My Pure Vampire

My Pure Vampire
Chapter 10


__ADS_3

Dikamar Helly.


Ragini tidur ditengah-tengah Helly dan Zaroon.


Helly dan Zaroon saling memeluk tubuh Ragini dengan manja seperti dulu saat mereka kecil, mereka tidak akan tidur kalau tidak ada Ragini disisi mereka.


Dan Ragini kini sedang memeluk dua bayi besar mereka.


Helly merasa sangat nyaman jika berada dekat ibunya, tapi ia tidak menyangka dan juga tidak percaya kalau keluarga yg kini tinggal bersamanya itu bukan keluarga kandungnya.


Helly menatap Ragini lekat.


"Mom ?" panggil Helly.


Ragini menatap Helly lembut.


"Yah sayang ?" ucapnya.


"Helly boleh tanya sedikit ?" tanya Helly ragu.


"Yah sayang tentu, kau mau tanya apa ?" tanya Ragini, Laksh yg mendengar percakapan mereka dari luar kamar, langsung penasaran dan masuk kekamar Helly saat Helly ingin bertanya.


Zaroon juga memasang pendengarannya dengan baik saat Helly mulai berbicara.


"Mom, kenapa sih nama belakang Helly itu Crawless bukan Flanders dan nama belakang kalian juga Flanders, Lakhs Devian Flanders, Ragini Chelsea Flanders dan Zaroon Leon Flanders, nama belakang kalian semuanya Flanders, dan Flanders itu kan nama keluarga kita turun temurun tapi kenapa nama Helly justru Helly Zaffrina Crawless ? Kenapa bukan Helly Zaffrina Flanders ?" ucap Helly penasaran.


Ragini dan Laksh menatap satu sama lain sedangkan Zaroon diam tak berkutik.


"Kenapa kalian diam ? Apa Helly bukan anak kalian ?" tanya Helly bersedih.


"Syuuuttt kau bicara apa sih sayang, tentu kau anak kami, kau putri kami, kenapa kau bisa berpikiran seperti itu ? Apa kau tidak percaya kalau kami keluargamu ?" tanya Laksh menatapnya sendu.

__ADS_1


"Lalu kenapa nama belakang Helly Crawless bukan Flanders Dad ?" tanya Helly.


Laksh diam sejenak untuk mencari alasan lalu setelah menemukannya, ia segera mengatakannya pada Helly.


"Hmm karna waktu itu ada sebuah peristiwa kebakaran besar dirumah sakit tempat Mommy kau melahirkan dirimu dan saat itu seorang Dokter perempuan yg baik hati menyelamatkanmu tapi karna luka bakar dipunggungnya sangat parah jadi dia mati, dan kami ingin selalu mengingat kebaikannya itu nak, jadi kami menamai nama belakangmu dengan nama nya yaitu Crawless" ucap Laksh berbohong, ia tak mau kalau Helly tau kalau ia bukan anak kandungnya.


Helly nampak berpikir.


"Tapi Dad, kenapa bukan nama depanku yg Crawless, kenapa harus nama belakang ku ?" tanya Helly.


"Karna nama Crawless itu lebih cocok menjadi nama belakangmu nak, bukan nama depanmu apalagi nama panggilanmu" ucap Laksh.


"Tapi dad..." ucapan Helly terpotong oleh Ragini.


"Syutts diam sayang, putri ibu ini terlalu banyak bicara yah, ayo tidur" ucap Ragini sambil memeluk tubuh Helly dengan hangat.


Helly terdiam lalu memeluk Ragini dengan erat seolah tak mau berpisah dengannya lalu tertidur dengan pulas karna merasa sangat nyaman.


***


Keesokan harinya.


Dikampus.


Helly duduk merenung di dalam kelas sendirian bahkan Zaroon dan kedua temannya Jane dan Felicia yg biasa menemaninya pun tidak ada, karna Helly ingin sendiri dulu dan merenungi perkataan kakek durga.


Beberapa ia termenung dan akhirnya Helly beranjak dari tempatnya menuju toilet karna ingin buang air kecil.


"Ckk masih pagi tapi sudah pengen pipis, pasti ini gara-gara semalam kebanyakan minum darah makanya beser" gumam Helly.


Ia bergegas keluar kelas menuju toilet.

__ADS_1


Baru 10 langkah berjalan, Helly menyenggol seseorang saking buru-burunya karna tak tahan ingin pipis.


"Maaf, aku tidak sengaja" Helly danmenatap orang itu dan bingung.


'Kenapa wajahnya sangat mirip denganku yah hanya saja ia sedikit lebih tua dariku' pikir Helly bingung.


"Kau kenapa wajahmu sangat mirip denganku ?" tanya Helly bingung.


Wanita itu menatap Helly dengan senyuman keibuan yg menghiasi wajahnya yg selama 18 tahun ini sirna dari wajahnya kini senyuman itu kembali.


"Helly ?" panggilnya pelan.


"Aduhhh aku tidak tahan ingin pipis, maaf, aku harus segera pergi" ucap Helly yg sudah sangat tidak tahan lalu ia berlari menuju toilet.


"Heeiii tunggu" ucapnya hampir berlaru mengejar Helly.


Tapi Namish mencegahnya.


"Tidak Mom, jangan, kita selidiki saja dulu, kita harus menunggu Teja datang" ucap Namish.


"Tapi Nam, Mommy yakin itu Helly putri Mommy" ucap Swara yakin.


"Iya Namish mengerti mom, tapi lebih baik kita selidiki saja dulu" ucap Namish lagi.


"Namish benar, Yang Mulia Ratu, sebaiknya kita selidiki dulu, hamba takut kalau ia hanya mirip saja denganmu tapi bukan putrimu" ucap Nicholas.


Swara terdiam dan menunduk.


"Baiklah, aku ikuti perkataan kalian, aku harap ia benar putriku, aku sangat ingin memeluknya" ucap Swara parau.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2