
Sudah dua hari Faysa tidak sadarkan diri setelah kejadian membantu Rio kala itu. Hingga pada akhirnya, tangan itu pun mulai bergerak dengan perlahan menandakan sangat empunya yang mulai tersadar.
Mata yang semula tertutup, kini mulai terbuka dengan perlahan untuk menyesuaikan penerangan yang ada di ruangan ini.
Kanan... kiri... berkedip. Seperti itu berulang kali hingga mata itu pun terbuka dengan sempurna menatap keadaan sekitarnya.
Ya, Faysa sadar.
Ia bangkit dari tidurnya kemudian meneliti kembali isi ruangannya. Ternyata tidak ada seorang pun di sini. Ahh.. jam berapa sekarang?
"Masih Jam 7 pagi. Telat sedikit gak jadi masalah kali ya?" Batinnya kala selintas ide gila muncul di otaknya.
Hm.. Faysa akan pergi ke sekolah karena ia merasa sudah sehat dan bugar kembali, walau wajahnya terlihat masih sedikit pucat. Tak sampai 15 menit ia telaah selesai bersiap-siap, Fay melajukan motornya dari rumah sakit menuju sekolah. Kenapa ada motor Fay?
Ingatlah bahwa anak buah Faysa ada dimana-mana. Di perjalanan, Fay melajukan motornya sangat cepat hingga sampai depan gerbang dalam waktu sepuluh menit.
"Buka."
"Engga bisa den, ini udah ketentuan sekolah. Jam 7 tepat gerbang harus sudah di tutup."
Faysa mengeluarkan ponsel dari saku celana nya.
Tuttttt ... ttuuutttt. Panggilan pun tersambung.
"Hallo?"
"Buka gerbangnya."
"Kamu terlambat?"
"Hm."
Faysa pun menyimpan kembali ponsel yang ia genggam ke dalam saku hoodie yang ia pakai saat ini.
Suara ketukan sepatu yang bertubrukan dengan lapangan itu pun mempunyai melodi tersendiri karena sang pemilik sepatu begitu tergesa-gesa agar bisa dengan cepat sampai ke tujuannya.
"Pak Amir, buka aja gerbangnya."
"Tapi pak—"
"Udah nurut aja sama saya pak."
"Baiklah pak, kalau begitu."
Satpam yang bernama pak Amir itu pun akhirnya membuka gerbang dan membiarkan Faysa masuk dengan motornya.
Bbrruum bruummm, Faysa melajukan motor sport hitam miliknya menuju parkiran. Setelah membuka helm nya, dia segera pergi menuju kelas dan— saat berjalan, tiba-tiba saja seseorang menabraknya dengan keras. Namun hal itu tak membuat Faysa bergerak sedikit pun, malah orang yang menabraknya lah yang jatuh.
Bbruukkk, "awww!!!" Pekiknya merasa kesakitan.
Faysa diam tak bergeming, hingga akhirnya siswi yang di tatapnya mendongakkan kepala membuat ekspresi Faysa berubah.
"Kak Fay?"
"Ya?"
"Maafin Gabby ya kak, tadi Gabby lagi buru-buru."
"Lain kali hati-hati." Faysa pergi meninggalkan Gabby. Namun, perlakuan Fay lah yang membuat Gabby mematung dan terdiam di tempatnya.
"Kak Faysa—"
"Dia?!"
"Dia... me— mengusap kepala Gabby. Ahhhhh senangnyaaa!" Pekik gadis itu tertahan karena kini setiap kelas tengah melaksanakan pembelajaran.
Bagi Fay itu biasa saja karena Gabby merupakan salah satu teman dekat sang adik, Elaina.
Tapi berbeda dengan anggapan Gabby terhadap perlakuan Fay tadi.
__ADS_1
Saat tiba di kelasnya, Fay menyelonong masuk ke kelas dengan headset yang masih terpasang di telinganya. Ia memasukkan tangannya pada saku hoodie yang ia gunakan hari ini dan berjalan dengan santai menuju tempat dimana ia duduk.
"Faysa!"
Rio berlari menghampiri Fay dan tanpa di duga, ia pun langsung memeluk Fay dengan sangat erat.
Banyak tatapan aneh dari teman sekelas mereka, dan saling menatap seolah mereka mempertanyakan, apakah Rio normal?
"Fay lo udah sembuh??"
"Kenapa udah masuk sekolah aja sih??"
"Bukannya istirahat dulu!"
"Lo masih lemes ga??"
Cerocos rio yang membuat semuanya mengerti bahwa Fay baru sembuh dari sakitnya.
"I'm fine."
"Okey, jadi ini saatnya kalian berdua duduk." Titah sang guru membuat Rio menatap dimana sang guru berada.
Deg!!!!
Rio bahkan lupa, bahwa sekarang ia sedang berada di kelas, dan kejadian itu terlihat oleh teman kelasnya.
MEMALUKAN!
"Sweetie..."
"I'll be back for you."
Bersembunyi dari apa?
MUSUH!
Mereka memiliki musuh yang amat sangat banyak, hingga dengan kejam mereka meninggalkan sang adik tersayang mereka ke keluarga Jack agar ia terlindungi.
Siapa??
Siapa adik mereka??
Siapa yang di tinggalkan oleh mereka?
Yang pasti SIAPA MEREKA?
Estan Wirga dan juga Vello Wirga mereka adalah keluarga buronan, bukan buronan polisi lebih tepatnya adalah buronan para Mafia yang mengincar nyawa mereka.
__ADS_1
Karena sebenarnya, mereka termasuk dalam keluarga yang selalu membuka kedok kejahatan mafia pada pihak berwajib ataupun keluarga Jack untuk mendapat penanganan atau lebih tepatnya hukuman.
Namun, karena mereka tersembunyi dan sangat ahli dalam menyamarkan diri, mereka hanya bisa mengirim pesan tersembunyi hingga saat dilacak keberadaannya, maka akan hilang tanpa bisa di retas ataupun yang lainnya.
Mereka menitipkan adik mereka hanya untuk melindungi sang adik agar tidak terbawa kedalam dunia mereka yang lemah dalam pertarungan. Tapi entah apa yang terjadi saat ini.
Mereka ingin mengetahui keadaan adik mereka.
Mereka ingin hidup bersama dengan adik mereka.
Karena mereka sangat sangat menyayangi adik kecil mereka.
"Kak, apakah dia akan menerima kita lagi?"
"Entahlah, semoga saja, aku pun takut dia tidak menerima kita lagi."
"Kita akan kembali ke sana dan mengajak adik tersayang kita hidup bersama lagi. Kalau bisa, kita tinggalkan negara ini dan pergi ke pegunungan untuk bersembunyi."
"Aku setuju kak."
"Apapun rintangan yang kita hadapi, aku akan selalu menjaga adikku mulai dari saat ini."
Mereka kembali melacak beberapa informasi terkait Mafia yang akan ia buru saat ini. Beberapa kali salah satu dari keduanya hampir terjebak bahkan ketahuan, namun mereka bisa lolos begitu saja.
"Kau sudah mendapatkannya?"
"Sudah."
"Bantu aku sedikit, ini sedikit menyusahkan."
Keduanya terus berkutat di depan komputer yang tidak hanya satu. Beberapa komputer memperlihatkan nomer bahkan kode yang tak di mengerti oleh kebanyakan orang. Mereka telah sampai pada titik ini, titik dimana keduanya ingin sekali terbebas dan kembali mendapatkan kebahagiaan mereka. Ya— mereka ingin tersenyum dan tertawa bahagia, bukan karena misi yang berhasil di taklukan, tapi karena rasa bahagia tertawa bersama keluarga dan lain sebagainya.
Inilah akhirnya, karena setelah ini, mereka akan mematikan akun mereka agar tak ada yang bisa melacak jejak mereka sama sekali.
__ADS_1
Up lagi lohhhh 😁😁😁 semoga kalian suka yaaaa 🥰