
"Hel, apa kau baik-baik saja ?, kau tidak di apa-apakan oleh pria brengsek bernama Varun itu kan ?" tanya Zaroon sembari menangkup wajah adik terkasihnya.
Helly mengangguk tersenyum.
"Aku baik-baik saja kak, lihatlah keadaan ku, aku sangat sehat, tapi ...," Helly ragu meneruskan kalimatnya.
"Tapi apa de ?" tanya Zaroon penasaran.
"Aku lapar kak" bisik Helly malu.
Zaroon terkejut.
"Hei, kau bodoh, apa kau tidak memberikan adik ku makanan ?, dia lapar" ketus Zaroon pada Zain.
Zain menepuk dahinya.
"Jadi kau belum makan yh, ku pikir Varun memberinya makanan di dalam penjara saat ia mengurungnya disana" ucap Zain terkekeh.
"Ckk, bagaimana mungkin, pria brengsek itu memberi adik ku makan, malah ia akan membunuhnya nanti" ujar Zaroon menggeram.
"Helly" panggil Ragini.
Helly menoleh padanya.
"Mommy" ia segera menghambur memeluk Ragini erat.
"Mommy Helly rindu" ucapnya manja.
"Yah, sayang, Mommy pun sama merindukan dirimu" balas Ragini sembari mengusap lembut rambut putri tercintanya sedangkan Laksh, ia ikut memeluk istri dan putrinya penuh sayang.
Zaroon menghampiri Zain dan berbisik padanya.
"apa kakak sudah menceritakan semuanya pada Helly ?" tanya Zaroon.
Zain mengangguk sambil tersenyum jail.
"Yah aku sudah menceritakan padanya semua hal yg harus ia ketahui, semuanya" jawab Zain.
"Semuanya ?" Zaroon menatap Zain bingung karna ekspresi kakaknya itu seperti sedang meledeknya.
Kemudian ia teringat sesuatu.
"Jadi kau juga menceritakan kejadian saat aku menonton Mommy and Daddy bercinta, Kak !!" teriak Zaroon kesal.
Helly dan Raglak menatap Zaroon dan Zain bingung.
"Apa maksud mu nak, jadi kau pernah menonton kami ...," Ragini malu meneruskannya.
Zaroon salah tingkah karnanya, ia menatap Zain kesal, pria itu terlihat tersenyum senang saat melihat adiknya salah tingkah begitu.
"Tidak Mom, masa aku melihat kalian seperti itu, bukankah itu tidak sopan ?" ucap Zaroon tersenyum kikuk sembari menggaruk-garuk kepalanya yg tak gatal.
"Lalu apa maksud perkataan mu tadi ?" timpal Laksh yg turut mengintrogasi Zaroon.
Zaroon bingung mau menjawab apa.
"Sudahlah Dad, tidak perlu di bahas, eh Hel, katanya kau lapar, ayo kakak buatkan roti Sandwich isi daging, keju dan sayuran kesukaan mu, pria bodoh ini pasti mempunyai stocknya, benarkan ?" tanya Zaroon sembari menatap tajam pada Zain.
Zain tersenyum puas menatap Zaroon.
__ADS_1
"Yah tentu saja aku punya banyak beberapa stock makanan di lemari es dan di dapur untuk persediaan makan kalian berempat, karna aku tau kalau teman ku, Zaroon ini, akan membawa kalian menginap di sini" ucap Zain tersenyum ramah pada Raglak dan Helly.
"Terima kasih, nak, kau sangat baik, Zaroon beruntung memiliki teman seperti mu" ucap Laksh tersenyum.
"Kami pastikan hanya akan menginap di sini selama beberapa hari saja setelah itu kami akan pindah dari kota ini secepatnya" timpal Ragini.
"Tidak perlu terburu-buru seperti itu, Aunty, tinggal lah di sini lebih lama, anggap saja ini seperti rumah kalian sendiri, aku tidak akan keberatan sama sekali" ujar Zain.
"Tapi nak Zain, kami takut merepotkan mu" ucap Laksh.
Zain menampik perkataan Laksh.
"Tidak sama sekali, Uncle, aku malah senang kalian datang kemari, karna aku tidak kesepian lagi berada di Mansion megah ku ini, apalagi Mommy Ciel sedang sakit" ucap Zain bersedih.
"Bukannya, banyak maid dan bodyguard di Mansion mu ini nak ?, kenapa kau masih merasa kesepian ?" tanya Ragini.
"Mereka itu kan orang asing yg ku pekerjakan, sedangkan kalian, sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri" balas Zain tersenyum.
Raglak tersenyum menanggapi ucapan Zain yg sangat ramah itu.
"Terima kasih" ucap Raglak bersamaan.
"Ayo Hel, kau laparkan ? Aku dan Zaroon akan membuatkan makanan untuk mu dan kedua orang tuamu" ujar Zain.
Helly mengangguk tersenyum.
***
Clan Dark Refugges kembali akan menyerang Castle Clan Lucifer's Crawless karna Lord Varun pikir, Helly di bawa kabur oleh keluarga kerajaan Crawless.
***
Castle Clan Lucifer's Crawless.
"Untuk apa mereka menyerang, Nam ?" tanya Sanskar.
"Entahlah Dad, aku tidak tau" jawab Namish.
"Baru sampai di wilayah mana mereka ?" tanya Sanskar lagi.
"Diperbatasan desa Vampire Zairo, itu desa di ujung wilayah Clan kita, mereka membantai para warga Vampire di sana, Paduka" jawab Nicholas.
Sanskar berdiri dan mengepalkan tangannya erat.
"Mereka masih jauh dari Castle kita, jadi kita masih punya waktu untuk menyiapkan pasukan kita untuk pertahanan dan penyerangan balik kepada tentara pasuka Clan Dark Refugges, Paduka, kita juga bisa meminta bantuan pada sekutu kita untuk membantu memukul mundur pasukan Lord Varun" ujar Panglima Xavier pada Lord Sanskar.
Sanskar mengangguk menyetujui perkataan Panglima nya.
"Kau benar, Xavier, baiklah cepat kerahkan seluruh pasukan mu dan pimpin mereka, kirimkan sinyal bantuan pada beberapa sekutu kita baik dari Clan Vampire, Pack Werewolf maupun bangsa witch untuk membantu kita, gunakan juga strategi yg yg baru dan jangan lupa gunakan siasat untuk mengecoh pergerakan mereka, kita sudah atur strategi dan siasat ini minggu lalu, ku harap dengan ini kita bisa memukul mundur pasukan Lord Varun terkutuk itu" ucap Sanskar tegas.
Panglima Xavier menunduk hormat dan segera pergi melaksanakan perintah sang Lord.
"Uncle, aku juga akan memberi pesan pada Pack ku, Blood Moon Pack, agar mereka mengirimkan bantuan untuk mu." ucap Teja.
Sanskar mengangguk.
"Baik, lakukanlah nak" jawab Sanskar.
Teja mengangguk dan menunduk hormat lalu pergi ke puncak gunung dan merubah dirinya menjadi Werewolf berwarna putih keemasan.
__ADS_1
***
Puncak Gunung.
Teja yg kini merubah bentuknya menjadi serigala menatap bulan purnama yg tengah bersinar terang.
'Tolong sampaikan, pesan ku pada mereka di Blood Moon Pack, Moon Goddes' harap Teja dalam hatinya.
Ia segera mengaum kuat untuk menyampaikan pesan bantuan pada keluarganya di Blood Moon Pack.
"AAAAAUUUUUUUUU !!!!"
***
Blood Moon Pack.
Para Werewolf di Blood Moon Pack mendengar pesan auman yg di luncurkan oleh Teja.
"Itu suara dari werewolf milik Teja, suara itu menandakan bahwa ia sedang butuh bantuan berupa ribuan tentara, Yang Mulia" ucap Irina, ibu dari Teja yg merupakan seorang Luna (sebutan Ratu dari pack werewolf).
Harry mengangguk.
"Baiklah, cepat siapkan ribuan tentara werewolf dan kirim ia pada Putri Teja sekarang, karna saat ini ia memerlukan bantuan kita" perintah sang Alpha pada Panglima Ryan.
Panglima Ryan menunduk Hormat.
"Baik" ucapnya lalu segera mengumpulkan pasukan werewolf dan memimpinnya menuju pada Tuan Putri Teja.
***
Castle Clan Lucifer's Crawless.
Kamar Queen Swara.
Swara sedang tertidur pulas sampai suara keributan di luar Castle nya, mengganggu tidurnya.
Ia duduk ditepi ranjang mewah nya lalu mencoba mendengar suara keributan itu.
Terdengar di sana bahwa Panglima Xavier sedang menyeru pada seluruh Tentara Vampirenya untuk bersiap siaga akan penyerangan dari pasukan tentara Lors Varun.
"Apa ini, Lord Varun akan kembali menyerang, tapi kenapa ?" gumam Swara.
Beberapa saat ia terdiam sejenak lalu tubuhnya bergetar, Wolf yg selama ini ia kunci dalam tubuhnya mulai me-mindlink dirinya, Saltanat (wolf dalam tubuh Swara) mengambil alih tubuh Swara setelah sekian lama, Swara tak mengizinkan wolf nya itu untuk mengambil alih dirinya.
"Akhirnya setelah sekian lama, aku terbebas dari kuncian tubuh mu itu, Swara" ucap Saltu.
"Diamlah, bukankah aku tidak mengizinkan mu untuk me-mindlink ku lagi sebelum putri ku Helly bersama ku ?" balas swara.
"Ckk ini tidak adil bodoh, bukankah kita terlahir dalam satu tubuh, kita harus saling berbagi tubuh ini, dan ingat Helly juga putri ku karna ia sama-sama terlahir dari tubuh kita ini, sekarang aku akan keluar dan ikut dalam peperangan ini, aku tidak akan tinggal diam di kamar ini seperti mu Swara" ucap Saltu menggeram.
(Swara berdarah Hybrid, dia membawa gen Werewolf dan vampire dalam darahnya jadi terdapat wolf bernama Saltu juga dalam dirinya).
"Jadi kau mau apa hah ?" tanya Swara pada Wolfnya sendiri.
"Aku ingin ikut andil dalam perang besar ini, firasatku mengatakan kalau Helly akan ada di antara perang ini" jawab Saltu yakin.
"Benarkah ? Ku harap, firasat mu itu benar karna firasat dari Wolf itu selalu terbukti benar apalagi kau juga seorang ibu sama seperti ku yg memiliki ikatan batin yg kuat pada putrinya" ucap Swara bersedih.
"Baiklah aku mengizinkan mu mengambil alih tubuhku dan berubah menjadi Wolf untuk ikut dalam peperangan ini" lanjut Swara.
__ADS_1
Saltu menutup Mindlinknya lalu ia segera mengambil alih tubuh Swara dan merubah dirinya menjadi seekor serigala berbulu putih indah yg lembut dan cantik, lalu Saltu (Wolf milik Swara) berlari keluar kamar dan menuju Packnya menemui keluarga werewolfnya di sana yaitu, Full Moon Pack.
Bersambung.