
"Mau apa kau mencari bayiku hah !!" bentak Sanskar.
Varun berdecak sebal.
"Ckkk katakan saja dimana bayi mu, bodoh !!" balas Varun.
Sanskar menatapnya sinis.
"Bayiku tidak ada dan kau tidak akan pernah menemukannya !!" ucap Sanskar santai.
Varun menatapnya sembari tersenyum miring.
"Benarkah ? Kau sepertinya yakin sekali ? Hahaha, aku pasti akan bisa menemukannya, Lord Sanskar Lucifer's Crawless" ucap Varun santai.
"Silahkan saja kalau bisa, bajingan !!" geram Sanskar.
"Panglima Edward cepat cari keberadaan bayi itu !!" seru Varun pada panglimanya.
"Baik paduka" ucap Edward menunduk hormat lalu melesat mencari keberadaan bayi incaran Lordnya.
"Kau lihat, panglima ku akan mencari keberadaan bayimu yg baru lahir itu, kau tau kan kemampuannya melacak keberadaan makhluk apapun dengan indra penciumannya yg sangat tajam, ia pasti akan dengan mudah menemukan bayimu itu dengan secepat kilat !!" ucap Varun dengan nada meledek.
Sanskar semakin tersulut emosi.
"Brengsek !!" ia menyerang Varun dengan satu pukulan yg tepat mengenai wajahnya.
Varun berdecak sebal.
"Ckkk kurang ajar, kau berani menyerangku, rasakan ini !!" Varun membalas serangan pada arep vital Sanskar dengan gesit hingga ia tak bisa menghindar.
__ADS_1
Sanskar meringis kesakitan.
Varun berniat memukulnya lagi tapi tangannya dicekal oleh Namish.
"Jangan menyakiti Daddy ku, Lord Varun !!" geram Namish.
Varun menatapnya Namish sembari tersenyum licik
"Oh jagoan kecil Lord Sanskar, kau tidak lebih hanya sekedar bocah ingusan dimataku !!" ucap Varun.
Ia memukul dada Namish dengan keras dan membuat Namish batuk berdarah.
"Namish !!!" pekik SwaSan.
Tapi meski begitu, Namish tetap bangkit dan menyerang Varun dengan tatapan matanya yg mengeluarkan semburan api dan mengenai Jubah Kerajaan yg dikenakan Varun.
"Shit !! Dasar bocah nakal !!" ucap Varun sembari mengusap-usap Jubahnya yg terkena api dengan tangannya sendiri, dan ia nampak sangat santai.
***
Demetri terus berlari dengan cepat dan ia tau sedang diikuti dari jauh karna ia sempat mendeteksi keberadaan musuh dibelakangnya meski dengan jarak yg cukup jauh.
"Sial, panglima Edward mengejarku menggunakan indra penciumannya, aku harus menghindarinya dengan mengalihkan aroma tubuhku.
Demetri berhenti dan mengambil beberapa tumbuhan khusus vampire yg berbau tidak enak dan pahit lalu menggosokkannya ke seluruh tubuhnya dan tubuh Helly agar aroma Vampire dari tubuh mereka tak tercium oleh penciuman Panglima Edward karna terhalangi oleh bau tumbuhan itu.
Setelah selesai.
Demetri segera berlari lagi membawa Helly ke dunia manusia.
__ADS_1
***
Didunia manusia.
Demetri mencari-cari rumah yg cocok untuk ditinggali Tuan Puterinya.
Dan beberapa kali ia mencari akhirnya ketemu.
Sebuah rumah mewah yg besar bercat putih terpampang jelas dihadapannya.
"Sepertinya aku sudah menemukan rumah yg aman dan keluarga angkat yg baik untukmu, karna aku sempat menerawangnya tadi menggunakan salah satu kemampuanku" gumamnya sembari menatap Bayi Helly tersenyum.
Demetri melesat cepat menuju pintu depan rumah itu dan mengeluarkan kertas disakunya lalu menuliskan.
"Tolong anggap anak ini sebagai anak kalian sendiri, namanya adalah Helly Zaffrina Crawless, tolong jangan ganti namanya".
Setelah itu ia melipatnya lalu menaruh Bayi Helly di depan pintu dan menaruh kertasnya atas diperut sang bayi.
Setelah itu ia menekan belnya berulang kali dan melesat untuk bersembunyi.
Seorang wanita muda membuka pintunya.
"Lhoo tidak ada orang ?" pikirnya, ia pun hendak menutup pintunya kembali tapi suara tawa Bayi Helly mengurungkan niatnya.
Ia menatap ke arah suara itu dan terkejut menemukan seorang bayi yg mungil dan lucu tersenyum padanya.
Hatinya seketika luluh dan membawa masuk bayi itu.
"Siapa itu, Ragini ?" tanya seorang pria muda.
__ADS_1
Bersambung.