My Pure Vampire

My Pure Vampire
Chapter 18


__ADS_3

Drap...Drap...Drap


Langkah kaki seseorang terdengar di seluruh lorong penjara.


Lampu-lampu yg tadinya redup, menyala terang seketika, suara langkah kaki itu semakin mendekat membuat Helly menunduk takut dengan tubuh yg masih terikat kencang oleh rantai besi yg panjang dan juga berat.


'Siapa yg berjalan menuju kemari ? Apa dia Lord Varun terkutuk itu ?' Helly bertanya-tanya dalam hatinga sendiri di iringi dengan rasa cemas dan gelisah yg menyeruak di hatinya.


Drap...Drap...Drap...Drap...Drap...Drap...Drap


Langkah kaki itu kian mendekat kepadanya hingga sesosok pria berjubah hitam kebesaran anggota bangsawan vampire mulai menunjukkan taring di kedua sudut bibirnya dan tersenyum sumringah pada Helly yg semakin memicingkan mata agar penglihatannya makin jelas menangkap sosok wajah di balik kegelapan disekelilingnya.


Pria itu semakin mendekat dan lampu ruangan semakin menyala terang, Helly jadi semakin jelas melihat wajah pria itu yg ternyata berwajah tampan dan ber-rahang tegas dengan bibir pucatnya juga rambutnya yg bergaya modern dan rapih semakin terlihat elok dimata Helly.


Tampan dan rupawan sama seperti Varun hanya saja Varun sedikit lebih muda dan tampan darinya, itulah yg dipikirkan Helly.


Hingga ia tak sadar bahwa pria itu sudah berada dihadapannya dengan secepat kilat.


"Hy" sapanya santai.


Helly menatapnya terkejut karna taring panjang dari pria itu masih mencuat di sana.


Pria itu menghembuskan nafasnya pelan, ia lupa menarik taringnya sebelum bertegur sapa dengan gadis cantik dihadapannya itu.


"Maaf, aku lupa memasukkannya" ucap pria itu tersenyum dan taring di kedua sudut bibirnya perlahan lenyap dari sana.


"Kau vampire juga, tidak perlu menyembunyikannya seperti itu padaku" ucap Helly sembari membuang muka.


"Apa kau pikir aku sama seperti adik ku yg kejam dan bengis itu ?" tanya pria itu sembari terus mengulas senyumannya.


Helly menatapnya bingung.


"Siapa adik yg kau maksud itu ?" tanya Helly penasaran.


Pria itu membalikkan tubuhnya membelakangi Helly.


"Varun, memangnya siapa lagi yg kumaksud dengan kata kejam dan bengis disini" jawabnya.


"Apa dia adik mu ? Lalu siapa kau ?" tanya Helly lagi.


"Namaku, Zain Raymound, aku kakak dari Lord yg tengah mengurung mu di penjara bawah tanah yg mengerikan ini" ucapnya.


Helly semakin bingung.


"Mau apa kau kemari ?" tanya Helly lagi.


Pria yg bernama Zain Raymound itu membalikkan tubuhnya lagi menatap Helly lekat dan mendekatkan bibirnya ditelinga Helly, Helly meringis karna takut pria itu akan menghisap darahnya melalui lehernya.


"Aku kemari untuk membebaskanmu dari tawanannya" bisiknya.


Helly melotot tak percaya tapi ia bernafas lega juga karna ternyata pria itu tidak menggigit dan menghisap darahnya melalui leher seperti yg ia takutkan.


"Tapi kenapa ?" gadis itu kembali bertanya untuk yg ke sekian kalinya.


"Kau terlalu banyak bertanya yah" ucap Zain tersenyum miring.


Helly diam tak menanggapi.


Zain merapalkan jari jemarinya ke arah rantai yg mengikat tubuh Helly dan seketika rantai itu terbakar dan lenyap dari tubuh Helly kemudian ia menaruh telapak tangan nya pada wajah Helly yg terluka karna silet-silet semalam.

__ADS_1


cahaya biru terpancar dari tangannya sesaat lalu ia kembali menarik tangannya dari wajah Helly.


Helly merasa pipi dan mulutnya tidak sakit dan juga tidak perih lagi, ia mulai meraba pipinya lalu tersenyum senang karna pipi yg tadinya robek parah juga penuh darah kini kembali mulus dan bersih, tubuhnya pun kembali pulih dan tidak lemas, ia menatap Zain tajam.


"Aku tau kau yg melakukan ini pada ku kan" ucap Helly yakin.


"Apa yg kau ingin kan, aku yakin di balik semua ini pasti ada imbal balik yg harus aku berikan padamu, benarkan ?" tanya Helly.


Zain tersenyum menatap Helly.


"Kau tau saja, gadis pintar" ujar Zain sembari mengacak-acak rambut Helly.


Helly menepis tangan Zain dari kepalanya.


"Katakan saja apa yg kau ingin kan dari ku ? Apa kau ingin darah ku ? Atau kau ingin membunuhku juga sama seperti adik mu itu ?" tanya Helly geram.


"Aku tidak seperti dia, Bodoh, diam dan ikutlah bersamaku sebelum mereka tau kalau kau akan kubebaskan" ucap Zain.


Ia segera memegangi tangan Helly dan melesat keluar istana Clan Dark Refugges melalui jalan rahasia dan tidak ada yg tau dimana mereka pergi.


***


Istana Clan Lucifer's Crawless


Queen Room.


Swara masih terbaring pingsan, Sanskar duduk disampingnya sedangkan Namish berdiri menatap wajah Mommynya dengan sedih.


Beberapa saat kemudian mata Swara mulai terbuka, kesadarannya mulai kembali dan hatinya kembali sakit saat mengingat kalau putrinya kabur darinya dan sekarang pergi entah kemana.


Swara bangkit duduk meringkuk dan menjerit histeris seperti orang gila, Sans dan Namish berusaha untuk menenangkan.


Swara menepisnya kasar dan menatapnya murka.


"Bukankah itu yg selalu kau katakan padaku sejak 18 tahun yg lalu Sans ?, kau selalu mengatakan kalau kau akan membawa putriku kembali tapi saat ia kembali kau mengusirnya dengan cara halus yaitu dengan mengizinkannya untuk tinggal di dunia manusia lagi walau hanya sementara, itu sama saja kau mengusirnya dan memberinya peluang lagi untuk pergi dari ku Sans, dan sekarang kau berkata lagi untuk menemukan ia segera ?"


"Omong kosong !!" ucap Swara lalu ia membuang muka dan tak mau menatap Sanskar lagi.


"Tapi Swara ...,"


"Diamlah Sans, dengar, jika kau belum membawa Helly dengan selamat kepadaku, jangan harap kau akan melihatku lagi selamanya" ucap Swara serius.


"Apa maksudmu ?" tanya Sanskar bingung.


"Maksudku sudah sangat jelas Sans, aku akan mengakhiri hidupku jika Helly belum kau temukan atau bahkan kau temukan tapi dalam keadaan tak selamat, ku harap ia akan baik-baik saja dan terhindar dari Lord laknat itu" ucap Swara, ia masih tak mau menatap Sanskar.


Sanskar diam menunduk.


Swara tau kalau Sanskar masih belum pergi.


"Keluar Sans !!" bentak Swara.


Sanskar menatap Swara sendu, lalu ia berbalik dan pergi keluar kamar meninggalkan Swara dan Namish disana.


"Kau juga Nam" ucap Swara.


"Tapi Mom ...,"


"Pergilah, Mommy baik-baik saja" ucap Swara tanpa menatap pada Namish.

__ADS_1


Namish mengangguk pelan lalu ia segera menyusul Sanskar keluar kamar.


Swara kembali meringkuk dan menangis bersedih karna kembali kehilangan putri bungsunya.


***


Istana Clan Dark Refugges


Varun dam kedua Vampire penting di kedua sisi kanan dan kirinya, yaitu panglima Edward & penasehat Durga, berjalan cepat menuju kurungan besi dimana Helly ditahan.


Saat ingin mencapai gerbang utama penjara, Varun terkejut karna melihat puluhan prajurit vampire penjaga penjara tergeletak tak sadarkan diri.


"Apa-apaan ini ?, heyy bangung bodoh !!" bentak Varun sembari menendang kasar kaki beberapa prajuritnya.


Tapi mereka tak kunjung bangun.


Edward segera menghampiri salah satu prajurit didekatnya dan memeriksa keadaan prajurit itu.


"Paduka, sepertinya ada yg sengaja membuat mereka tak sadarkab diri begini" ucap Edward sembari menatap ke arah Varun.


Varun terkejut, ia segera teringat pada Helly dan segera melesat menuju tempat Helly ditahan.


Sesampainya disana, pintu kurungan terbuka lebar, rantai yg seharusnya menempel di tembok hilang entah kemana dan termasuk juga mangsanya itu juga tidak ada ditempat yg seharusnya.


Varun meremas jubah kebesarannya dengan erat, giginya menggertak karna geram menahan amarah.


"Dimana ? Dimana gadis itu !!" teriak Varun menggelegar.


Edward dan Durga menunduk takut karna kemurkaan sang Lord.


"Yang Mulia, kurasa ada vampire lain yg membebaskannya dan dia bukanlah vampire luar tapi vampire dari clan kita sendiri dan mengetahui tentang gadis itu" ucap Durga.


"Tapi siapa ? Siapa dia yg berani membebaskan mangsaku, aku baru menyiksanya semalam tapi ia sudah bebas ? Cihh, tidak akan kubiarkan, akan kubunuh vampire yg membebaskan mangsa ku itu !!" bentak Varun.


"CEPAT CARI MEREKA !!" perintah Varun.


Edward dan Durga menunduk hormat.


"Baik Yang Mulia" mereka segera melesat untuk mengumpulkan seluruh prajurit untuk mencari keberadaan Helly dan vampire yg membebaskannya.


***


Zain membawa Helly cukup jauh dari wilayah Clan Dark Refugges dan berhenti tepat di sebuah Mansion megah miliknya.


Dua orang pria berjas hitam rapih membuka gerbang utama di mansion itu dan menunduk hormat.


"Welcome Prince" sambut mereka berdua.


Zain acuh seolah sudah terbiasa dengan sambutan itu, ia terus melangkah masuk kedalam Mansion luas nan megah itu sambil terus menarik tangan Helly, Helly melihat seluruh wanita berpakaian layaknya seorang maid menunduk hormat saat ia dan Zain melewati mereka.


Zain membawa Helly ke ruang tengah Mansion itu, Helly terpana kagum melihat kemewahan di sekelilingnya.


"Sudah cukup mengagumi Mansion ku, pergilah tidur, salah satu maid ku akan mengantarmu ke kamar mu" ucap Zain yg mengatahui kalau Helly sedang mengagumi Mansionnya.


"Apa tujuanmu membawa ku kesini?" tanya Helly bingung.


"Untuk sebuah tujuan besar" jawabnya singkat sambil menyeringai.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2