My Pure Vampire

My Pure Vampire
Chapter 14


__ADS_3

Namish mengantarkan Helly ke rumah keluarga angkatnya, saat sampai disana hari sudah mulai gelap dan Helly melupakan perjanjiannya untuk bertemu dengan Kakek Bangsa Werewolf, yaitu Durga, karna pusing dengan berbagai kenyataan yg baru saja terungkap.


Didepan Rumah, Helly menghentikan langkahnya dan berbalik badan menghadap Namish.


"Kau bisa pergi, aku mau masuk" ucap Helly datar.


"Tidak, biar aku tinggal bersama mu di rumah ini untuk menjaga mu" ucap Namish.


"Tidak boleh, aku tidak butuh penjaga, aku aman bersama keluarga ku" ucap Helly tegas.


"Tapi keluarga mu kan ...," Helly menghentikan ucapan Namish.


"Sudah cukup, aku lelah dan ingin istirahat, tolong kau pergi dulu, biarkan aku bersama keluarga ku, ini hanya sebentar" ucap Helly dengan tatapan memohon.


Namish menarik nafas dan menghembuskannya pelan.


"Huuftt baiklah, aku pergi, tapi kapan kau akan tinggal bersama keluarga kandung mu ?" tanya Namish sebelum pergi.


Helly berpikir sejenak.


"Lusa, yah lusa aku akan mulai tinggal bersama keluargamu, hmm maksud ku keluarga kandung ku" ucap Helly gugup.


"Baik, aku akan menjemput mu lusa, Mommy tidak sabar ingin berada didekat mu de" ucap Namish tersenyum sambil mengelus lembut puncak kepala Helly.


Dengan ragu, Helly menepis pelan tangan pria berwajah pucat nan tampan dari kepalanya.


"Yah kau boleh pergi sekarang, silahkan" ucap Helly acuh.


Namish mengangguk dan melesat pergi.


'Cepat sekali larinya !! Ckk bodoh sekali aku, tentu saja ia bisa lari secepat itu, dia kan vampire' pikir Helly sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ia segera masuk ke rumahnya.


"Mom, Helly pulang" teriaknya.


Raglak dan Zaroon yg mendengar suara Helly langsung bergegas menghampiri asal suara itu.


"Helly, darimana saja kau nak" ucap Ragini cemas sambil memeluk tubuh Helly erat.


Helly diam tak merespon tapi ia membalas pelukan Ragini dengan erat juga.

__ADS_1


'Aku tidak mungkin memberi tau pada mereka kalau tadi aku baru saja dibawa ke dunia vampire, mereka pasti tidak akan percaya, kalaupun percaya mereka pasti cemas' pikir Helly.


"Kau darimana saja sih de ? Kakak mencari di seluruh kampus tapi kau tidak ada, kakak sangat cemas" ucap Zaroon sambil memegang bahu Helly.


"Maaf, tadi aku ada urusan sebentar dan terpaksa harus meninggalkan kampus" ucap Helly berbohong.


"Urusan apa sampai kau pulang malam begini ?" tanya Laksh khawatir.


Helly menunduk.


"Urusan yg sangat penting Dad" ucapnya.


"Ya sudah, yg penting kau sudah pulang, apa kau lapar nak ?" tanya Ragini.


Helly mengangguk pelan tanpa menjawab perkataan Ragini.


"Baiklah, Mommy akan menyiapkan makan malam untuk mu yah" ucap Ragini dan hendak pergi mengambil makanan untuk Helly tapi Helly memegang lengannya dan menahannya.


"Mommy" panggil Helly.


Ragini berbalik.


"Yah nak ?" ucap Ragini.


Raglak dan Zaroon terkejut dengan keinginan Helly yg tiba-tiba ingin pindah begitu, entah kenapa sifat Helly menjadi aneh setelah pulang tadi.


"Tapi kenapa nak ? Kenapa tiba-tiba kau ingin pindah ?" tanya Laksh penasaran.


Helly mencari alasan yg tepat untuk mengatakannya pada keluarganya.


"Helly tidak betah disini Dad, Helly sangat ingin pindah" ucapnya asal.


Pikirannya sangat kacau sekarang, ia bahkan tidak bisa mencari alasan yg tepat untuk menjawab pertanyaan Laksh.


"Kau yakin ingin pindah dari sini nak ?" tanya Ragini.


Helly mengangguk.


"Baiklah, kalau kau ingin pindah dari sini, Daddy akan mengabulkan keinginanmu itu" ucap Laksh tersenyum, sejak dulu Raglak dan Zaroon memang selalu menuruti keinginan Helly karna mereka sangat menyayanginya Helly melebih apapun bahkan nyawa mereka sendiri.


"Tapi bagaimana dengan kuliah Zaroon dan Helly disini Dad ?" tanya Zaroon.

__ADS_1


"Itu urusan mudah, Daddy akan mengurusnya, lagi pula pemilik universitas itu adalah sahabat Daddy jadi ini akan lebih mudah mengurus kepindahan kalian" ucap Laksh santai.


Zaroon mengangguk.


"Jadi kau mau pindah kemana hmm, My Little Girl ?" tanya Laksh sambil menangkup wajah Helly.


"Kemana saja Dad yg penting jauh dari kota ini" ucap Helly.


Laksh mengangguk.


"Baik, kapan kita mulai pindah ?" tanya Laksh lagi.


"Malam ini Dad" ucap Helly antusias.


"Apa ? Malam ini juga ? Mendadak sekali ?" tanya Laksh bingung.


"Helly mohon Dad, ayo pindah sekarang" ucap Helly hampir menangis.


"Ok-ok kalau kau mau kita pindah sekarang, baik kita pindah sekarang, malam ini juga, tapi jangan menangis yah, cup cup cup" ucap Laksh sambil mengusap air mata Helly.


"Benar Dad ?" tanya Helly tersenyum.


Laksh mengangguk.


"Of Course" ucapnya, Helly langsung memeluknga erat.


"Thank You Dad" ucapnya senang.


"Ayo cepat, kemasi barang-barang kalian seperlunya, kita akan segera pindah malam ini juga" ucap Namish.


Mereka segera mengangguk dan menuju kamar masing-masing untuk membenahi semua barang yg mereka perlukan setelah itu bergegas pergi dari rumah itu.


Kepergian mereka tidak ada yg mengetahui kecuali Kakek Durga yg sedari tadi memperhatikan aktivitas mereka bahkan mengikuti juga kemana mereka akan pergi.


***


Ditengah perjalanan.


'Maafkan aku karna aku tidak bisa menepati perkataanku untuk tinggal bersama kalian, aku belum bisa menerima kalian sebagai keluargaku, kalian sendiri yg membuangku, jadi selamanya aku tidak akan pernah bersama orang tua yg telah membuangku apapun alasannya, dan semoga kalian tidak akan pernah bisa menemukannya' Helly membatin sambil menolehkan kepala kebelakang menatap jalanan.


Bersambung.

__ADS_1


Happy Reading๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2