
Durga mengikuti mereka dengan mengubah wujud menjadi Werewolf, ia berlari kencang disamping mobil Laksh hanya untuk mengikuti Helly.
Helly merasa perutnya sangat lapar karna dari siang ia belum makan apapun, ia segera mengatakan itu kepada Ragini yg duduk disampingnya.
"Mom, Helly lapar" ucap Helly.
"Kau lapar yah, Laksh bisakah kita mencari restaurant sebentar, Helly lapar" ucap Ragini pada Laksh yg tengah menyetir.
"Iya, Zaroon juga lapar, ayo cari restaurant, Dad" Zaroon yg duduk disamping juga menyetujui.
Laksh mengangguk.
"Baik, kalau kalian lapar, Daddy akan mencari Restaurant bintang 5 di pinggir jalanan nanti" ucap Laksh tersenyum.
Zaroon dan Helly mengangguk senang.
Perjalanan mereka kini di jalanan yg berada ditengah hutan, tentu saja disitu tidak ada Restaurant, jangankan Restaurant, rumah atau villa saja tidak ada.
Durga menatap tajam dan sinar biru memencar dari matanya dan membuat mesin mobil Laksh mati.
Dsri jarak yg tidak terlalu jauh, ia menghubungi seseorang.
"Hallo Lord Varun, cepatlah datang ke hutan dekat kampus mu, ia sedang berada disini bersama keluarga angkatnya, mereka ingin melarikan diri dari kota ini" ucap Durga.
"Baik, aku akan segera kesana dalam waktu 5 detik" ucap Varun diseberang telepon.
Ia segera mematikan ponselnya dan melesat ke tempat durga.
***
"Dimana dia ?" tanya Varun yg sudah tepat berdiri disamping Durga.
"Itu dia" tunjuk Durga ke arah tengah jalan.
Disana terdapat Raglak, Zaroon dan Helly yg keluar mobil dengan tatapan panik karna mobilnya tiba-tiba mati ditengah jalan yg diapit dua huta lebat dikanan dan kirinya.
"Mesinnya mati, padahal tidak ada yg rusak atau bermasalah" ucap Laksh yg sedang memeriksa mesin mobilnya.
Zaroon menghampiri Laksh dan melihat mesin mobilnya.
"Sepertinya radiatornya mengering dad, kita butuh air untuk mengisinya kembali agar mesinnya tidak terlalu panas juga" ucap Zaroon yg mengerti sedikit tentang mesin.
Laksh menggaruk kepalanya bingung.
"Iya kau benar, ini hanya kekurangan cairan makanya mesinnya panas dan mati bukan karna rusak, tapi dimana kita harus mendapatkan air, kita kan tidak membawa cukup air untuk mendinginkan mesinnya ?" ucap Laksh.
"Biar Zaroon yg pergi mencarinya Dad" ucap Zaroon.
"Tidak, ini ditengah hutan, sangat berbahaya, bisa saja hewan buas tiba-tiba datang dan menerkam mu ditengah kegelapan malam" ucap Laksh.
"Tapi bagaimana mesin nya akan menyala kalau kering begini Dad" ucap Zaroon.
Laksh berpikir sejenak.
__ADS_1
"Daddy akan coba hubungi Dealer mobil sebentar" ucap Laksh sambil mengeluarkab ponsel dari sakunya.
Dengan sigap Varun mematikan ponsel Laksh lalu ia dan Durga melesat menghampiri mereka.
"Hallo Tuan Puteri Helly" sapa Varun menyeringai saat menatap Helly yg sangat mirip dengan Swara.
"Siapa kau ?" tanya Laksh.
"Diam !! Aku tidak ada urusannya dengan mu, urusanku hanya dengan anak itu" ucap Varun sambil menunjuk Helly.
Helly menatapnya dan juga menatap Durga yg berdiri disebelahnya.
"Kakek Durga" gumamnya terkejut.
"Aku sudah mencari mu kemana-mana dan akhirnya aku menemukan mu juga, dan kau tidak akan pernah bisa lari lagi dari ku" ucap Varun sambil menggenggam tangannya.
"Mau apa kau ?" tanya Helly.
"Aku Lord Varun yg sangat menginginkan dirimu sejak pertama kali kau dilahirkan, Gadis manis" ucapnya dengan suara yg agak serak, perlahan ia melangkah mendekati Helly.
'Oh tidak, dia Lord Varun, dia pasti ingin membunuhku sekarang, apa yg harus ku lakukan' pikir Helly ketakutan, ia segera memeluk Ragini dengan tubuh yg gemetar.
"Mommy, Helly takut" ucapnya.
"Tenang nak, Mommy bersama mu" ucap Ragini.
Varun semakin mendekati Helly dan hendak menyentuhnya tapi tangannya segera dicekal oleh Zaroon.
Ia segera menepis kasar tangan Varun.
Varun tersenyum sinis padanya.
"Apa hak mu melarangku, anak kecil, lagi pula dia kan bukan adik kandung mu" ucap Varun menyeringai.
"Hentikan omong kosong mu, brengsek !!" ucap Laksh murka, ia segera menghajar Varub tapi dengan mudah Varun mengelak dan berbalik memukul perut, dada, dan pelipis Laksh hingga ia terpental hingga beberapa meter.
"Laksh !!" pekik Ragini saat Laksh terpelanting jauh oleh hantaman Varun.
'Kuat sekali dia' pikir Zaroon, tapi ia sedikitpun tidak gentar melawannya.
"Berani sekali kau menyakiti, Daddy ku !!" geram Zaroon laly meninju hidung Varun hingga berdarah, Varun lengah sedikit dan darah hitam pekat Vampirenya keluar dari salah satu lubang hidungnya, ia segera menyekanya dengan jarinya.
"Dasar bocah sialan !!" hardik Varun kesal, ia segera menendang kaki Varun sampai berbunyi suara tulang patah.
Zaroon terjatuh dan mengerang memegangi kakinya yg sakit, ia berpikir bahwa tulang kakinya pasti patah.
'Bagaimana mungkin dengan sekali tendangan, ia bisa mematahkan tulang kaki ku, dia manusia atau bukan !!' pikir Zaroon.
"Inilah akibatnya, kalau kau berani memukul ku, bocah ingusan !!" umpat Varun.
Ia segera melangkah mendekati Helly dan menarik tangannya menjauhi Ragini.
Helly berontak dan berusaha melepaskan lengan Varun darinya tapi sia-sia, pria itu terlalu kuat.
__ADS_1
Ragini segera mengambil balok kayu didekatnya dan memukul punggung Varun dengannya.
Balok kayi itu patah menjadi beberapa bagian saat mengenai tubuh Varun sedangkan Varun tidak merasakan sakitnya sama sekali, ia hanya menggeram kesal pada tindakan Ragini padanya.
"Dasar wanita keparat, kau dan putra mu sama saja" Varun meremas tangannya dan tubuh Ragini terasa remuk saat itu juga.
Semakin Varun mengeraskan kepalan tangannya semakin sakit juga tubuh Ragini.
Helly segera menarik tangan Varun.
"Jangan sakiti Mommy" ucap Helly memelas.
Varun menatapnya dan menghentikan aktivitasnya menyakiti Ragini.
.
"Baiklah baik, tapi kai harus ikut denganku maka aku akan membiarkan keluarga mu hidup" ucap Varun sembari tersenyum sinis.
Helly terdiam ketakutan.
Tapi demi keluarganya ia rela mengorbankan nyawanya.
"Baik aku akan ikut dengan mu, tapi jangan sakiti keluarga ku lagi" ucap Helly.
Varun menyeringai.
"Anak pintar, baik aku akan membiarkannya disini, sedangkan kau, ayo ikut aku !!" bentak Varun, ia segera mencengkram kuat lengan Helly lalu melesat pergi membawanya di ikuti oleh Durga.
Varun terus melesat menuju istananya lalu membawa Helly ke penjara terkutuknya dan menghempaskan tubuh Helly ke tembok penjara dengan kasar.
"Akkkkhhhhh" Helly terjerembab kelantai saat tubuhnya baru menghantam tembok dengan keras.
"Akan ku bunuh kau sekarang juga !!" ucap Varun murka, ia segera merapalkan tangannya, mengumpulkan seluruh kekuatan untuk membunuh Helly tapi Durga mencegahnya.
"Jangan bunuh ia dulu Yang Mulia" ucap Durga.
Varun menatap tajam pada Durga.
"Apa maksud mu, Kakek tua ?!" geram Varun.
"Begini Yang Mulia, kau sudah mengincarnya selama 18 tahun, tidak menyenangkan kalau kau langsung membunuhnya lebih baik kau menyiksanya dulu Yang Mulia, ini sebagai pembalasan dendam keluargamu pada keluarga Crawless, Yang Mulia" saran Durga.
Helly mendengarnya dan segera bangkit menatap marah pada Durga.
"Ternyata kau orang tua yg licik !! Kupikir kau akan membantuku tapi ternyata ...,"
"Diam kau gadis bodoh, kau pikir aku akan membantu mu ? Tentu saja tidak aku hanya menipu mu, aku berbohong pada mu bahwa aku akan membantu, tapi tidak, aku hanya ingin mengawasi segala aktivitasmu dan ku beri taukan pada tuan ku, Varun" ucap Durga sembari tersenyum licik menatap Helly.
"Dasar brengsek, untung saja aku tidak jadi bertemu dengan mu tadi sore !!" geram Helly.
"Sudah Diam !! Kau ini banyak bicara sekali yah, aku akan menghukum mulut mu itu, gadis sialan !!" bentak Varun.
Bersambung.
__ADS_1