My Pure Vampire

My Pure Vampire
Chapter 8


__ADS_3

Malam hari di dunia manusia.


Rumah Keluarga Flanders.


Semua keluarga Flanders berkumpul dimeja makan.


Ragini Chelsea Flanders sedang menaruh beberapa sayur-sayuran dipiring Helly, setelah itu memotong satu buah apel untuknya.


Tapi saat ia memotong lagi-lagi ia teledor dan jarinya teriris lagi.


"Awwww" ucap Ragini kesakitan.


"Huft sudah beberapa kali ku bilang, sayang, berhati-hatilah ketika sedang memotong sesuatu" ucap Laksh cemas, ia langsung mengelap darah Ragini dengan Tissue yg tersedia ditengah-tengah meja makan.


Ragini hanya diam tanpa menanggapi perkataan suaminya.


Swara yg mencium bau darah segar milik ibu angkatnya langsung merasa gusar dan kali ini ia tidak bisa menahan rasa hausnya akan darah.


'Ckkk kenapa saat mencium bau darah, aku merasa sangat haus tapi aku tidak merasa ingin minum air apapun kecuali darah, menjijikan sekali' umpat Helly dalam hatinya.


"Mommy ?" panggil Helly.


Laksh, Ragini dan Zaroon menatap Helly.


"Mommy, Helly mau darah" ucap Helly yg hampir kehilangan kesadarannya.


Mereka bingung menatap Helly yg tiba-tiba meminta darah dengan ekspresi seperti orang yg kelaparan atau kehausan.


"Darah ?" tanya Laksh.


"Yah dad, Helly mau darah !!" teriaknya.


"Tapi untuk apa nak ? Kenapa kau tiba-tiba ingin darah ?" tanya Ragini.


"Pokoknya Helly mau darah, Mommy !! DARAH !!" bentak Helly marah.


Mereka bertiga terkejut karna perubahan sikap putri angkat kesayangannya itu yg tiba-tiba berubah menjadi kasar.


"Helly kau membentak, Mommy ?" tanya Ragini sedih.


Tapi Helly semakin murka.


"Aku ingin DARAHHHH !!" teriaknya kesal.


"Baiklah, baik, kau ingin darah apa nak ?" tanya Laksh.


"Darah manusia" ucapnya.

__ADS_1


"Darah manusia ? Dimana kami harus mendapatkannya nak ?" tanya Laksh.


"Dimana saja, pokoknya aku ingin darah !!" ucap Helly kesal.


"Biar aku membeli darah di rumah sakit untuk Helly, Dad" ucap Zaroon.


Laksh mengangguk.


"Ya sudah pergilah nak, sebelum Helly semakin marah" ucap Laksh.


Zaroon mengangguk dan segera bergegas menuju rumah sakit untuk membeli beberapa kantong darah manusia untuk Helly.


Saat Zaroon pergi beberapa saat untuk membeli darah di rumah sakit, Helly mengamuk melempari semua barang-barang kelantai dan menendang-nendang bangku hingga patah lalu memukul meja hingga terbelah karna ia belum mendapatkan darah yg ia inginkan.


Laksh dan Ragini sangat bingung dan khawatir dengan sikap Helly yg sangat berbeda dengan dirinya yg asli, ia menjadi sangat kuat sekarang bahkan meja dan bangku patah menjadi beberapa bagian karna amukannya.


Helly yg lembut, penyayang, sopan dan baik berubah menjadi seperti iblis, kasar dan menyeramkan.


Ragini bahkan memeluk Laksh ketakutan.


"Laksh, aku takut" gumamnya.


"Tenang sayang, Helly putri kita, tidak mungkin ia akan menyakiti kita" ucap Laksh meyakinkan istrinya yg tengah ketakutan.


Ragini hanya mengangguk.


Saat melihat Helly sedang mengamuk, Zaroon segera menghentikannya.


"Helly hentikan, ini darah yg kau inginkan" ucapnya.


Helly menoleh kearahnya.


Ia segera berlari menghampiri Zaroon.


"Mana ?" tanyanya sumringah.


Zaroon memberikan masing-masing darah dan menyebutkan golongannya pada Helly.


"Ini kantong yg pertama berisi golda (golongan darah) O+, kantong kedua berisi golda AB- dan kanton ketiga berisi Golda B-" ucap Zaroon.


Helly tersenyum senang.


"Mau golda apa saja aku tidak peduli, yg penting darah" ucapnya menyeringai.


Zaroon menatapnya bingung.


"Untuk apa darah ini, Hel ?" tanyanya.

__ADS_1


Helly menatap tajam Zaroon.


"Bukan urusanmu !!" ucapnya lalu bergegas keluar rumah sambil membawa 3 kantong berisi darah tersebut.


"Hei mau kemana, Hel ?" teriak Zaroon.


Tapi Helly tidak menggubrisnya dan terus berjalan cepat keluar rumah, Zaroon ingin mengejar tapi ditahan oleh Laksh.


"Jangan, Zaroon" cegah Laksh.


"Why Dad ?" tanya Zaroon.


"Biarkan saja dia pergi untuk menenangkan diri dulu, karna tadi itu seperti bukan Helly tapi orang lain" ucap Laksh.


Zaroon mengerti.


"Oh God, apa yg terjadi dengan adikku" gumam Zaroon.


***


Helly berjalan cepat menuju hutan lalu sekiranya sudah cukup aman dan sepi.


Ia segera duduk dan bersandar di salah satu pohon yg paling besar disana.


Dengan tergesa-gesa ia membuka salah satu kantong darah itu karna dahaganya yg semakin menyiksa dirinya.


Dengan buas dan lahap Helly menenggak habis satu kantong darah.


Entah kenapa darah itu begitu terasa nikmat dan legit dimulut dan tenggorokannya tanpa peduli dengan bau anyirnya yg menusuk hidung tapi baginya itu aroma nikmat yg memabukkan.


Merasa belum puas, ia menghabiskan dua kantong darah yg tersisa.


Setelah dahaganya hilang dan mereda serta dirinya sudah sangat puas


Helly kembali ke dirinya yg semua dam tersadar dengan apa yg ia lakukan.


"Apa ini, aku minum darah ? Cih menjijikan sekali !!" umpatnya sambil membuang kantong bekas darah tadi ketanah.


"Apa yg kulakukan ? Kenapa tiba-tiba aku merasa sangat haus saat melihat darah dan ini aku bahkan baru meminumnya tiga kantong sekaligus" sesal Helly.


Seseorang menepuk bahunya saat diringa tengah kebingungan dengan tindakannya sendiri.


"Kau tidak perlu menyesali dengan apa yg kau lakukan saat ini" ucap orang itu.


Helly menoleh kearahnya dan mundur beberapa langkah darinya.


"Siapa kau ?" tanya Helly takut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2