
"Jangan dekati aku, aku ingin pulang, aku tidak mengenal kalian, tolong jangan sakiti aku" ucap Helly ketakutan.
Swara menenangkannya sambil terus mendekatinya sedangkan Helly mundur hingga tubuhnya terpentok di tembok.
"Tenang sayang, aku...aku Mommy mu dan ini kakak juga Daddymu nak" ucap Swara sembari memegang tangan Helly.
Helly menepis lengan Swara dari tangannya dan berbicara sambil menutup mata.
"Bukan kalian bukan Mommy, Daddy atau kakakku, keluarga ku bukan kalian, aku ingin pulang, pergilah, kalian aneh dan kalian membuatku takut" ucap Helly hampir menangis.
Swara merasa hatinya sangat sakit saat Helly tidak mau mengakui mereka sebagai keluarganya bahkan ia ketakutan dengan keluarganya sendiri.
"Kami bisa menjelaskannya padamu nak" ucap Swara.
Helly menggeleng kuat.
"Kak Zaroon benar, seharusnya aku menjauhi dan menghindari kalian, kalian benar-benar aneh, kenapa kalian tiba-tiba membawaku kesini hah" bentak Helly sambil menyeka air mata yg keluar disudut matanya.
Swara menunduk bersedih sedangkan Sanskar menghampiri Helly dan mengusap rambut Helly lembut tapi Helly juga menangkisnya kasar.
"Kami akan menjelaskannya tapi kau tenang dulu yah, tidak perlu takut, kami tidak akan menyakitimu" ucap Sanskar sambil tersenyum miris.
Helly menatapnya ragu tapi kemudian ia tenang.
"Anak pintar" ucap Sanskar, ia mengusap rambut Swara dengan sayang.
"Ayo duduk dulu" ajak Sanskar pada Helly dengan menuntun tangannya lembut.
Sanskar mendudukan Helly disofa empuk yg terbentang panjang di ruang tamu istananya kemudian ia duduk disamping Helly begitupun Swara, mereka berdua mengapit Helly.
"Jangan berdekatan seperti itu pada tubuhku" ucap Helly gusar.
Sanskar dan Swara saling bertatapan dan mengangguk, mereka berdua agak duduk menjauh dari Helly agar Helly merasa nyaman dan tak takut pada mereka.
Sedangkan Namish, Teja dan Nicholas duduk disofa yg lain dan menatap Helly.
"Baik kami akan menjelaskannya..." ucapan Sanskar terpotong oleh Helly.
"Kalian harus berjanji dulu setelah ini, aku di bolehkan untuk pulang" ucap Helly.
Mereka terdiam.
'Bagaimana kau mau pulang nak sedangkan ini adalah rumahmu' ucap Sanskar dalam hatinya, ia menatap Helly sendu lalu mengangguk ragu.
"Yah tapi kau harus mendengarkan ini baik-baik yah" ucap Sanskar tersenyum.
Helly mengangguk.
__ADS_1
"Sebenarnya, kami adalah keluarga Vampire bangsawan".
Helly melotot mendengar nama vampire, ia kembali ketakutan karnanya.
"Jangan takut, meski vampire kami tentu tidak akan menyakitimu, karna kau adalah putri kami" ucap Sanskar yg segera menenangkan Helly.
Helly semakin panik karna pria berjubah aneh dihadapannya ini menyebut dirinya adalah putrinya.
"Apa ? Mana mungkin aku anak kalian !!, aku ini anak manusia sejati, aku punya keluarga lengkap, Mommy, Daddy dan kak Zaroon bukan kalian !! Aku mau pulang sekarang" ucap Helly dan berdiri dari tempat duduknya dan hendak berlari tapi Swara mencegahnya.
Entah kenapa saat melihat wajah Swara, Helly merasa sangat takut padahal wajahnya sangat cantik dan tubuhnya lebih tinggi darinya.
"Tolong jangan buat Mommy kehilangan dirimu untuk yg kedua kalinya nak, sudah cukup Mommy, tersiksa karna berada jauh darimu" ucap Swara menitikkan air mata.
Helly menaikkan satu alisnya.
"Sejak tadi kau mengatakan kalau kau ini Mommy ku dan mereka keluargaku, tapi apa kalian pikir aku ini bodoh ? Bagaimana mungkin kau Mommy dan sedangkan wajah kalian saja muda seperti putra kalian itu, kalian bahkan tidak pantas ku sebut Mommy atau Daddy karna kalian lebih cocok menjadi kakak ku bukan orang tuaku !!" ucap Helly.
"Kau tidak mengerti nak, kami sungguh orang tuamu ...," belum selesai Swara menjelaskan, Helly tidak mau mendengar.
"Sudah, hentikan omong kosong kalian, aku ingin pulang" ucap Helly sambil berlari kencang keluar istana, ia terus berlari dan berlari menyusuri lorong istana yg seperti tidak ada ujungnya sampai kelelahan.
"Dimana pintu keluarnya, tempat apa ini kenapa begitu luas sampai aku tidak bisa menemukan pintu keluarnya padahal aku sudah berlari cukup kencang dan jauh" keluh Helly kelelahan sambil menyeka keringat yg menetes didahinya.
Dengan mudah, Swasan, Temish, dan Nicholas mengejarnya dan tiba-tiba sudah berdiri dihadapan Helly yg membuat dirinya terkejut setengah mati.
"Kau tidak perlu bersusah payah berlari seperti itu nak, tidak ada gunanya, jika Daddy tidak mengizinkanmu untuk keluar dari istana ini maka pintu pun akan menjauh dari mu dengan sendirinya" ucap Sanskar.
Mereka hanya diam menatapnya.
"Kalian pikir aku main-main ? Lihat ini, aku akan menghubungi polisi agar mereka segera kemari dan membawaku pulang" ucap Helly sambil mengambil ponsel dari sakunya.
Saat ingin menyalakan ponselnya, Namish segera menggunakan kekuatannya untuk membuat ponsel milik Helly mati.
Helly terlihat putus asa saat ponselnya yg masih berbatrai penuh dan tanpa rusak sedikitpun mati total tak bisa menyala sama sekali.
"Ckkk kenapa dengan ponselku, tadi baterainya kan masih penuh dan tidak rusak tapi kenapa bisa mati total tiba-tiba begini ?" tanya Helly pada dirinya sendiri dengan gusar.
"Kau tidak akan bisa menghubungi polisi Hel, karna aku sudah mematikan ponselmu, dengar jika kau bersi keras untuk pergi dari sini, kakakmu akan dalam bahaya !!" ucap Namish, ia mulai marah saat adiknya sendiri selalu berusaha untuk kabur dari keluarganya sendiri.
"Apa yg akan kau lakukan pada kakak ku, jangan pernah sedikitpun kau menyentuhnya, jika tidak kau akan merasakan akibatnya !!" geram Helly.
Namish tersenyum miris mendengarnya.
'Jika saja dulu kita tidak dipisahkan oleh keadaan mungkin kau akan sangat menyayangiku seperti kau menyayangi kakak angkat mu Hel' ucap Namish dalam hati.
"Baik, aku tidak akan menyakiti kakak mu tapi kau harus mendengarkan penjelasan kami dulu" ucap Namish.
__ADS_1
Helly membuang mukanya tanpa berniat melihat pria aneh dihadapannya.
"Keputusan ditanganmu Hel, jika kau mau kakak mu selama maka kau harus duduk manis dan mendengar penjelasan dari kami" ucap Namish.
"Atau begini saja, kalau kau tidak mau mendengarkan penjelasan dari kami, Daddy yg akan memberi gambaran kilas balik masa lalu saat kau baru dilahirkan dari rahim Mommy mu Swara" ucap Sanskar.
"Bagaimana apa kau mau ?" tanya Sanskar.
Helly diam saja tak menjawab.
Sanskar berpikir bahwa diamnya Helly berarti iya, jadi ia mendekati Helly dan menutup matanya dengan telapak tangannya yg bercahaya dan sebuah gambaran masa lalu terlintas di matanya yg tertutup.
Saat dimana saat itu Swara baru saja melahirkan dirinya, seorang pria vampire ganas yg tampan mengincar dirinya sampai ia di pisahkan dari mereka dan di antar ke rumah orang tua angkatnya.
Helly terkejut saat melihat Kedua orang tuanya yg terlihat sedang menimang seorang bayi perempuan yg cantik dan imut seperti dirinya.
Helly mulai sadar saat mereka benar-benar bukan orang tua kandungnya dan saat itu juga penglihatan itu lenyap.
Sanskar melepaskan tangannya dari mata Helly sedangkan Helly membuka matanya.
"Kau sudah lihat kejadian yg sebenarnya kan nak ? Sekarang kau percaya kami keluarga mu ?" tanya Sanskar lembut.
Helly terdiam dan menunduk.
"Tinggal lah disini bersama kami nak, keluarga kandung mu" ucap Swara tersenyum.
"Aku butuh waktu untuk menerima semua ini, aku ingin kembali ke orang tuaku walau hanya sebentar" ucap Helly ragu.
Sanskar dan Swara saling bertatapan satu sama lain.
"Kau yakin hanya sebentar ?" tanya Sanskar.
Helly mengangguk pelan.
"Baiklah, aku mengizinkannya, Namish kakak mu yg akan mengantarkan mu kembali ke dunia manusia, tapi kau harus berhati-hati dengan pria yg bernama Varun yah yg kau lihat tadi melalui kekuatanku" ucap Sanskar.
Helly hanya mengangguk lagi.
"Tapi, Sans, ini terlalu berbahaya, aku tidak mau kehilangan dirinya untuk yg kedua kalinya" ucap Swara khawatir.
"Tidak sayang, ini hanya sebentar saja, Namish yg akan menjaga Helly" ucap Sanskar.
"Iya Mom, Namish akan menjaga adik Namish dengan nyawa Namish sendiri" ucap Namish yakin sambil tersenyum menatap Helly.
"Kami juga Yang Mulia Ratu" ucap Nicholas dan Teja bersamaan.
Sanskar tersenyum sedangkan Swara mendekati Helly dan mengelus puncak kepalanya dengan sayang.
__ADS_1
"Baiklah aku mengizinkannya juga, tolong jaga dia baik-baik" ucap Swara lalu memeluk Helly erat tanpa dibalas pelukan olehnya.
Bersambung.