My Pure Vampire

My Pure Vampire
Chapter 4


__ADS_3

"Sayang aku menemukan bayi !!" pekik Ragini senang.


Pria muda itu tampak bingung dengan yg dikatakan istrinya.


"Bayi ?" tanyanya bingung.


"Asyikkkk, ada dede bayi !!" pekik Zaroon putra mereka yg baru berusia 5 tahun.


"Coba Mommy, liyat ?" ucap Zaroon mendekati Ragini.


Ragini menunduk dan memperlihatkannya pada Zaroon.


"Ragini kau dapat bayi itu dari mana ?" tanya Pria muda itu.


"Aku menemukannya didepan pintu rumah, Laksh, sepertinya seseorang dengan sengaja menaruhnya disitu agar kita mengadopsinya" ucap Ragini tersenyum senang.


"Lihat pesan ini, aku menemukannya diatas perut bayi ini" ucap Ragini lagi sembari menyodorkan kertasnya pada pria muda itu yg bernama Laksh.


Laksh menerimanya dan membacanya.


Ia menaikkan alisnya satu.


"Jadi bayi ini sudah punya nama ? Namanya Helly Zaffrina Crawless ?, bagus juga, mana sini ku lihat anak bayinya" ucap Laksh mendekati Ragini.


Laksh menatap bayi itu, hatinya seketika luluh dan langsung menyayanginya karna daya pikat yg dimiliki sang bayi, bayi itu tersenyum pada Laksh dan Laksh membalas senyumannya dengan gemas.


"Sini berikan padaku, aku sangat ingin menggendongnya" ucap Laksh tersenyum.


Ragini memberikannya pada Laksh dengan perlahan.


Dan Laksh menerimanya senang lalu menimang bayi itu.


"Kau cantik sekali nak, baiklah kami akan mengangkatmu menjadi Anak kami, apa kalian setuju, Ragini ? Zaroon ?" tanya Laksh.


Ragini dan Zaroon saling bertatapan lalu mengangguk semangat.


"Setujuuu !!" ucap mereka bersamaan.


Mereka bertiga pun sama-sama tersenyum senang karna mendapatkan keluarga baru.


Demetri yg sedari tadi mengintip sembunyi-sembunyi, langsung tersenyum karna keluarga kaya yg baik hati itu mau menerima Tuan Puteri Helly dengan senang hati, ia pun tersenyum senang.


"Sepertinya aku tidak salah memilihkan keluarga angkat mu, Tuan Putri Helly, kurasa mereka akan menjaga dan memberikan kasih sayang yg lebih untuk mu, kini tugasku sudah selesai, dan aku harus kembali ke istana, Selamat Tinggal dan sampai berjumpa kembali" gumamnya saat mengucapkan salam perpisahan.


Ia segera melesat menuju kerajaannya.


***


Panglima Edward kembali ke Lord Varun dengan tangan kosong dan menghadapnya dengan penuh rasa takut.


Ia menunduk hormat pada Lordnya.


"Panglima, apa kau sudah berhasil mendapatkan bayi itu ?" tanya Varun yg sudah menunggu kedatangan Edward.


Panglima Edward menundukkan pandangannya.


"Ampun Yang Mulia, h hh-hamba **-tidak berhasil mendapatkannya" ucapnha ragu.


Varun mengepalkan tangannya geram.


Ia menonjok Panglima Edward dengan kencang hingga Panglima terjungkal beberapa meter.


"Bodoh !! Mendapatkan vampire yg masih bayi saja kau tidak mampu !!" hardik Varun.


Panglima Edward berdiri dan membela diri.


"Maafkan hamba Yang Mulia, hamba kehilangan jejak mereka karna mereka telah menutupi bau asli mereka sebagai Vampire, itulah sebabnya aku tidak bisa melacak bau tubuh mereka dan kehilangan jejak" ucapnya.


Varun *** Jubahnya kesal.

__ADS_1


"Ckk !! Brengsek !! Kali ini kau berhasil lolos bayi mungil tapi itu tidak akan lama, aku akan mencarimu terus sampai dapat !!" gumam Varun.


***


My Pure Vampire


Chapter 5


###


18 Tahun Kemudian.


Helly tumbuh menjadi gadis yg sangat cantik, baik, manis, dan sangat penyayang karna dididik dengan baik dan penuh cinta dari keluarga angkatnya, meski terkadang sangat cuek dan dingin.


Sebagai Vampire murni, makanannya dari bayi adalah vegetarian dan semakin beranjaknya usia terutama di usia 18 tahun, hasratnya akan darah semakin meningkat dan lama-kelamaan, makanannya adalah darah, hanya darah.


Helly mulai merasakan hal itu, merasa sangat kehausan saat melihat darah walau hanya satu tetes saja.


Saat itu, Ragini sedang memotong sayuran kesukaan Helly didapur dan tanpa sengaja tangannya teriris dan berdarah.


Disaat itulah Helly mencium bau darah segar yg membuat tenggorokannya sangat kering dan sifat vampirenya keluar, tapi karna usianya masih belia jadi ia masih bisa menahannya.


Sedangkan Zaroon kakak angkat Helly.


Kini usianya 23 tahun.


Ia tumbuh sebagai seorang kakak yg begitu penyayang, perhatian dan lembut dengan sang adik, Helly.


Zaroon tidak akan segan menyakiti siapa saja yg berani melukai adiknya walau hanya seujung kuku saja, ia tidak akan pernah rela.


Kini keduanya berkuliah di kampus yg sama, yg terkenal dan terfavorit dikotanya, kota Los Angeles.


Universitas California.


***


"Helly cepat de, kita sudah hampir kesiangan !!" teriak Zaroon dibawah.


"Iya kakak, sebentar !!" balasnya.


Helly segera berlari menuruni anak tangga menyusul kakaknya yg sudah bersiap untuk berangkat kekampus.


"Ayo kak !!" ajak Helly.


"Sarapan dulu, sana" ucap Zaroon.


"Lah tadi katanya suruh cepat-cepat, kakak ini bagaimana sih ?" tanya Helly kesal, ia mengerucutkan bibirnya dan membuat Zaroon gemas.


"Iyh tapi sebaiknya kau makan dulu, nanti kalau sakit, kakak juga yg repot" ucap Zaroon tersenyum, ia mencubit gemas pipi adiknya yg manja itu.


"Ah nanti saja lah disana makannya kakak, ayo berangkat" ajak Helly.


"Ckk kau ini bandel sekali kalau kakak nasehati, de, ya sudah sana kamu tunggu didalam mobil, kakak mau memasukkan sarapanmu dulu kedalam kotak makanan" ucap Zaroon.


Helly mengangguk.


"Mom & Dad kemana kak ?" tanya Helly.


"Mereka pergi kerja pagi-pagi sekali, de, karna ada urusan mendadak dikantor" ucap Zaroon sambil menyiapkan sarapan untuk Helly.


"Oh ya sudah, Helly tunggu di dalam mobil yh kak" ucap Helly yg segera berjalan menuju mobil mercedes milik kakaknya.


"Iya" sahut Zaroon.


Beberapa saat kemudian, Zaroon selesai menyiapkan sarapannya dan membawanya ke dalam mobil.


"Helly, ini sarapanmu, dan ini susunya" ucap Zaroon sembari menyodorkan kotak makanan dan botol yg berisi susu.


"Terima kasih kak" ucap Helly tersenyum.

__ADS_1


Zaroon mengangguk lalu menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju kampus.


***


Dikampus.


Teman-teman Helly sudah menunggunya di gerbang kampus.


"Helly mana ini, kenapa lama sekali ?" ucap Felicia.


"Sabarlah, mungkin sebentar lagi ia datang" ucap Jane.


Dan benar saja, Zaroon dan Helly datang turun dari mobil.


"Hey guys" sapa Helly pada kedua temannya.


"Kau lama sekali Hell, kami menunggumu untuk..." belum selesai Felicia menyelesaikan kata-katanya, Helly langsung memotong.


"Yayaya, aku tau, untuk membantu kalian mengerjakan tugas fisika dan matematika yg belum kalian kerjakan karna kurang mengerti, bukan ?" tanya Helly tersenyum.


Jane dan Felicia, cengengesan karna Helly sudah tau kebiasaan mereka, yaitu minta Helly membantu tugas yg mereka kurang memahaminya.


"Kau tau saja, Hell" ucap Jane.


"Haha, ya sudah nanti kubantu yh tapi aku mau ke kantin dulu karna belum sarapan" ucap Helly.


Jane dan Felicia mengangguk.


"Kami ikut" ucap mereka serentak.


"Baik, ayo" ucap Helly.


"Ayo kak" ajaknya pada Zaroon yg dari tadi hanya tersenyum menanggapi percakapan mereka.


Zaroon mengangguk menyetujui ajakan adiknya itu.


Saat baru berjalan beberapa langkah.


Seorang pemuda yg seumuran Zaroon menabrak Helly keras sampai Helly jatuh tersungkur.


"Helly" pekik Zaroon cemas, ia segera membantu Helly berdiri.


"Kau tidak apa-apa kan de ?" tanya Zaroon cemas.


Helly menggeleng.


"Tidak kak" ucapnya.


Zaroon membentak pria yg sudah menabrak adik kesayangannya itu sampai terjatuh.


"Hei bodoh, kau buta yh, kenapa menabrak adikku hah !!" bentak Zaroon.


"Aku tidak sengaja" ucap pria itu dingin.


"Kau anak baru yh, aku baru melihatmu dan sifatmu angkuh sekali Bukannya minta maaf tapi malah memasang wajah tanpa ekspresi seperti itu, cepat minta maaf" perintah Zaroon.


"Aku tidak mau, minggir, menyingkirlah dari jalanku" ucap pria itu cuek.


Zaroon sangat kesal karnanya.


Ia memukul pria tua itu keras.


"Berani sekali kau memukulku hah !!" bentak pria itu.


"Yah memangnya kenapa, kau menyakiti adikku, dan aku yg membalas" ucap Zaroon melotot padanya.


Pria itu menggeram marah, ia berniat menyerang Zaroon dengan kekuatan Vampire tapi temannya yg berdiri disampingnya segera mencegah.


"Jangan, Namish, semua orang akan tau kalau kau bukan manusia nanti kalau kau menyerangnya dengan kekuatan vampire mu" ucap Nicholas, temannya.

__ADS_1


Namish tidak jadi menyerangnya dan berlalu pergi begitu saja.


Bersambung.


__ADS_2