
Teja datang tergesaa-gesa menghampiri Namish dan Nicholas yg sedang berdiri di depan kelas mereka.
"Nam, Nic, kalian sudah tau tentang Lord Varun Jeffrey Refugges ?" tanya Teja panik.
Namish dan Nicholas bertatapan satu sama lain.
"Memangnya ada apa dengan Raja laknat itu ?" tanya Namish bingung.
Teja menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan lalu mulai menjelaskan.
"Dia datang ke dunia manusia bahkan ia sekarang berada disini, dan kita semua pasti tau, kalau ia datang ke dunia manusia bukan tanpa alasan tapi karna ingin mencari adikmu" ucap Teja.
Namish tertegun karnanya.
"Apa tapi kita belum tau sama sekali tentang adik ku, jangan sampai dia lebih cepat menemukannya daripada kita" ucap Namish.
Teja dan Nicholas mengangguk.
"Lalu apa alasan dia masuk ke dalam universitas ini ?" tanya Nicholas.
"Kurasa dia atau panglimanya yg terkenal dengan penciuman tajamnya itu telah mencium aroma dari tubuh Tuan Puteri Crawless atau Adik Namish disini, jadi mereka mendatangi kampus ini, dan kurasa dugaan mu tentang gadis yg kau curigai sebagai adikmu itu, ia memang benar adikmu, Nam, aku bahkan bisa menciumnya dari depan gerbang kampus saat ingin memasuki kampus ini" ujar Teja.
Namish memegangi dahinya karna bingung.
"Ckkk, kita harus menghindarinya dari Lord sialan itu" ucap Namish geram.
"Dimana dia Nam ?" tanya Teja lagi.
"Ditaman, yah kakak manusianya itu mengajaknya ketaman, ayo sekarang kita susul dia" ucap Nicholas.
Namish dan Teja mengangguk.
"Mommy juga disana" pikir Namish.
Lalu mereka segera berlari menuju taman.
***
Ditaman Kampus.
__ADS_1
Helly sedang mengajari kakaknya belajar dibidang yg sulit dimengertinya.
Helly termasuk anak yg Genius mungkin itu adalah salah satu kemampuan vampirenya yg tersembunyi.
Dengan cepat, Helly menyelesaikan tugas kakaknya dilaptop milik Zaroon, sebenarnya Zaroon sudah mengutak-atik tugas nya itu dengan susah payah bahkan menggunakan referensi-referensi di internet dan dibuku selama satu bulan tapi satu soalpun belum bisa ia jawab karna memang dosennya itu sengaja memberikan tugas sulit itu agar Mahasiswanya semakin giat belajar.
Tapi saat tugas dilaptop itu berada ditangan Helly, dengan cepat ia mengetik menggunakan jari-jari indahnya yg lincah, bahkan ia sudah menyelesaikan hampir semua soal dan mengetik di Ms. Word sebanyak 35 Sheet dan di Ms, Power Point sebanyak 100 Slide lalu membuat kajian pengolahan data dan perhitungan di dalam Ms. Excel berlembar-lembar, itu semua ia lakukan hanya dalam waktu 9 menit.
Zaroon terkagum-kagum melihat kegeniusan adik manjanya itu, sedari tadi ia terus berdecak kagum dan memuji-muji adiknya dengan tulus.
Helly hanya tersenyum saja mendengar ocehan pujian dari kakaknya itu.
Setelah selesai dalam waktu tepat 10 menit saja, Helly merentankan tangan dan jari-jarinya yg kaku karna habis mengetik.
"Nih kak sudah beres semua" ucap Helly tersenyum lalu menyerahkan laptop itu pada kakaknya.
"Huuaaa Helly kau benar-benar genius, padahal kakak sudah mencoba mengerjakan ini selama satu bulan tapi belum selesai juga sedangkan kau hanya menyelesaikannya dalam rentang waktu 9 menit tanpa melihat internet atau buku, wuaahh hebat sekali, Terima Kasih, Adikku sayang " ucap Zaroon sumringah dan senang, saking senangnya ia mencium kedua pipi, dahi dan puncak kepala Helly dengan gemas.
"Kau seperti baru mengenalku saja kak" ucap Helly.
"Haha iya aku sangat mengenalmu Hel, kau adikku yg paling genius" ucap Zaroon tersenyum.
Sedangkan Swara memperhatikan mereka diam-diam sambil tersenyum saat melihat wajah Helly.
"Aku yakin kau itu putriku, Nak" ucapnya tersenyum.
Namish, Teja dan Nicholas berlari menghampiri Swara.
"Mom" panggil Namish.
Swara menoleh padanya dan tersenyum senang saat melihat Teja.
"Teja kau sudah datang, aku menunggumu sejal tadi" ucap Swara senang.
"Yah Yang Mulia Ratu, Hamba sudah datang" ucap Teja menunduk hormat.
"Nam, aroma vampir murni itu semakin menyengat disini, aromanya sangat harum, dan aroma itu terpusat pada gadis itu" tunjuk Teja pada Helly yg sedang bercanda ria dengan Zaroon.
"Jadi apa benar ia vampire murninya, Tej ?" tanya Namish.
__ADS_1
Teja mengangguk.
"Yah kurasa iya, dan aku yakin itu adikmu Nam karna wajahnya juga sangat mirip dengan Ratu Swara" ucap Teja.
Namish dan Swara tersenyum bahagia.
"Sudah ku duga, firasat seroang ibu tentang anaknya tidak pernah salah" ucap Swara.
"Tapi sebaiknya kalian harus melindunginya dari Lors Varun, ia sudah berada disini" ucap Teja.
"Yah Mom, sepertinya kita harus membawa Helly pulang ke istana dan melindunginya disana" ucap Namish.
Swara mengangguk.
"Tapi kita harus menghentikan waktu dulu agar manusia tidak ada yg menyadari kalau kita membawa Helly pergi termasuk Lord terkutuk itu" ucap Nicholas.
"Baiklah, biar aku yg menghentikan waktunya untuk beberapa menit saja, agar kita bisa leluasa membawa Helly pergi" ucap Swara.
Yg lain pun hanya mengangguk.
Swara segera menjentikan jarinya lalu seketika waktu berhenti, segala aktivitas disana terhenti semua, bahkan yg tadinya berjalan, makan, mengobrol dan aktivitas lainnya juga terhenti.
Mereka tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini dan segera membawa pergi tubuh Helly yg juga ikut terdiam seperti patung ke istana Clan Lucifer's Crawless.
Beberapa menit kemudian waktu berjalan normal dan mereka sudah berhasil membawa Helly ke istana Clan Crawless.
Lord Sanskar sangat senang melihat putri kandungnya kini tengah berada dihadapannya dengan dipapah oleh Swara dan Namish.
Swara menyandarkan kepala Helly didadanya dan memeluknya dengan sayang.
Tapi beberapa saat kemudian Helly tersadar dan bingung lalu melepaskan pelukannya dari Swara dan menjaga jarak darinya.
"Dimana aku, dan siapa kalian ?" tanya Helly ketakutan.
Swara menenangkan Helly yg panik karna tiba-tiba berada ditempat asing.
"Tenanglah nak, kau berada bersama keluargamu sekarang" ucap Swara tersenyum sambil melangkah mendekati Helly, tapi Helly mundur menjauh saat Swara mendekat.
"Jangan dekati aku, aku ingin pulang...."
__ADS_1
Bersambung.