
"Raziel, cepat ambilkan silet sebanyak 10 buah kemari," perintah Varun pada kepala pelayannya.
Raziel menunduk hormat lalu pergi membawakan apa yg diminta Lordnya.
3 detik kemudian ia kembali dan menyerahkannya pada Varun.
Varun menerima silet itu lalu tersenyum sinis menatap Helly.
"Karna kau selalu berbicara terus, aku akan membungkam mulut mu itu beberapa saat," ucap Varun.
Perlahan ia mendekati Helly, sedangkan Helly mundur ketembok dibelakangnya dengan wajah ketakutan.
"Mau apa kau ?!" ucap Helly.
"Ingin memberimu pelajaran, kenapa ? Kau takut ?" ucap Varun menyeringai.
Ia semakin dekat dengan Helly saat hanya satu langkah darinya, Helly segera menendang **** Varun dengan keras.
"Aarrrghhh gadis sialan !!" teriak Varun kesakitan dan memegangi selangkangannya yg pedih.
"Durga, Edward, cepat kalian rantai kedua tangan dan kaki gadis keparat ini, jangan biarkan dirinya ada celah untuk bergerak, CEPAT !!" bentak Varun.
Edward dan Durga segera menunduk hormat.
"Baik Paduka" ucap mereka bersamaan lalu segera merantai kedua tangan Helly dan Kakinya dengan rantai yg sudah tertempel dan tersedia di di dinding penjara.
"Lepaskan aku !!" Helly memberontak saat dirinya dirantai, ia bahkan sempat menyakiti Durga dan Edward dengan mencakar dan menampar mereka tapi dengan sigap mereka segera mengunci pergerakan Helly dengan rantai itu hingga ia tidak bisa bergerak sama sekai kecuali kepala dan mulutnya.
"Haha, aku suka melihat mu tidak berdaya seperti ini, Tuan Putri Helly" ucap Varun menyeringai.
__ADS_1
"Mana yg katanya, kau itu adalah keturunan vampire murni ? Mana ?!!!, mana yg katanya kau memiliki kekuatan super dahsyat yg tak tertandingi oleh siapapun termasuk aku ?!! Mana ?!!!, nyatanya kau hanya perempuan biasa yg lemah !! Lihat diri mu, kau sama sekali tak berdaya dihadapan ku, Putri Bangsawan Vampire dari Clan Lucifer's Crawless yg terkenal sebagai Clan terkuat dan terganas dengan wilayahnya yg sangat luas itu ternyata hanya melahirkan gadis tidak berguna seperti mu, yg bahkan tidak bisa berbuat apa-apa !! Lihatlah, Sanskar, Putri mu akan ku siksa dan ku bunuh secara perlahan, ini akan sangat menghancurkan dirimu, Lihat lah, HAHAHAHA" Varun berbicara layaknya seorang psikopat yg senang mendapatkan korbannya untuk ia bunuh dengan keji.
Helly menatapnya ngeri karna baginya, pria ini sangat menyeramkan saat tertawa, kebengisannya semakin terlihat dengan seringaian dan tatapannya yg tajam.
"Kau yg payah, kau yg pecundang dan kau juga pengecut !! Kenapa aku mengatai mu seperti itu ? Yah karna kau hanya bisa menyakiti perempuan, kau hanya berani pada perempuan yg bahkan sedang tidak bisa bergerak sama sekali dihadapan mu, kau tidak pantas menjadi Lord, Bodoh !!" bentak Helly pada Varun.
Varun menggeram kesal karna perkataan Helly.
"Selama 750 tahun aku hidup, aku tidak pernah dihina seperti ini bahkan musuhku tak berani mengatai ku seperti itu, tapi kenapa kau yg hanya seorang gadis lemah dan tidak berguna, berani mengatai ku seperti tadi, BERANI SEKALI KAU !!" bentak Varun murka.
"BUKA MULUT MU SEKARANG !!" Bentak Varun.
Helly tersenyum, kali ini ia sama sekali tidak takut dengan Varun.
"Apa yg ingin kau lakukan ? Kau ingin menyiksa ku ? Menyakiti ku ? Lalu membunuh ku ? Hahah lakukan saja yg ingin kau lakukan tapi ingat, seluruh makhluk akan mengecap mu sebagai Lord yg pengecut dan pecundang karna hanya berani menyakiti Gadis lemah seperti ku, yah lakukan saja yg kau mau, aku sudah tidak takut sama sekali pada mu karna ku tau kau hanya vampire pengecut !!" ucap Helly sambil menatap sinis pada Varun.
Varun menatapnya semakin murka, matanya memerah karna marah, dan ia mengepalkan tangannya dengan erat.
'Kenapa mulut ku terbuka sendiri begini !! Ckk pasti pria bodoh itu yg melakukannya !!' Helly membatin sambil berusaha menutup mulutnya tapi sia-sia, rahangnya kaku tak bisa ia gerakan.
Setelah mulut Helly terbuka, Varun segera melemparkan 10 silet itu kedalam mulutnya lalu menutup paksa mulut Helly dengan rapat.
Silet itu berada didalam mulut Helly secara acak dan membuat pipinya menggembung karnanya.
Varun tersenyum miring menatapnya lalu mendekatinya.
"Kau akan menerima hukuman karna terlalu banyak bicara dan juga karna telah menghina ku gadis manis" bisik Varun pelan pada telinga Helly.
Varun mengangkat tangannya sedangkan Helly melotot karna tau kalau Varun pasti akan menyakitinya.
__ADS_1
Tapi Varun berhenti sejenak.
"Aku tidak mau menyentuh mu dengan tangan ku langsung, aku tidak sudi !! Raziel, cepat ambilkan sarung tangan untuk ku !!" perintah Varun.
Raziel segera menunduk hormat dan berlari mengambil sarung tangan yg di perintahkan Varun lalu kembali dan menyerahkannya pada Varun.
Varun menerimanya dan segera memakai kedua sarung tangan itu.
"Kalau begini, aku lebih leluasa menyakiti mu tanpa bersentuhan kulit dengan mu" ucap Varun.
Ia segera menampar pipi Helly berulang kali, pipi kanan dan kirinya tak luput dari tamparannya yg keras.
Silet didalam mulutnya mengoyak habis kedua pipi mulus milik Helly karna ditampar habis-habisan oleh Varun, darah mengucur deras di wajahnya, Helly merasakan pipinya panas dan perih, beberapa bagian sudah sobek, tapi Varun masih belum puas, ia terus memukulinya dan terakhir ia menendang perut Helly keras.
Gadis malang itu hanya diam menahan sakit, karna berteriak pun tidak bisa karna silet di mulutnya.
Setelah puas, Varun tersenyum mengejek.
"Apa kau masih bisa berbicara gadis manis ?" tanya Varun dengan nada mengejek.
Helly menyembutkan darah dan silet-silet itu ke wajah Varun sebagai tanda penghinaan untuk Varun dan jawaban untuk pertanyaan ejekannya tadi.
Silet-silet itu tertancap di kulit wajah Varun.
Varun menggeram marah, bukannya kapok, gadis dihadapannya ini malah semakin menjadi-jadi menghinanya dengan menyembur wajahnya dengan air liur, darah dan silet-silet itu.
Varun mengepal kuat, ia segera mencabut kasar silet-silet itu dari wajahnya lalu berlalu pergi dengan marah dan di ikuti oleh pelayan dan Edward juga Durga.
Sedangkan Helly hanya diam menatapnya kepergiannya.
__ADS_1
Bersambung.