
Saat pelajaran dimulai, Namish sama sekali tidak fokus pada dosen yg tengah menjelaskan.
Pikirannya hanya mencari keberadaan adiknya dan menyelidiki Helly.
Dan ia berencana untuk menemui Tejaswi Zeana Wolfmoon, kekasihnya dari bangsa Werewolf di Wolf Moon Pack, Setelah jam istirahat.
Untuk sekedar meminta bantuan menyelidiki Helly.
***
Jam istirahat.
Namish menuju Wolf Moon Pack ditemani oleh Nicholas temannya.
Wolf Moon Pack.
Teja sedang berdiri mengamati kupu-kupu indah yg sedang menghisap sari bunga di taman istananya lalu seseorang memeluk pinggangnya dengan posessive dan membuatnya terganggu.
"Heii apa-apaan ini, lepaskan !!" bentaknya.
"Oh baiklah, sweety kau tidak mau aku peluk, ok aku melepaskanmu" ucap Namish yg berpura-pura kesal.
Teja berbalik menatap Namish.
"Oh ternyata kau, sayang, kupikir siapa tadi, baiklah maafkan aku yah" ucap Teja sembari bergelayut manja di bahu Namish.
Namish tersenyum.
"Baiklah aku akan memaafkan mu tapi kau harus membantuku, bagaimana ?" tanya Namish.
Teja melepaskan pelukannya dan menatap Namish.
__ADS_1
"Kau tau kan tanpa kau minta aku pasti akan selalu bersedia membantumu, sayang" ucap Teja tersenyum.
Namish membalas senyumannya.
"Katakan padaku, kau mau aku membantu mu apa ?" tanya Teja penasaran.
Namish mulai menjelaskan.
"kau tau kan aku selama ini terus berusaha mencari adik ku ?" tanya Namish.
Teja mengangguk.
"Lalu ?" tanyanya.
"Sebenarnya, Aku sedang menyelidiki seorang gadis didunia manusia yg wajahnya sangat mirip dengan Mommy, tapi aku sama sekali tidak bisa mencium aroma vampire tubuhnya dan anehnya aku seperti memiliki ikatan batin yg kuat dengannya" ungkap Namish.
Teja menanggapinya dengan serius.
Teja mengangguk.
"Baiklah, aku akan membantumu, Sayang" ucapnya tersenyum.
Namish senang mendengarnya.
"Terima kasih, My Sweety, baiklah, bagaimana kalau besok kau ikut ke kampus sebagai seorang mahasiswa yg sekelas dengan gadis itu ?" tanya Namish.
"Dengan senang hati, sayang, aku akan melakukannya untukmu" ucap Teja.
Namish memeluknya dengan penuh kasih sayang dan Teja juga membalas pelukannya dengan hangat.
***
__ADS_1
Istana Clan Dark Refugges.
Lord Varun sedang duduk dengan gagah dan berwibawa di singgahsana kokohnya.
Wajahnya terlihat sangat marah dan kesal.
"Sudah 18 tahun lamanya tapi kalian belum juga menemukannya, dasar bodoh !!" bentaknya.
Seluruh prajurit juga panglima Edward tertunduk takut karna amarah sang Raja.
"Ampun Paduka, kami sudah mencarinya di seluruh penjuru dunia baik diwilayah Vampire maupun Werewolf tapi tak juga kami menemuinya, Paduka" ucap Edward sambil terus menundukkan pandangannya.
Varun berdecak sebal.
"Ckkk lalu dimana ia, apa ia sudah mati ataukah masih hidup, kalau sudah mati, aku ingin tau dimana makamnya dan aku selidiki tapi kalau masih hidup aku harus mendapatkannya bagaimana pun caranya !!" ucap Varun murka, ia menghentakkan kaki kanannya ke lantai istana dan seketika seluruh istana berguncang karna hentakannya.
"Maafkan hamba Paduka, kenapa tidak kita cari ia di dunia manusia, bukankah kita belum mencarinya disana, siapa tau saja ia berada disana" ucap Xavier, penasehat kerajaan.
Varun nampak berpikir.
'Benar juga, kalau di dunia vampire dan werewolf ia tidak ditemukan maka tidak ada salahnya mencarinya ke dunia manusia' ucapnya dalam hati.
"Baiklah, Xavier, kau benar, aku sendiri yg akan mencarinya di dunia manusia" ucap Varun menyeringai.
"Panglima, Edward, kau ikut aku ke dunia manusia" ucapnya lagi.
Panglima Edward pun menunduk hormat.
"Baik paduka" ucapnya.
"Akan ku temukan kau secepatnya, Vampire Murni !!" geram Varun sembari *** jubahnya.
__ADS_1
Bersambung.