang?"


"Sendiri." Jawabnya sambil menyengir berharap sang kakak tak memarahinya.


"Sungguh? kamu kesini sendirian? apa sebelumnya kamu izin pada mommy? kenapa kamu nekat sekali?"


"Kakak jangan marah, Sasy hanya ingin berdua dengan kakak."


"Tapi tidak usah begitu sayang, ini terlalu berbahaya."


"Maafkan aku kak." Seraya menunduk lesu.


"Baik kakak maafkan, tapi jangan di ulang ya." Tegas Fay pada Elaina membuat adiknya itu mendesah lega.


"Iya kak."


Faysa mengemudikan mobil sport yang di bawa Elaina menuju mansion keluarga Jack. Jalanan yang lenggang membuat mereka tanpa sadar telah sampai di depan gerbang mansion Jack. Keduanya mulai berpisah dan pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Beberapa hari kemudian, hingga akhirnya 2 hari sebelum masuk sekolah kembali.


"Kak... kita main yuk."


"Mau kemana Sasy?"


"Ke danau?"


"Boleh, kakak siap-siap dulu ya."


"Okey kak."


Elaina ke dapur menyiapkan makanan yang akan di bawa ke danau. Bekal makan pun sudah siap dengan rapi. Hingga akhirnya Faysa pun datang menghampiri Elaina.


"Ayo dek."


"Ayo kak."


Mereka pergi menggunakan motor Fay. Kalau bertanya apakah Fay menggunakan penyamarannya atau tidak? Jelas pakai. Karena musuh apa? karena musuh mereka ada dimana-mana. Makan dari itu, ia harus bisa melihat situasi dan kondisi sekitar.


Fay melajukan motornya ke danau yang sejuk dengan pemandangan indah.


"Wahhhh bagusnya, kita duduk disini ya kak."


"Iya sayang."


"Kalau begitu ayo kita makan dulu bekalnya."


"Kakak mau roti selai atau mau sandwich?"


"Sandwich sepertinya enak."


"Pasti enak dong... ini kan buatan Sasy."


"Iya sayang, buatan kamu selalu enak."


"Kak, kalo aja ada perahu, Sasy ingin naik perahu."


"Tapi disini gak ada, lain waktu kita cari tempat berlibur yang ada perahunya. Gimana?"


"Siap kapten!" Sembari memberi hormat pada Fay.


Kepulangan Faysa ke Indonesia membuat mood Elaina naik kembali. Walau begitu, Elaina baru menyadari luka yang di dapat Faysa saat mereka makan malam. Elaina panik, khawatir, namun dengan sekejap Fay bisa menenangkan Elaina.


Elaina sangat tidak suka jika sang kakak tersayang mendapat misi, ia bukan tidak percaya akan kemampuan dan kehebatan Fay, Elaina hanya takut jika nanti Fay terluka.



Saat Faysa dan Elaina memasuki gerbang sekolah satu kata yang mampu terucap.



RAMAI.



Kayak di pasar bro... mana nih petugas OSIS nya? bukannya siswa baru di suruh kelapangan, ini malah di biarin aja.



"Waahhhh siapa tuh?"



"Ganteng kayaknya."



"So sweet."



"Penasaran."



"Pengen liat!"



Begitulah ungkapan para adik kelas baru yang baru pertama kali melihat Faysa. Fay pun menghentikan motornya kemudian menyiapkan tangan sebelah kirinya untuk menjadi pegangan sang adik agar bisa turun.



"Thank you prince."



"My pleasure."



"Ayo kita ke kelas kak."


__ADS_1


"Iya ayo sayang."



Fay pun merangkul kan tangannya pada Elaina.



"Woyyyy Fay."



Mendengar panggilan yang di tujukan pada Faysa. Sang empunya nama juga Elaina pun berbalik mencari dimana arah suara itu berasal, ternyata itu Cloe.



"Fay, kita berempat disuruh ikut jadi panitia MOS."



"Gak."



"Ayolah Fay, ini disuruh langsung sama kepala sekolah nya."



"Gimana sayang? Boleh kah?" Tanya Fay pada Elaina meminta persetujuan.



"Tapi kakak jangan terlalu capek ya, tangan kakak juga masih di perban gitu."



"Eehhh itu tangan lo kenapa Fay??"



"Kecelakaan biasa."



"Ohhh iya." Ngerti gue pasti pas waktu dia nugas. Batinnya kemudian.



"Yaudah ayok buruan!" Ajak Cloe seraya berjalan terlebih dahulu.



"Sayang, gapapa kamu ke kelas sendiri?"



"Gapapa kok kak."



"Yaudah... be carefull sweetie." Ucap Faysa seraya mengecup puncak kepala sang adik.



"Iya kak, bye...."




Huhh ada-ada saja.



"Ahh, akhirnya kalian datang juga."



"Ah iya pak, ini Faysa."



"Saya boleh meminta kamu untuk melepas hoodie kamu Faysa?"



"Apakah bapak lupa dengan apa yang saya sebutkan saat pertama kali masuk sekolah ini?"



Jangan ada yang melarangku memakai hoodie atau nyawamu taruhannya.



"Perlu saya ingatkan pak?"



"Aahh tidak– tidak, kalau begitu silahkan pakai saja."



Orang-orang yang ada di ruangan itu pun hanya melongo saja mendengar ucapan sang kepala sekolah yang terlihat seperti ketakutan. Bahkan mereka tak paham karena beliau dengan begitu saja menuruti maunya Fay.



"Kalo ada yang nanya gimana pak?"



"Bawa orangnya ke gue." Jawab Fay tegas.



"Okey."



"Yasudah, 10 menit lagi kita mulai upacara pembukaan MOS nya." Ucap kepala sekolah pun mengingatkan.



Sementara itu, ada dari mereka yang mengatur anak kelas 11 dan 12 agar mereka tidak mengganggu kegiatan MOS ini.



Karena sudah mendapatkan masing-masing tugasnya, mereka langsung menjalankan apa yang harus mereka kerjakan. Sedangkan ke empat most wanted?

__ADS_1



"Lah? Kita ngapain?"



"Ehh sarap, gue kira kalian berdua tau karena tadi kan kalian udah duluan disini." Jawab Morgan.



"Ehhh gue juga gak tau." Ucap Cloe tak mau di salahkan.



Braakkk, suara pintu terbuka dengan sangat keras membuat keempatnya menatap sumber suara.



"Kalian kenapa masih disini?" Tanya wakil ketua OSIS bernama Celly.



"Yaelah, kita mau ngapain aja bingung, emang tugas kita disini ngapain?"



"Kalian jadi kakak pembina kelas, cuma ya— pastinya terpisah."



"Cloe sama Rio, Morgan sendiri dan Faysa sendiri."



"Okey."



"Cabut mante-mante!"



"Yang bener kalo ngomong tuh." Ucap Rio pada Cloe.



"Hai arimashita. Cabut teman-teman!"



"Hm."



Mereka pun pergi kelapangan, karena mereka telat datang, banyak siswi yang bersorak karena kemunculan 3 pangeran dan 1 orang misterius tapi so sweet karena adegannya tadi pagi.



"Aahhhh!"



"Gantengnya." Teriakan para siswi yang terus menatap ke arah empat orang itu.



"Emaknya ngidam apa ya? Gue yang laki gini pun merasa tersingkir."



"Yang pasti bikin dia ganteng, nah elo— pasti emak lo ngidam pete makanya badan lu tinggi kurus begini."



"Sialan lu yang penting gue selalu imunisasi dan minum obat cacing sewaktu bayi."



"Nah elu bukannya suntik imunisasi malah suntik KB." Sambung nya.



"Emangnya gue cewek? Gue cowok tulen ya.. asal lo tau!"



"Ulen baru bener lo, gue goreng juga lo pake tepung terigu. "



"Bacot lo ah."



Hingga— "ngomongin apa kalian?" Sahut suara dari belakang mereka.



Ternyata itu wakil Ketos alias Celly.



"Ehh kakak cantik, kita ngomongin Ulen kak, itu loh makanan yang terbuat dari beras ketan."



"Iya kak bener kak. "



"Maju ke depan! "



Majulah mereka berdua kemudian datang seseorang memberikan kertas dengan gantungannya.



\*Saya Mengobrol tentang Ulen bersama dia\*  dengan ada nya tanda panah yang tertuju pada orang di sebelahnya.



Nasib !!! Hari pertama MOS begini amat!



Yukkk bagikan cerita kalian yang punya pengalaman MOS.... Entah itu memalukan, mengasikkan, menyedihkan, ataupun membanggakan. 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2