My Pure Vampire

My Pure Vampire
Chapter 2


__ADS_3

"Prajurit cepat siapkan ribuan pasukan kita untuk membalas serangan mereka !!" perintah Sanskar tegas.


"Tapi Yang Mulia, pasukan kita tidak siap untuk serangan dadakan itu jadi banyak yg tewas karnanya" ucap prajurit.


Sanskar semakin geram mendengarnya.


"Kalau begitu, kerahkan pasukan sisanya untuk menjaga seluruh penjuru istana, jangan sampai Raja Vampire terkutuk itu memasuki istana ku !!" ucapnya.


"Baik yang mulia" ucap prajurit itu menunduk hormat lalu bergegas melaksanakan tugasnya.


Tapi saat pasukan Clan Lucifer's Crawless hendak berjaga-jaga mereka terlambat, pasukan Lord Varun dari Clan musuh sudah menyerbu istana dan memasukinya, Sanskar terlambat memberikan perintah.


Salah satu maid yg menjaga pintu kamar segera memasuki kamar Ratunya.


"Hormat hamba yang mulia, paduka, pasukan Clan Dark Refugges sudah menyerbu gerbang utama istana dan sekarang Lord Varun sudah memasuki istana" ucap Maid itu.


Sanskar berdecak kesal.


Swara hanya diam menatap suaminya dengan cemas.


"Apa yg harus kita lakukan, Paduka ?" tanya Swara.


Namish memasang wajah garangnya.


"Mom Dad, namish akan menjaga Mommy dan adik Helly" ucap Namish sembari mengepalkan tangannya erat.


Sanskar tersenyum bangga dengan sikap putranya itu.


Ia mengelus puncak kepala Namish dengan sayang.


Sanskar tau meskipun putranya masih kecil tapi ia memiliki kekuatan yg tidak bisa diremehkan oleh siapapun.


"Kau memang jagoan kecil kami nak" ucap Sanskar.


Penasehat kerajaan, Demetri Alexander Crawless memasuki kamar sang Ratu.


Ia menunduk hormat dan memberikan saran.

__ADS_1


"Hormat hamba paduka" ucapnya menunduk hormat.


"Paduka, sebaiknya Tuan Puteri kita di asingkan dulu didunia manusia untuk sementara waktu sampai ia menguasai kekuatannya yg luar biasa nanti" ucap Demetri menasehati.


Swara menatap Demetri tidak suka, ia jelas menolak untuk mengasingkan putrinya yg masih bayi ke dunia manusia.


"Apa kau sadar dengan yg kau katakan, Demetri ?" tanya Swara.


Demetri menundukan pandangannya.


"Ampun Yang Mulia Ratu, itu demi kebaikan Tuan Puteri" ucapnya.


Sanskar tampak mempertimbangkan yg di sarankan oleh penasehat kerajaannya.


Tapi Swara sudah mulai murka pada Demetri.


"Kebaikan apa maksudmh ? Kau ingin memisahkan ku dengan putriku hah !!" bentak Swara.


Demetri semakin menundukkan pandangannya takut, ia tidak berani menjawab ucapan Sang Ratu.


Tapi Sanskar segera menanggapi.


"Tapi Yang Mulia, kita bisa melindunginya" ucap Swara.


"Tapi itu sangat beresiko, Ratuku, lihat saat kita lengah sedikit saja, musuh sudah menyerang terlalu jauh, kita tidak bisa membiarkan putri kita dalam bahaya" ucap Sanskar.


Swara hanya menunduk sedih.


"Tidak ada waktu lagi yang mulia, Lord Varun sedang menuju kemari" ucap Demetri yg mendeteksikan keberadaan Lord Varun.


Sanskar menatap sendu putri kecilnya itu, ia terpaksa harus memisahkan ibu dan anaknya demi keselamatan sang anak.


"Maafkan aku, Ratuku, aku harus melakukan ini" ucap Sanskar menatap Swara dengan mata berkaca-kaca.


Swara menatapnya sedih.


"Tidak Sanskar apa yg akan kau lakukan ?" ucap Swara.

__ADS_1


Sanskar memberikan Helly pada Demerti dan berpesan.


"Cepat bawa pergi putriku ketempat yg aman, aku berpesan padamu, kepada siapapun kau berikan ia, tolong jangan ubah namanya, namanya tetap Helly Zaffrina Crawless, Mengerti ?" tanya Sanskar.


Demetri mengangguk dan menerima putri kecil Sanskar.


"Baik Yang Mulia" ucapnya.


"Cepat, pergilah !!" seru Sanskar.


Tapi Namish mencegah.


"Tidak uncle, jangan bawa pergi adikku !!" ucap Namish dengan berlinangan air mata.


"Maafkan hamba pangeran, hamba harus melakukannha demi keselamatannya" ucap Demetri.


Ia segera melesat pergi kepintu dan lorong rahasia bawah tanah istana.


Namish hendak mengejar tapi tangannya ditahan oleh Sanskar.


"Tidak Namish, biarkan uncle Demetri menyelamatkan adikmu" ucap Sanskar.


Namish menangis.


Sanskar tak tega melihat.


Ia memeluk erat Namish sembari menyeka air mata disudut matanya yg nyaris keluar.


Swara menangis dan murka pada Sanskar.


"Sanskar, aku kecewa padamu, kau benar-benar sangat kejam !!" ucap Swara.


Baru saja, Sanskar akan menjawab perkataan Swara.


pintu didobrag dengan keras dan menampakkan sosok tampan berwibawa yg bengis dan licik dengan senyuman seringaian yg mengerikan.


"Varun" gumam Sanskar geram.

__ADS_1


"Dimana bayi itu ?!!" serunya.


Bersambung.


__ADS_2