
Namish berjalan menyusuri lorong kampus untuk mencapai kelas barunya, semua mata manusia menatapnya kagum karna ketampanan yg dimiliki Namish.
Namish berdecak kesal karna manusia-manusia itu tak berhenti menatapnya terutama para gadis.
"Ckkk, kalau saja bukan karna ingin mencari keberadaan adikku, aku tidak sudi berbaur dengan manusia-manusia ini" umpat Namish dalam hatinya.
Ternyata Nicholas mendengar umpatan sahabatnya itu karna itu adalah salah satu kemampuan Vampire yg ia miliki.
Ia menepuk pundak Namish.
"Tenanglah, Namish, kita pasti akan menemukan adik kesayangan mu itu secepatnya" ucap Nicholas.
Namish mengangguk.
"Ku harap juga begitu, Nic, aku benar-benar sangat merindukannya" ucap Namish dengan raut wajah muram.
"Oh yah, apa kau tidak melihat wajah gadis yg kau tabrak tadi ? Bukan kah ia mirip dengan wajah Yang Mulia Ratu Swara ?" tanya Nicholas dan membuat langkah Namish terhenti.
"Kupikir, ia hanya mirip saja, karna aku tidak mencium aroma tubuh vampire pada dirinya, jadi aku yakin ia pasti hanya manusia biasa" ucap Namish.
"Tidak Nam, kau tidak tau yah, adik mu itu kan Vampire murni jadi aroma Vampire nya belum tercium sempurna karna usianya yg masih sangat muda, hanya yg memiliki penciuman tajam saja yg bisa mendeteksi aroma tubuhnya" jelas Nicholas.
Namish menepuk dahinya.
"Aku lupa soal ini, Nic, kau benar, baiklah ayo kita selidiki ia sekarang, semoga saja ia benar adik ku yg kucari" ucap Namish semangat.
Nicholas mengangguk.
"Ayo, Nam" ucapnya
Mereka segera berbalik arah dan berlari mengejar Helly diam-diam.
***
Zaroon masih kesal dengan pria yg menabrak Helly tadi.
"Huft menyebalkan sekali dia itu, awas saja kalau berani menyakiti mu lagi, akan kubunuh dia !!" geramnya.
Helly menenangkan kakaknya yg sedang marah.
"Sudahlah kakak, tidak apa, yg penting kan aku baik-baik saja" ucap Helly.
"Tapi setidaknya kan dia minta maaf padamu, de" ucap Zaroon.
Helly tersenyum pada kakaknya.
"Kakak tidak apa, nanti kalau dia menyakitiku lagi, akan kupukul dia langsung dihadapanmu, lagi pula akukan sudah besar kak jadi aku bisa menghajar orang yg menyakitiku dengan tanganku sendiri" ucap Helly bersungguh-sungguh.
__ADS_1
Zaroon menatap adiknya.
"Bagaimanapun juga, kau tetap adik kecilku yg manja, Hel" ucap Zaroon tersenyum.
Helly membalas senyuman kakaknya.
"Dan kau tetap kakakku yg terbaik, kak" ucap Helly.
Zaroon mencubit kedua pipi Helly dengan gemas.
"Adikku sayang !!" pekiknya gemas.
Helly melepaskan tangan kakaknya dari pipinya.
"Kakak, hentikan aku malu" ucap Helly.
"Malu kenapa adik ku sayang, biarkan mereka tau kalau kau itu adik ku yg paling manja" ucap Zaroon.
Helly menggembungkan pipinya kesal.
"Terserah kau saja kak" ucap Helly, ia berjalan meninggalkan Zaroon menuju kantin bersama Jane dan Felicia.
Zaroon mengejarnya dari belakang sembari cengengesan.
Dikantin.
Helly hendak membuka kotak makan siangnya tapi Zaroon menghentikannya.
"Eh tidak, tidak Helly, biar kakak yg membukannya dan menyuapi mu" ucap Zaroon.
"Tapi kak aku sudah besar" pekik Helly malu karna Jane dan Felic menatapnya sembari cekikikan.
"Tuh kan mereka menertawakanku kakak, bukankah sudah cukup kau menyuapiku saat dirumah ? Kenapa dikampus juga ?" ucap Helly kesal.
Zaroon menatap tajam pada Jane dan Felic yg sedang cekikikan.
Dan seketika Jane dan Felic terdiam takut.
"Lihat mereka tidak menertawakanmu lagi kan, ayo sini kakak suapin" ucap Zaroon.
"Tapi kak" tolak Helly.
"Syuuttss !!, jangan membantah, nanti kakak adukan pada Mommy kalau kau tidak mau menurut pada kakakmu ini" ucap Zaroon sambil membuka kotak makan siang Helly.
"Kakak..." belum selesai ia melanjutkan kalimatnya, Zaroon menyuapkan roti Sandwich isi sayuran dan keju kesukaan Helly dan membuat Helly berhenti bicara lalu mengunyah makanannya lahap.
Zaroon tersenyum.
__ADS_1
"Akhirnya makan juga kan" ucap Zaroon tertawa.
Helly tidak menggubris perkataan kakaknya.
"Lagi kak lagi" ucap Helly sembari menarik-narik tangan kakaknya ke mulutnya yg masih penuh.
"Lagi apanya, itu dimulut juga masih penuh" ucap Zaroon.
"Oh iyah yah haha" ucap Helly tertawa sambil terus mengunyah dan akhirnya tersedak.
"Uhuk...uhukk"
"Ckk, sudah kakak bilang, jangan bicara saat mulut penuh, jadinya tersedak begini kan" ucap Zaroon panik, ia segera meminumkan Helly susu dibotolnya.
Helly langsung menenggaknya lalu menjawab perkataan Zaroon.
"Iya iya maaf" ucapnya.
"Suapin lagi dong" ucap Helly manja.
Zaroon kembali menatapnya gemas.
"Iya ini, coba buka mulutnya, aaaaa" ucap Zaroon dengan gaya seperti sedang menyuapi anak kecil.
Helly membuka mulutnya.
"Aaaa" lalu mengunyah roti yg disuapkan Zaroon.
Kelakukan mereka membuat Jane dan Felic iri.
"Seandainya saja aku punya kakak seperti Zaroon, aku pasti akan sangat bangga" bisik Jane pada Felic.
Felic mengangguk menyetujui.
"Kau benar Jane, seandainya saja kakak ku seperti Zaroon, aku pasti akan sangat senang tapi sayangnya, kakak ku, Harry, sangat cuek dan menyebalkan, sangat jauh berbeda dengan kak Zaroon" keluh Felic.
Dari jauh, ternyata Namish dan Nicholas memperhatikan mereka dari jauh.
"Entah kenapa, Nic, aku dengan gadis itu seperti memiliki ikatan batin yg kuat, seperti ada hubungan di antara kami" ucap Namish pada sahabatnya.
"Sebaiknya kita selidiki lebih lanjut tentangnya Nam, semoga saja, ja benar adik yg selama ini kau cari" ucap Nicholas.
"Yah Nic, semoga saja" ucap Namish.
Bersambung
Happy reading Readers☺☺
__ADS_1