
Zaroon masih bisa bangkit meski tubuhnya dipukul berkali-kali oleh Varun.
Sedangkan Varun, ia melesat mendekati Zaroon yg tengah berdiri kesakitan sambil memegangi perutnya, ia menatap Zaroon sinis sembari tersenyum licik.
"Lawan aku, bodoh, kenapa kau diam saja seolah pasrah menerima pukulan ku ? Apa kau lemah ? Cihh, kau lebih cocok menjadi perempuan dibanding laki-laki, lemah !!" ejek Varun.
Zaroon menggeram marah.
"Kau bilang perempuan lemah, kak ? Apa kau lupa, seorang anak perempuan vampire murni dari keluarga vampire bangsawan, yg wilayah clan nya sama luas dan sama ditakutinya seperti clan kita, akan lahir nanti, dan kekuatannya akan melebihi kekuatan mu kak" balas Zaroon sembari tersenyum mengejek.
Varun mengepalkan tangannya erat.
"Jadi secara tidak langsung kau mengatakan kalau aku lebih lemah dibanding anak perempuan itu hah ?" bentak Varun kesal.
Zaroon mengangkat kedua bahunya dengan santai.
"Aku tidak bilang begitu, bukankah kau sendiri yg mengatakan itu sendiri tadi ?, dan sepertinya itu benar" Zaroon menyeringai puas saat Varun menggeram marah karna ejekannya.
Mata varun berkilat merah karna kemurkaannya tidak bisa ia bendung lagi.
"Zaroon, kau ..., !!" Varun menerjang dada Zaroon dengan sekali tonjokkan yg begitu keras dan cepat, hingga Zaroon tak kuasa mengelak dan ia terjungkal dan terhempas di tanah lalu menyeburkan darah hitam pekat dari mulutnya.
Zaroon meringis menahan sakit, dadanya benar-benar sangat sesak, nyeri dan panas.
Sebelumnya ia tak pernah melihat Varun semarah ini dan ia juga tidak tau kalau kekuatan Varun ternyata benar-benar hebat, bahkan dengan sekali pukul, tulang rusuknya hampir remuk atau bahkan sebagian sudah remuk.
Mata Zaroon berkunang-kunang, kepalanya terasa sangat pening, ia merutuki dirinya sendiri karna tak mampu mengelak apalagi melawan serangan dari kakaknya itu.
Tanpa membuang waktu, Varun mengangkat tubuh Zaroon lalu melemparkannya ke jurang yg begitu dalam dan curam, dan pergi begitu saja karna ia pikir Zaroon pasti akan mati dengan tubuh hancur karna terjatuh ke jurang yg sangat dalam.
Tak tinggal diam, aku melesat diam-diam menuju dasar jurang itu untuk menggapai tubuh Zaroon dan aku berhasil menangkap tubuhnya.
"Zaroon bangunlah" ucapku sambil menepuk pelan pipinya, tapi ia tak kunjung sadar, matanya terpejam rapat, aku sempat memeriksa detak jantungnya dan itu sangat lemah, keadaannya benar-benar parah saat itu.
Hingga aku tak sadar kalau ada seorang pria paruh baya disana, ia berdiri mendekati kami.
"Ada apa dengannya ?" tanya pria itu, ia segera berlutut dan memeriksa keadaan Zaroon.
"Sepertinya ia terluka parah, beberapa tulang rusuknya patah dan sedikit menembus jantung dan paru-parunya, ia harus segera di obati" ucap pria itu.
Aku menatapnya bingung.
"Tapi siapa kau ?" tanyaku.
"Aku Richard Mark" jawabnya.
__ADS_1
"Kau tabib vampire yg terkenal bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit itu kan ?" tanyaku.
Pria itu mengangguk.
"Tolong bantu sembuhkan adik ku" ucapku memelas.
Richard kembali mengangguk.
"Baiklah, ayo bantu aku membawanya ke rumah ku" ucap Richard.
Aku mengangguk dan segera memapah Zaroon dan di bantu olehnya.
Kami membawanya ke rumahnya yg besar di tengah hutan, di luar wilayah Clan Dark Refugges.
***
Rumah Mr. Mark.
Sesampainya dirumah Mr. Mark
Ia segera memulai pengobatannya pada Zaroon.
Richard Mark duduk di sisi kanan tubuh Zaroon, mulutnya merapalkan mantra sedangkan jari jemarinya mengusap dada Zaroon 3 kali, lalu cahaya emas mulai bermunculan di dadanya lalu Zaroon bangkit dan memuntahkan cairan hitam pekat dari mulutnya.
Zaroon mengangguk.
"Terima kasih" ucapnya.
Richard mengangguk.
"Sebenarnya apa yg terjadi dengan kalian ?" tanya Richard.
Dengan emosi yg berapi-api, Zaroon menceritkannya semuanya pada Mr.Mark.
"Mungkin beberapa ratus tahun kedepan, Clan Vampire Dark Refugges adalah clan yg paling berkuasa nanti di bawah pimpinan Pangeran Varun, hingga kelak, seorang anak perempuan vampire berdarah murni dari pasangan Raja dan Ratu Clan Lucifer's Crawless lahir dan mengalahkannya nanti" ucap Richard.
"Tapi kapan anak itu lahir, uncle ?" tanya Zaroon yg sepertinya sudah tak sabar menanti kelahiran anak yg nantinya akan mengalahkan Varun nanti.
"Sepertinya 750 tahun lagi dari sekarang ia akan lahir, kalian tau, kalau Lord Sanskar itu adalah vampire sejati keturunan bangsawan agung, sedangkan Queen Swara, adalah wanita bangsawan berdarah Hybrid, yaitu campuran antara darah vampire bangsawan agung dengan darah werewolf bangsawan murni, ia merupakan titisan dari moon goddes, Dewa dari para Werewolf, Lord Sanskar dan Queen Swara sama-sama kuatnya dan sama-sama tangguhnya, jika darah mereka bercampur maka akan tercipta seorang anak berkemampuan luar biasa hebat dan dahsyat, apalagi jika darah anak itu membawa gen dari ibunya yaitu Queen Swara, maka ia akan menjadi calon penguasa seluruh clan vampire, pack werewolf dan bahkan bangsa witch" Richard terdiam sejenak.
"Tapi Uncle, bukannya, Pangeran Sanskar dan Putri Swara saat ini bermusuhan ? Bukankah di antara mereka masih saling memperebutkan dan memperluas wilayah mereka masing-masing ? Bahkan mereka tidak ada niatan untuk menikah, apalagi usia mereka juga masih belia saat ini, usia Pangeran Sanskar masih berusia 17 tahun sedangkan Putri Swara baru berusia 14 tahun, tapi sudah ada persaingan sengit di antara mereka, bagaimana keduanya bisa bersatu ?" tanya Zaroon penasaran.
"Apakah kalian tidak tau ? Kalau peramal jitu dari bangsa witch telah meramalkan kalau kelak mereka berdua akan menjadi pasangan abadi dan memiliki 2 orang anak, yg satunya adalah laki-laki, ia membawa gen Daddy nya dalam tubuhnya sedangkan yg satunya adalah perempuan yg membawa gen Daddy dan Mommy nya, kekuatan anak itu pasti akan sangat dahsyat nanti" ujar Richard kagum saat membayangkan kekuatan anak itu nanti.
"Tapi ...,"
__ADS_1
"Tapi apa, Uncle ?" tanyaku antusias.
"Katakanlah, uncle" ucap Zaroon juga.
"Anak itu akan terpisah dari kedua orang tua, kakak, dan Clan nya sendiri, karna Pangeran Varun akan mengincarnya dan akan membunuhnya jadi ia akan di asingkan di dunia manusia demi keselamatan dirinya sendiri" ucap Richard menunduk.
"Tunggu, uncle, sepertinya kau tau banyak tentang anak itu, apakah kau adalah peramal jitu dari bangsa Witch itu sendiri ?" tanya ku yg mulai curiga dengannya.
Richard terdiam.
"Katakan, uncle" paksaku.
"Kau benar, aku lah peramal itu" ucap Richard mengaku.
"Tidak ada yg mengetahui ini selain kalian berdua, para vampire, werewolf dan witch berpikir kalau peramal jitu itu tidak pernah mau menunjukkan wajahnya saat ia meramalkan sesuatu yg besar kelak" lanjutnya.
"Tak ku sangka, ternyata selain menjadi tabib yg hebat, kau juga seorang peramal jitu, uncle" ucap Zaroon kagum.
"Tapi kenapa kau merahasiakan ini, uncle" tanyaku bingung.
"Kalau aku tidak merahasiakannya, Pangeran Varun akan menjadikan ku budaknya untuk meramalkan seluruh kejadian penting dalam hidupnya nanti, bisa saja ia juga akan dengan mudah menemukan anak itu dan membunuhnya dengan memaksaku membantunya menemukan anak itu dan aku tidak mau itu terjadi" ucap Richard.
Aku dan Zaroon menatap satu sama lain dan mengangguk.
"Aku sangat ingin menjadi kakak dari anak itu nanti, dan akan amat sangat menyayangi dan menjaganya agar kelak ia mau membantu ku untuk mengalahkan kak Varun" ucap Zaroon.
Richard menatap tajam pada Zaroon.
"Kau mau menjadi kakak nya ?" tanya Richard memastikan.
Zaroon mengangguk antusias.
"Kalau begitu kau bisa menjadi kakak angkatnya nanti" ucap Richard tersenyum.
Mendengarnya, Zaroon sangat senang.
"Benarkah itu, uncle ?" tanya Zaroon tak percaya.
Richard mengangguk mantap.
"Tentu" ucapnya singkat.
"Tapi bagaimana caranya uncle ?" tanya Zaroon penasaran.
Bersambung.
__ADS_1