
"Apa yg kau maksud dengan tujuan besar ?" tanya Helly penasaran.
Zain tersenyum sinis.
"Yah sebuah tujuan besar, aku ingin kau membantu ku merebut takhta dari tangan adik ku sendiri, Lord Varun Jeffrey Refugges" ucap Zain.
"Apa ? Tapi kenapa kau ingin merebut takhta kekuasaannya ? Bukan kah dia adik mu sendiri ? Dan kenapa kau memintaku untuk membantu mu dalam hal ini ?" tanya Helly semakin bingung.
Zain melipat tangannya didada.
"Apa kau tidak tau, jika keluarga bangsawan memiliki beberapa anak laki-laki maka yg tertua dari merekalah yg seharusnya menjadi seorang Raja, tapi Varun merebutnya dari ku, ia merebut semuanya dari ku bahkan mate ku pun juga" ucap Zain, hatinya kembali sakit saat mengingat itu semua.
Zain menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan kemudian ia mulai menceritakan masa lalunya pada Helly.
Flashback On.
^^^^^
750 tahun yg lalu, saat usia ku masih 25 tahun, Varun 18 tahun dan Zaroon 15 tahun.
Kami bertiga menguping pembicaraan Daddy ku dengan para petuah Vampire karna penasaran tentang apa yg akan mereka bahas, yg sepertinya sangat penting sekali.
Kami menguping dari jarak yg agak jauh sehingga mereka tidak bisa mengetahui kalau kami sedang menguping pembicaraan mereka.
Di sana terlihat, Lord Stevanio Daniel Refugges, Daddy ku, sedang berdiskusi di ruang rapat istana dengan beberapa para petinggi dan petuah kerajaan vampire di seluruh clan.
Mereka sedang membahas penerus takhta dari Clan Dark Refugges, dan Daddy telah mempromosikan ku sebagai Putra/Pangeran Mahkota pengganti Lord berikutnya setelah dirinya karna akulah anak yg tertua dari 3 bersaudara, yaitu aku, Varun dan Zaroon, tapi para petinggi dan petuah kerajaan vampire di seluruh lalangan Clan menolaknya halus.
Karna mereka meragukan kekuatan yg ku miliki ditambah aku bukan lah seorang vampire murni seperti Varun jadi mereka memilih Varun sebagai calon penerus takhta clan terbesar diantara clan lain yaitu Clan Dark Refugges.
Aku sangat sakit hati mendengarnya, aku melirik Varun sekilas, terlihat sekali di wajahnya bahwa ia sangat senang karna mereka memilihnya sebagai calon Raja yg baru, lalu pandangan mata ku beralih ke pada adik bungsu ku Zaroon, raut wajahnya pun menunjukkan rasa ketidak senangannya atas keputusan para petinggi dan petuah vampire itu.
__ADS_1
Lalu aku kembali menguping pembicaraan mereka.
Disana, Daddy bersi keras memilihku sebagai calon raja penggantinya, karna akulah yg tertua dan yg sepantasnya menjadi raja adalah anak tertua itu lah yg ia kedepankan, kalau masalah kekuatan, Daddy yakin kalau Varun dan Zaroon akan membantu ku mengurus kerajaan dengan jabatan dibawahku yaitu hanya sebagai penasihat kerajaan dan Jenderal kerajaan.
Sebenarnya kedua jabatan itu adalah jabatan tertinggi setelah Raja tapi sepertinya Varun dan Zaroon sangat tidak senang dengan keputusan Daddy.
Aku kembali melirik pada kedua saudaraku, aku melihat Varun mengepalkan tangannya erat dengan wajah merah padam, sedangkan Zaroon menggertakan giginya menahan amarah lalu mereka berdua pergi dengan arah yg berlainan.
Aku hanya menatap punggung mereka sembari tersenyum puas.
Kini persaudaraan kami yg dulunya sangat erat dan saling mengasihi menjadi sebuah persaingan ketat antar saudara, kami saling menunjukkan rasa tidak suka satu sama lain.
Terutama Varun, ia sangat berambisi mendapatkan takhta kerajaan itu hingga ia melakukan tindakan yg melampaui batas, perbuatan yg bahkan aku pun tak pernah menyangka bahwa ia bisa melakukan itu.
Yaitu membunuh Lord Stevano, Daddynya sendiri.
***
Disitu Daddy Stevano dan Mommy Ciel sedang beristirahat di ranjang mewahnya.
Dengan sigap, Varun membekap mulut Lord Stevano dengan tangannya sendiri.
"Varun apa yg kau lakukan ?" tanya Ciel panik.
"Diam lah Mom, aku sedang melakukan apa yg seharusnya aku lakukan sejak dulu, yaitu membunuh Daddy" ucap Varun sambil terus mengunci tubuh Lord Stevano agar tak banyak bergerak.
Ciel melotot tak percaya dengan perkataan putranya itu.
"Apa maksud mu nak ? Dia itu Daddy mu sendiri !!" pekik Ciel.
"Jika dia Daddy ku, dia pasti akan memilih ku sebagai Lord penggantinya, tapi ini tidak, dia malah memilih Zain sebagai penerusnya kelas, aku tidak terima ini, aku sudah menginginkan posisi lord sejak kecil Mom, tidak akan ku biarkan cita-cita ku itu hancur ditangan Daddy ku sendiri, dia harus mati !!" ucap Varun lantang, ia menatap tajam tangan kanannya dan seketika kuku-kuku tajam dan panjang nya bermunculan disana, ia segera menembus dada Lord Stevano dengan tangannya itu, mengoyak habis dadanya lalu menarik jantungnya dengan paksa.
__ADS_1
Saat itu juga Lord Stevano tewas ditangannya, Varun tersenyum puas melihatnya.
Aku diam terpaku menatap kejadian itu didepan mata ku sendiri, Mommy Ciel berteriak histeris lalu pingsan.
Varun segera pergi meninggalkan kamar itu tanpa berniat membunuh Mommy juga karna menurutnya, Mommy Ciel bukanlah ancaman yg besar bagi dirinya, dan sebelum vampire lain mengatahui perbuatannya, ia segera melesat pergi.
Aku melihat Zaroon mengikuti Varun dengan mata yg menyala-nyala penuh rasa dendam.
Sedangkan aku kembali mengikuti mereka berdua pergi.
Ternyata Varun berlari ke tengah hutan untuk menyingkirkan bukti-bukti tentang pembunuhan Lord Stevano di tangannya sendiri.
Ia segera melepas jubah pangerannya yg berlumuran darah Daddynya sendiri lalu membakarnya dengan tangannya sendiri.
"Tidak perlu kau menyingkirkan barang bukti atas tindakan keji yg kau lakukan pada Daddy kak !!" teriak Zaroon murka yg tiba-tiba sudah berdiri dihadapannya.
"Zaroon ? Kau melihat semuanya ?" tanya Varun terkejut.
Zaroon mengangguk mantap.
"Yah kak, aku melihat semuanya, kau membunuh Daddy dengan keji hanya karn takhta kerajaan, kau benar-benar sangat keterlaluan kak !!" bentak Zaroon.
Varun tersenyum miring menatap adiknya yg tengah murka.
"Lalu kau mau apa ? Apa kau mau kubunuh seperti Daddy ?" tanya Varun santai.
"Kau benar-benar kejam kak !!, kau ingin membunuh ku ? Lakukan saja kalau bisa !!" teriak Zaroon menggelegar.
"Diam lah, tidak perlu berteriak, dasar kau adik tidak berguna !! Dengar, kalau daddy saja mampu ku bunuh apa lagi kau, bodoh !!" bentak Varun
Varun melesat secepat kilat meninju perut Zaroon berulang kali lalu memukul rahangnya keras hingga Zaroon terpental beberapa meter.
__ADS_1
Bersambung.